Pengalaman berkali-kali mencapai prestasi yang solid di Delhi Golf Club terbukti menjadi modal berharga bagi Siddikur Rahman untuk berada di puncak klasemen. Pada hari kedua Panasonic Open India kemarin (26/10), pegolf Bangladesh ini bermain 6-under 66 dan memaksa pegolf muda Thailand Suradit Yongcharoenchai untuk berbagi tempat di peringkat teratas.

Setelah sehari sebelumnya bermain dengan skor 67, pada hari kedua ia membukukan delapan birdie dengan dua bogey. Skor 11-under 133 miliknya menyamai raihan Suradit yang pada putaran kedua kemarin bermain dengan skor 67.

“Saya menikmati permainan yang luar biasa dengan delapan birdie dan dua bogey. Secara keseluruhan, ini masih putaran yang bagus. Saya senang karena saya bermain persis sebagaimana saya ingin bermain,” ujar Siddikur.

Ia hanya membutuhkan 24 putt pada putaran kedua kemarin. Selain itu, pukulannya hanya meleset dari dua fairway dan mendapat birdie di semua hole par 5, sesuatu yang jelas menjadi incaran para pemain.

Bermain dari hole 10, Siddikur sempat bermain bersih tanpa bogey dengan tiga birdie di sembilan hole pertamanya. Ia menambah koleksi birdie di hole 1 dan 2, sampai akhirnya mendapat dua bogey berturut-turut di hole 3 dan 4.

“Usai mendapatkan dua bogey secara berturut-turut, saya meyakinkan diri sendiri bahwa hal seperti itu bakal terjadi, terutama di lapangan seperti ini (Delhi Golf Club), dan saya masih punya banyak hole yang mesti dimainkan. Hari ini (kemarin) saya mendapat tiga peluang eagle. Saya mencapai green dalam dua pukulan di tiga hole par 5,” tuturnya lagi.

Suradit Yongcharoenchai berniat untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-20 pada hari Minggu, dengan meraih gelar Asian Tour pertama di Delhi Golf Club. Foto: Asian Tour.

Ketika pemain lain mungkin berpikir untuk memainkan driver, Siddikur malah merasa nyaman memainkannya. Jelas ini menunjukkan bagaimana pengalamannya di Delhi Golf Club memberi percaya diri yang sangat dibutuhkan. Usai menjuarai gelar Asian Tour keduanya di lapangan ini pada 2013, ia empat kali finis di sepuluh besar dalam lima kali partisipasinya pada Panasonic Open India. Ia juga mencatatkan enam kali masuk sepuluh besar dalam turnamen Asian Tour lain yang digelar di sini. Meski tak bermain dalam dua Panasonic Open India sebelum ini, pada edisi 2015 ia finis T2.

Siddikur sendiri memang membutuhkan kemenangan atau hasil yang bagus pada pekan ini. Ia perlu mendongkrak posisinya pada Habitat for Humanity Standings (Order of Merit) Asian Tour. Saat ini ia berada di tempat ke-97 dan dengan waktu yang tersisa, ia mesti menyodok ke 60 besar untuk mempertahankan kartu Asian Tour pada musim 2019.

Sementara itu, pegolf remaja Suradit, masih membuka peluang untuk meraih gelar Asian Tour pertamanya. Pada hari kedua kemarin ia berhasil main tanpa bogey dan mencatatkan lima birdie, setelah mencatatkan empat birdie di sembilan hole terakhirnya. Kemenangan akan menjadi kado yang istimewa baginya lantaran ia akan memainkan putaran final dengan genap berusia 20 tahun.

“Melihat mereka menang di Tour membuat saya terinspirasi dan semoga saya bisa mengikuti langkah mereka suatu hari kelak.” – Suradit Yongcharoenchai

Sejauh ini, permainannya memang sedang dalam tren yang positif. Dalam dua turnamen di India dan Pakistan, ia finis di posisi lima besar. Dan kini ia mendapat motivasi dari keberhasilan sahabatnya, Tirawat Kaewsiribandit, yang sukses meraih gelar Asian Tour perdananya di Pakistan.

“Tak ada yang berbeda dari kemarin. Fairway-nya masih keras, posisi pin-nya kurang lebih sama seperti kemarin. Hari Minggu nanti saya genap berusia 20 tahun, jadi saya berharap bisa meraih gelar Asian Tour pertama saya di sini, tapi saya tak mau memikirkan hal itu terlalu banyak,” tutur Suradit.

“Saya hanya ingin memainkan permainan saya dan fokus melakukan pukulan tee karena itu sangat penting kalau Anda ingin main bagus di lapangan ini.”

Dengan jarak hanya satu stroke dari kedua pimpinan klasemen, Ajeetesh Sandhu siap memberi persaingan pada dua putaran final. Foto: Asian Tour.

Suradit merupakan salah satu pemain yang mengasah kemampuannya dari Asian Development Tour. Sejak beralih profesional pada tahun 2016, saat masih berusia 16 tahun, ia melangkah dari Tour batu loncatan tersebut, sampai akhirnya bermain di Tour utama dan meraih kartu Asian Tour musim ini dengan finis di tempat ke-43 pada Order of Merit.

“Saya belajar banyak dari para pemain Thailand yang melakukan perjalanan dan berlatih dengan saya. Mereka banyak membantu permainan saya. Melihat mereka menang di Tour membuat saya terinspirasi dan semoga saya bisa mengikuti langkah mereka suatu hari kelak,” sambung Suradit yang mengagumi Prom Meesawat.

Siddikur dan Suradit hanya memiliki keunggulan satu stroke dari pegolf tuan rumah Ajeetesh Sandhu. Untuk kedua kalinya Sandhu bermain dengan skor 67 setelah kemarin ia menorehkan enam birdie dengan sebuah bogey.

Adapun pegolf Thailand lain, Jazz Janewattananond mengintai di tempat keempat dengan dua stroke di belakang kedua pimpinan klasemen. Dan tempat kelima diduduki oleh Rashid Khan, yang juga tengah mengincar gelar Asian Tour ketiga, sekaligus mengakhiri puasa gelar sejak terakhir menjuarai Chiangmai Golf Classic empat tahun lalu.

Kemarin, 74 pemain berhasil melaju ke putaran akhir pekan yang telah dimulai tadi pagi. Cut off ditentukan pada 2-over 146. Hal ini praktis memupus harapan wakil Indonesia, Rory Hie untuk melanjutkan langkahnya. Rory bermain 77-80 dalam dua putaran pertama.

Putaran ketiga telah dimulai dan perkembangannya bisa Anda simak melalui situs resmi Asian Tour. Anda juga bisa mengikuti perkembangan pertandingan melalui ponsel dengan mengunduh aplikasi Asian Tour, yang tersedia dalam sistem operasi Android dan iOS.

Leave a comment