Sebanyak 100 pegolf pria dan 34 pegolf wanita siap bertanding untuk menembus Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua.

Dua putaran dan 36 hole yang bakal dimainkan dalam dua hari, mulai hari ini di Padivaley Golf Club, Makassar, Sulawesi Selatan, bukanlah sekadar dua putaran biasa. Inilah ajang penentuan untuk mengamankan spot bermain pada cabang olahraga golf Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua tahun depan.

Dua putaran jelas menjadi rentang waktu yang jauh lebih singkat daripada kebanyakan turnamen. Dalam durasi hanya 36 hole, tiap peserta harus bersaing dengan wakil terbaik dari berbagai daerah yang juga berniat untuk bisa mewakili daerahnya pada PON XX di Klub Rimba Golf Irian.

Ini berarti 36 hole ini akan menjadi medan persaingan yang sangat menarik, mengingat sejumlah pegolf amatir yang memiliki ranking amatir dunia juga turut berlaga di sini.

Dari kelompok pria, sejumlah nama top di jajaran World Amateur Golf Ranking bakal saling bersaing lantaran membela daerah masing-masing. Kecuali Naraajie Emerald Ramadhan Putra, Jonathan Wijono, Kentaro Nanayama, dan Alfred Raja Sitohang, para pemain amatir lainnya ikut bersaing.

Dari ranking itu, Tim DKI tampak memiliki keunggulan lantaran keempat wakilnya, M. Rifqi Alam Ramadhan, Almay Rayhan Yagutah, Jonathan Xavier Hartono, dan Gabriel Hansel Hari saat ini berstatus pemain amatir No. 3, 4, 6, dan 9 menurut WAGR. Peringkat ini membuat mereka menjadi salah satu tim unggulan untuk lolos menuju PON.

Lydia Hawila Sitorus satu dari hanya tiga pegolf wanita dari Sulawesi. Bersama Michelle Mogi ia membela Sulawesi Utara. Satu atlet lainnya, Renoctoviana Ramadiani Said menjadi wakil tuan rumah Sulawesi Selatan. Foto: Golfin’STYLE.

Tim Jawa Timur menjadi tim unggulan berikut yang berpeluang kuat untuk kembali tampil pada ajang PON, sekaligus mempertahankan status Juara Umum. Mereka diperkuat oleh sejumlah nama reguler yang telah menempa permainannya di Amerika, seperti Timothius Tirto Tamardi, Jose Suryadinata, Roger Christo Lianto, dengan tambahan Ach. Fani Nazaruddin.

Sementara Tim Jawa Barat, yang diperkuat oleh kuartet Akmin, Dana, Theodore Raharja, dan Randy Arbenata Muhamad Bintang bisa menjadi paket kejutan berkat kombinasi muda dan berpengalaman dalam tim ini.

Seperti halnya Jawa Barat, Tim Banten juga tampaknya bisa memberikan kejutan dengan kombinasi I Nyoman Pasek Jiwandana, M. Seandy Alfaraby, Franklin Graham Lydra, dan Taufik Hidayat.

Sektor wanita menjadi sorotan yang sangat menarik untuk diikuti. Hampir seluruh pemain yang memiliki ranking dunia ikut bertanding di Makassar sehingga bakal menghadirkan persaingan yang tak kalah serunya.

Tim Jawa Timur masih layak menjadi unggulan dengan komposisi pemain yang matang. Dengan diperkuat Inez Beatrice Wanamarta, yang saat ini menyandang peringkat terbaik di WAGR, No. 253, Jawa Timur diperkuat pula oleh Juara Indonesian National Amateur 2018 Nanda Winnet Soraya. Keduanya menjadi instrumen penting Tim Jawa Timur ketika menjadi Juara Umum pada PON XIX di Jawa Barat tiga tahun lalu. Sementara Alfe Setiono kembali hadir memperkuat daerahnya setelah sempat jeda panjang dari golf.

Sementara itu, daerah lain yang berpotensi menghadirkan persaingan ketat ialah Bali, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten. Tim Bali saat ini diperkuat dua alumni Amerika, yaitu Ida Ayu Melati Indira Putri, yang sempat meraih gelar juara jelang kelulusannya pada tahun ini, dan Victoria Chandra. Kedua atlet yang relatif senior ini ditemani oleh salah satu bintang muda Meva Helina Schmit, yang sudah beberapa kali mewakili Indonesia di luar negeri.

Akmin menjadi satu-satunya pemain senior di kategori Pria untuk Tim Jawa Barat, yang mengalami meraih medali pada PON XIX tiga tahun lalu. Foto: Golfin’STYLE.

Adapun Tim Jawa Barat menggantungkan harapan mereka pada Ribka Vania, Gianti Mahardika, dan Alya Febiola. Dari ketiganya, Ribka jelas menjadi yang paling menonjol dan diharapkan bisa membawa timnya kembali ke PON. Sebagai pemain, ia sendiri telah berkembang pesat sejak membantu Jawa Barat meraih satu emas, dua perak, dan tiga perunggu tiga tahun silam.

Dari Banten, Ika Woro Palupi masih memiliki potensi membantu timnya berangkat ke Papua. Juara Olympic Jabar Amateur Open 2018 ini ditemani oleh Nathania Damarisa Rim, yang beberapa kali ikut membela Tim Indonesia, dan Febrina Dwi Eka Putri.

Namun, jelas golf bukanlah sekadar ranking. Ada banyak faktor lain yang bakal menjadi penentu di Padivalley Golf Club dalam dua hari ini. Dua putaran 36 hole ini bakal menjadi momen yang krusial bagi sejumlah daerah, bukan hanya untuk memastikan wakilnya, tapi juga bagaimana tiap daerah bisa memikirkan investasi jangka panjang demi keberlangsungan eksistensi olahraga ini di daerah masing-masing.

Sejumlah daerah memang mengandalkan American Connection, untuk menyebut para atlet yang bersekolah dan berlatih golf di Amerika, maupun mereka yang sudah lulus dari universitas di sana. Menarik melihat bagaimana para atlet ini menerapkan pengalaman bermain di level tinggi di Amerika ke dalam konteks Pra-PON dan Padivalley Golf Club.

Sementara beberapa daerah lainnya lebih mengandalkan para pemain yang berlatih dan menempa diri di dalam negeri. Sebagian memanfaatkan atlet dari daerah lain, sementara yang lain kukuh mengutus wakil asal dari daerahnya sendiri, meskipun mungkin sudah cukup senior. Mereka ini jelas tak ingin sekadar mengikuti Pra-PON, tapi juga ingin membawa daerah yang mereka bela untuk tampil di Papua pada tahun depan.

Pra-PON ini juga bakal menjadi momen yang baik untuk melihat bagaimana perkembangan pembinaan tiap daerah yang mengirimkan atletnya sejak PON XIX Jawa Barat yang lalu. Dari sinilah peta perkembangan golf daerah semestinya bisa dinilai dan layak menjadi rujukan untuk menyusun strategi pembinaan daerah yang lebih baik.

Leave a comment