Shubhankar Sharma kembali melejit dan meramaikan persaingan menuju putaran akhir pekan CIMB Classic. Pegolf berusia 22 tahun ini menorehkan skor 64 dan kini berada hanya satu stroke dari duo pimpinan klasemen sementara, Gary Woodland dan Marc Leishman. Sharma memang seolah kehilangan performa yang pada awal tahun berhasil menebar pesona ke seluruh dunia. Usai finis di peringkat T9 pada ajang World Golf Championship-Mexico Championship dan T7 pada Hero Indian Open, ia memang belum menampilkan permainan yang membuatnya menjadi bahan pembicaraan dunia. Namun, masa-masa kelam tersebut tampaknya sudah berlalu. Permainannya pada putaran kedua menunjukkan bahwa ia telah kembali menemukan performa yang membantunya meraih gelar Asian Tour dan European Tour kedua dalam kariernya, persis delapan bulan lalu. Melakoni debutnya pada ajang CIMB Classic, Sharma hanya mendapat tiga bogey setelah memainkan 36 hole dalam dua putaran pertama. Dan pada putaran kedua kemarin (11/10), ia hanya butuh 26 putt dan menorehkan 15 green in regulation untuk membantunya memainkan putaran terendah kedua dalam kariernya–ia telah bermain dengan skor 62 pada ajang Manila Masters 2016 dan ketika ia menjuarai Maybank Championship bulan Februari tahun ini. “Sangat gembira, sangat puas dengan permainan saya. Ada banyak peluang birdie dan saya bisa memanfaatkan banyak di antaranya, jadi saya sangat senang,” ujar Sharma.
“Akhir pekan ini memang sangat penting …. Tapi saya hanya ingin keluar dan bermain golf.” – Shubhankar Sharma
Pada putaran kedua itu, Sharma menorehkan sembila birdie dengan hanya satu bogey. Tak heran jika ia merasa berada di zona di mana ia bisa bermain sangat bagus. “Cuma satu saja pukulan yang buruk, yaitu di hole 2. Selain itu, pukulan saya sagat bagus. Jadi, saya senang dengan posisi saya sekarang dan saya ingin melanjutkan permainan ini untuk dua hari berikutnya,” imbuhnya lagi. Ajang CIMB Classic ini sendiri menjadi turnamen yang sangat penting bagi Sharma. Tidak hanya dalam konteks PGA TOUR, di mana ia berhasrat untuk bisa menembus kancah PGA TOUR, tapi juga dalam konteks Asian Tour. Kini ia memang tengah memimpin Habitat for Humanity Standings, tapi ia hanya memiliki keunggulan seesar US$54.278 dari Park Sanghyun di tempat kedua. “Akhir pekan ini memang sangat penting di depan PGA TOUR, Asian Tour Order of Merit (Habitat for Humanity Standings). Tapi saya hanya ingin membuatnya sederhana, saya hanya ingin keluar dan bermain golf,” ujar Sharma, yang pada pekan ini ditemani oleh pelatihnya. Kini ia pun berniat untuk melampaui pencapaian Anirban Lahiri yang menorehkan finis di peringkat T3 pada edisi 2016. Pada akhir putaran kedua itu, Sharma berbagi peringkat ketiga bersama bintang dan pemenang Ryder Cup asal Inggris, Paul Casey. Casey pun tampak mulai membuka peluang untuk meraih kemenangan setelah bermain 7-under 65. Ia dan Sharma mengumpulkan skor total 13-under 131.

Leave a comment