Sejumlah bintang Asia berpeluang finis di jajaran atas, tapi siapa yang akan finis sebagai pemain Asia terbaik pada akhir putaran final WGC-HSBC Champions besok?

Hingga putaran ketiga ajang World Golf Championships-HSBC Champions hari ini (2/11), Im Sungjae berada di posisi yang lebih baik untuk finis sebagai pemain Asia terbaik pada pekan ini. Pemain yang meraih predikat PGA TOUR Rookie of the Year 2019 ini kini berada di peringkat T6 dengan posisi empat stroke di belakang Rory McIlroy yang memimpin klasemen sementara.

Secara matematis, Im berpeluang menghadirkan kejutan lantaran ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi pada 18 hole terakhir besok (3/11). Meski demikian, dengan performa McIlroy yang saat ini sedang bagus, memang peluang tersebut menjadi lebih berat.

Hal ini membuat peluang Im untuk finis sebagai pemain Asia terbaik pekan ini lebih terbuka. Selain saat ini ia mengumpulkan skor total 11-under 205 dan di posisi T6, pesaing terdekatnya ialah Jazz Janewattananond, yang bermain dengan skor total 8-under 208.

Performa Im sendiri memang sedikit menurun pada hari ketiga ini. Setelah menorehkan skor 66 pada hari pertama, ia membukukan skor 69 pada hari kedua, tapi justru bermain dengan skor 70 pada hari ini. Setelah bermain 2-under dalam tiga hole pertama, Im membukukan birdie ketiga dan keempatnya di hole 14 dan 15, tapi malah menutup dengan bogey di hole 17 dan 18.

Namun, ia memang memiliki kans paling besar untuk meraih kehormatan menjadi pemain Asia terbaik pada ajang yang disebut-sebut sebagai Major-nya Asia ini. Dan jika bisa menang, ia tak hanya meraih gelar PGA TOUR perdana dalam kariernya, tapi juga meraihnya dalam ajang World Golf Championships.

Sebaliknya, Jazz kembali bermain dengan skor 3-under 69, yang kini menempatkannya sendirian di peringkat 13. Jazz unggul satu stroke dari pegolf Korea lainnya, An Byeonghun, dan dua stroke lebih baik daripada bintang Jepang Hideki Matsuyama.

Adapun pemain tuan rumah Li Haotong, yang sempat menjadi pimpinan klasemen pada hari pertama, kini ada di peringkat 15 bersama Matsuyama, Patrick Reed, Henrik Stenson, Justin Rose, dan Adam Scott dengan torehan 6-under 210.

“Ini 3-under yang relatif mudah,” ujar Jazz. “Saya melewatkan banyak putt, tapi saya masih puas dengan swing saya. Semoga saja bisa terus berlanjut besok dan saya bisa memasukkan lebih banyak putt.”

Jazz, yang kini memimpin Habitat for Humanity Standings (Order of Merit), berpeluang memperkukuh statusnya untuk menjadi pegolf No.1 Asian Tour musim ini. Saat ini ia telah mengoleksi hadiah uang sebesar US$833.524,71. Nilai ini hampir US$300.000 lebih baik daripada yang dikumpulkan Scott Hend yang ada di peringkat kedua. Hend sendiri untuk sementara ada di peringkat T30 dengan 2-under 214.

Pegolf yang sempat mencuri perhatian publik Amerika saat bermain pada U.S. PGA Championship 2019 ini kini mengusung target untuk menembus 50 besar dunia sampai akhir tahun ini. Hal ini penting untuk memberinya hak bermain pada Masters Tournament bulan April 2020 mendatang. Dan jika memenuhi targetnya itu, ia lebih berpeluang untuk mengikuti jejak seniornya, Kiradech Aphibarnrat untuk bermain pada PGA TOUR.

“Saya akan berusaha untuk finis di posisi setinggi mungkin karena saya bisa mengupayakannya. Target saya hingga akhir tahun ini ialah masuk 50 besar dunia karena posisi tersebut akan memberikan peluang yang bagus untuk makin mendekati target saya,” jelas Jazz.