Kapten Tim Internasional Ernie Els berniat untuk memperhatikan perkembangan para bintang Asia sebelum menentukan empat pemain pilihannya.

Ernie Els masih membuka pintu lebar-lebar bagi para bintang Asia yang berpotensi untuk menjadi pilihan guna melengkapi 12 anggota Tim Internasional pada ajang Presidents Cup di The Royal Melbourne Golf Club, Australia, 9-15 Desember mendatang.

Secara khusus Els menegaskan akan memperhatikan perkembangan dari duo Thailand Kiradech Aphibarnrat dan Jazz Janewattananond, serta duo Korea Im Sungjae dan An Byeonghun sebelum menentukan empat pemain terakhir pada awal November 2019 ini. Tapi Els bahkan tidak mau terpaku pada empat nama tersebut. Pegolf India Anirban Lahiri, yang telah tampil pada Presidents Cup 2015 dan 2017 masih menjadi salah satu nama yang bakal mendapat perhatian dari Sang Kapten. Prestasi Lahiri yang langsung meraih kembali kartu PGA TOUR berkat dua kali finis di sepuluh besar pada Korn Ferry Tour jelas tidak dapat diabaikan begitu saja.

Delapan anggota pertama Tim Internasional memang telah dipastikan usai ajang BMW Championship tiga pekan lalu. Komposisi dari delapan anggota ini sendiri terdiri dari perpaduan sejumlah pemain berpengalaman, dan empat pemain debutan. Keempatnya adalah Li Haotong dari China, C.T. Pan asal China Taipei, Abraham Ancer dari Meksiko, dan Cameron Smith asal Australia. Dan Els tidak segan untuk memilih lebih banyak pemain debutan lagi.

“Dalam pertemuan, saya sudah memberitahukan bahwa saya tidak takut untuk memilih pemain debutan. Jika ada pemain debutan yang menampilkan permainan yang baik dan dia siap dipanggil, saya akan memilih dia,” ujar Els dalam telekonferensi dengan media pekan lalu.

Jelas pemain debutan mana pun itu harus terlebih dahulu menunjukkan kualitasnya. Els jelas membutuhkan pemain yang siap menambah keyakinannya untuk mengalahkan Tim Amerika Serikat dalam ajang prestisius dua tahunan ini.

Jazz Janewattananond menjadi salah satu pemain Asia yang mendapat perhatian Ernie Els sebelum memilih empat pemain yang akan melengkapi Tim Internasional awal November 2019 ini. Foto: Asian Tour.

“Mereka harus benar-benar menunjukkan sesuatu untuk bisa menjadi bagian dari tim yang sudah ada. Sejauh ini ada beberapa pemain yang sudah menunjukkan kualitasnya, seperti Jason (Day) dan ada juga Justin Harding dan Jazz (Janewattananond) yang sudah dua kali menjuarai ajang Asian Tour tahun ini. Ada juga Im Sungjae yang sudah memainkan 34 turnamen PGA TOUR dan berhasil masuk TOUR Championship sebagai pemain debutan. Saya akan bicara dengan delapan pemain yang sudah ada untuk mendiskusikan siapa empat teman baru yang bakal menjadi bagian dari tim karena mereka akan bermain bersama dan menyatu dengan tim.”

Jazz, yang baru berusia 23 tahun menunjukkan bakat yang mengagumkan, namun harus gagal untuk otomatis masuk seleksi dan finis dua peringkat di bawah posisi delapan. Sementara itu, cedera lutut menghambat upaya Kiradech Apihbarnrat untuk menembus delapan besar, meskipun ia memastikan mengamankan kartu PGA TOUR berkat tiga kali finis di lima besar, termasuk dua kali pada ajang World Golf Championships.

Trio Korea, An, mantan juara U.S. Amateur, Im yang berusia 21 tahun, yang telah menampilkan permainan meyakinkan dalam musim PGA TPUR perdananya dengan menembus FedExCup Playoff Finale, Tour Championship, sertaKang Sung yang meraih gelar PGA TOUR pertamanya bulan Mei 2019 lalu, juga masuk pertimbangan Els.

“Sungjae telah bermain dalam 34 turnamen PGA TOUR. Dia menjuarai Korn Ferry Tour tahun lalu. Semoga saja ia bisa terus main bagus dan menembus tim. Saya jelas mengharapkan dia,” ujar Els.

“Kang Sung juga telah main dengan bagus, menang di Dallas, dan permainannya terlihat bagus. Performanya memang sedikit menurun. Saya menyukai pembawaannya terhadap olahraga ini. Saya juga memperhatikan An karena permainannya pun benar-benar bagus. Kedua orang ini sangat saya perhatikan, terutama Ben An (panggilan An Byeonghun). Bisa dibilang dia ada dalam daftar favorit saya.

Ernie Els mengakui bahwa An Byeonghun menjadi salah satu pemain yang masuk daftar favoritnya dan berharap pegolf Korea Selatan ini bisa membuktikan ia layak dipilih. Foto: Getty Images.

“Banyak dari mereka ini bakal memainkan turnamen-turnmaen besar dalam beberapa pekan dan bulan ke depan. Dari kalangan pemain Asia, Kiradech Aphibarnrat berhasil mempertahankan kartu PGA TOUR-nya dengan sangat baik. Bisa mempertahankan status tersebut, terutama sebagai pemain debutan, sangatlah berat. Banyak dari mereka yang harus menghadapi tekanan tahun ini. Jadi, Kiradech telah bermain dengan sangat baik. Jazz juga mengalami tahun yang luar biasa. Saya bermain dengannya di Malaysia tahun ini, melihat permainannya seara langsung. Permainannya bakal cocok di Royal Melbourne.”

Els kerap memberi penekanan kepada anggota timnya bahwa Presidents Cup bisa memberikan pengalaman yang mengubahkan kehidupan mereka. Apalagi Tim Internasional baru sekali menjuarai ajang ini. Dan satu-satunya kemenangan itu terjadi di Royal Melbourne pada 1998.

“Saya benar-benar menekankan dengan amat sangat kepada mereka bahwa kesempatan ini adalah kesempatan sungguhan, salah satu ajang terbesar sepanjang hidup mereka karena, dan hanya karena kami merupakan tim yang sangat beragam dari seluruh dunia. Kami memiliki banyak penggemar. Ada dari Asia, sekarang juga dari Meksiko, dan mungkin juga Kanada. Selain itu ada milyaran penonton, jika mempertimbangkan jumlah negaranya,” tandas Els.

Sebagai sebuah gelaran golf, Presidents Cup merupakan ajang yang sangat unik dan istimewa. Tak seperti turnamen-turnamen profesional pada umumnya, turnamen yang mempertemukan Tim Internasional (kecuali Eropa) dan Tim AS dua tahun sekali ini tak memberikan hadiah uang sama sekali. Bahkan para pesertanya juga tidak mendapat bayaran untuk tampil. Sebaliknya, tiap peserta menyumbangkan angka yang sama untuk disumbangkan pada kegiatan amal pilihannya.

Tak heran jika ajang ini menjadi mesin penggerak donasi yang sangat besar. Sejak pertama kali diselenggarakan, lebih dari US$49,1 juta telah dikumpulkan untuk kegiatan amal. Edisi tahun 2017 bahkan berhasil mengumpulkan donasi sebesar US$10,7 juta!

Leave a comment