Jika Anda penggemar seni yang gemar melakukan perjalanan, Anda patut berkunjung ke Singapura pada 19-22 Januari 2017 ini untuk menghadiri Singapore Contemporery 2017.

Gelaran seni yang dilakukan di Suntec Singapore Convention & Exhibition Center ini akan mengeksplorasi beragam koleksi seni menyusul kesuksesan penyelenggaraan perdana pada tahun 2016 lalu. Ajang ini bahkan dijanjikan lebih besar dan lebih beragam daripada sebelumnya sekaligus memberi peluang bagi para kolektor dan penikmat seni untuk menyaksikan karya-karya seni yang lebih luas lagi.

Sebagai bagian dari Singapore Art Week, Singapore Contemporary ini akan mempersembahkan sejumlah karya seni yang bernilai investasi dengan pasar sekunder yang kuat dan lelang. Para kolektor dan pembeli benda-benda seni didorong untuk membeli lukisan, edisi-edisi terbatas, pahatan, dan fotografi yang asli, termasuk instalasi berskala besar. Mereka juga diajak untuk berpartisipasi dalam diskusi, tur, dan demonstrasi lukisan, yang tentunya bakal bisa dinikmati juga oleh kaum muda-mudi.

_Flower Ascending_ by Roberto Dutesco, Dayspring Art Gallery, South Korea

Direktur Pertunjukan Douwe Cramer menyadari bahwa edisi kedua Singapore Contemporary bakal lebih besar dan lebih beragam daripada edisi 2016 dan menyediakan seleksi karya seni yang lebih luas lagi bagi para kolektor dan pencinta seni. ”Kami berharap bisa menyambut lebih dari 90 eksibitor dari 20 negara di seluruh Asia dan dunia, lebih banyak dari 65 eksibitor pada Januari 2016. Sudah jelas bahwa meningkatnya minat dari galeri-galeri dan seniman di seluruh dunia dalam Singapore Art Week merupakan cara untuk melibatkan pasar yang kian canggih di Asia Tenggara ini,” paparnya.

Cramer juga mengumumkan inagurasi presentasi Photo 17 Singapore, ”Kami bersemangat membawa salah satu presentasi foto terbesar di Singapura. Photo 17 merupakan panggung terkurasi dengan tujuan menampilkan fleksibilitas, perbaikan, dan kreativitas yang bisa diekspresikan melalui medium ini pada seni kontemporer. Inovasi dan penggunaan teknologi telah mendorong peningkatan minat dalam fotografi—secara khusus di kalangan kolektor seni yang lebih muda.”