Kans Asia mungkin kecil, tapi kejutan bisa tercipta pada ajang sekaliber PGA Championship.

Sebelas tahun silam, publik golf dunia dikejutkan oleh seorang mantan binaragawan. Yang Yongeun atau yang dikenal dengan Y.E. Yang menjadi pemenang Major pertama dari Asia. Yang ia taklukkan adalah pegolf tersukses hingga saat ini, Tiger Woods. Kemenangan besar ini membakar semangat generasi berikutnya untuk meyakini bahwa Asia sanggup menaklukkan dunia.

Meski hingga sekarang prestasi serupa belum terulang lagi, harapan itu kembali bangkit ketika Major pertama tahun ini, PGA Championship segera dimulai hari ini.

Lalu siapa yang patut kita harapkan?

Im Sungjae
Jika ada satu nama yang dapat diharapkan tampil sebagai penantang, Im Sungjae jelas menjadi orang yang tepat. Berada di peringkat 3 pada klasemen FedExCup, Im melakoni debut PGA TOUR yang sukses. Ia menjadi pegolf debutan pertama yang bisa menembus ajang TOUR Championship, untuk kemudian meraih status PGA TOUR Rookie of the Year.

Pada musim 2019-2020 ini performa Im juga kian cemerlang. Sukses mewakili Tim Internasional pada Presidents Cup akhir tahun lalu, pegolf muda ini kemudian meraih gelar perdananya kala menjuarai The Honda Classic.

Kisah ini menarik, mengingat Y.E. Yang mengawali pencapaian fenomenalnya tahun 2009 itu dengan terlebih dahulu menjuarai The Honda Classic. Selang lima bulan kemudian, ia menaklukkan Woods dan menjadi pemenang Major pertama dari Korea dan Asia.

Mungkinkah langkah serupa diikuti oleh pegolf yang kini berperingkat 25 dunia ini? Jika ia bisa mengembalikan performanya seperti sebelum pandemi menghajar dunia olahraga, ia berpeluang memberi kejutan. Dari tujuh turnamen yang ia ikuti sejak musim ini dilanjutkan, Im memang hanya mencatatkan T10 sebagai finis terbaiknya, yaitu pada Charles Schwab Challenge. Tapi tujuh turnamen sebagai pemanasan rasanya sudah cukup baginya.

Hideki Matsuyama
Sama seperti sulitnya mengabaikan Tiger Woods sebagai kandidat kuat, sulit juga untuk mengabaikan eksistensi Matsuyama sebagai kandidat kuat dari Asia. Bagaimanapun juga, Matsuyama menjadi pegolf tersukses Jepang dan Asia saat ini. Pegolf sempat berada di peringkat 2 dunia ini menjadi satu-satunya pegolf Asia yang menjuarai dua gelar World Golf Championships.

Seperti halnya sebagian besar rekan profesionalnya, jeda kompetisi akibat pandemi tampaknya berdampak pada permainannya. Hingga sejauh ini, Matsuyama masih belum menembeus 15 besar. T20 di Memphis pekan lalu menjadi prestasi terbaiknya.

 

Hideki Matsuyama masih menjadi salah satu penantang tertangguh dari Asia dalam tiap kejuaraan Major, termasuk PGA Championship. Foto: Getty Images. Foto: Sam Greenwood/Getty Images.

 

Kim Joohyung
Anda yang juga mengikuti perkembangan golf dalam negeri tentu pernah membaca kiprah remaja satu ini. Karier profesionalnya melejit pesat pada tahun 2019 lalu. Setelah dua gelar Asian Develoment Tour ia menangkan, pada tahun itu juga Kim menjuarai Panasonic Open India, ajang Asian Tour.

Ketika memulai tahun ini, ia juga mencatatkan dua hasil yang sangat solid. Baik pada SMBC Singapore Open maupun New Zealand Open, ia berhasil finis sendirian di tempat keempat.

Kim kemudian memastikan mendapat undangan bermain di TPC Harding Park pekan ini setelah menembus 100 besar dunia berkat kemenangannya di Korea, KPGA Gunsan CC Open.

Akan menarik melihat bagaimana remaja fenomenal ini bisa bertanding menghadapi para pegolf terbaik dunia.

An Byeonghun
Mantan juara U.S. Amateur ini tengah berjuang memastikan kemenangan PGA TOUR pertamanya. Dan setelah mengambil sesi singkat dengan pelatih putting Tiger Woods, performanya kian membaik. Pekan lalu ia juga nyaris menciptakan kejutan dengan menjadi pegolf Korea pertama yang menjuarai ajang World Golf Championships. Ia akhirnya terlempar dari persaingan setelah mendapat skor buruk di hole-hole pertama putaran final itu.

Toh keinginannya untuk memastikan status pada PGA TOUR dan melakukan terobosan karier di Amerika menjadi motivasi yang cukup baginya untuk terus menunjukkan kapasitasnya. Kita patut berharap dia bisa tampil seperti dalam tiga putaran pertama di Memphis pekan lalu. Dan jika bisa melanjutkan momentum tersebut, tidak bakal mengherankan jika ia bisa ada di jajaran atas lagi.

Zhang Xinjun
Ketimbang Li Haotong dan Jazz Janewattananond, nama Zhang Xinjun jelas lebih memungkinkan untuk meramaikan persaingan pekan ini. Pegolf asal Sanxi, China ini mencatatkan dua penampilan positif dalam dua ajang PGA TOUR terakhir yang ia ikuti. Finis T10 pada Memorial Tournament, lalu finis T12 pada 3M Open.

Selain itu, pengalamannya bertanding di level PGA TOUR juga bisa menjadi modal penting baginya. Pemegang dua gelar Korn Ferry Tour ini juga sempat finis T4 pada ajang Houston Open.