Pegolf berkebangsaan Amerika Serikat Micah Lauren Shin menjadi juara termuda Asian Tour musim 2017 ketika berhasil memenangkan Resorts World Manila Masters pada hari Minggu (12/11) lalu. Ia berhasil menjuarai turnamen tersebut setelah mengalahkan pegolf Thailand Arnond Vongvanij lewat babak play-off.

Shin sempat mendapatkan penalti dua stroke di hole pertama lantaran mendapati membawa 15 club di tasnya. Namun, insiden ini, plus sebuah bogey di hole ketiga sama sekali tidak membuatnya undur dari persaingan, malah mendorongnya untuk masuk dalam perebutan juara.

Pegolf yang baru berusia 20 tahun ini memulai ”hujan” birdie-nya di hole 4 dan mencatatkan tiga birdie berturut-turut dari hole 7. Ia menambahkan empat birdie lagi di sembilan hole terakhirnya untuk memaksakan play-off dengan Arnond yang bermain 5-under 67 pada putaran final tersebut. Babak play-off terpaksa dilakukan setelah kedua pemain ini mencatatkan total skor 19-under 269.

Pada hole play-off pertama di hole 18 par 5, Shin mendapat keuntungan awal setelah bolanya mencapai fairway, sementara pukulan tee Arnond malah masuk ke rough di sisi kiri. Setelah mencapai green dalam tiga pukulan, Arnond melepas putt birdie dari jarak 7 kaki. Sementara Shin tak melakukan kesalahan dan memasukkan putt dari jarak kurang dari 4 kaki untuk memenangkan gelar Asian Tour pertamanya di Manila Southwoods Golf and Country Club itu.

”Putting saya belum begitu bagus dalam tiga putaran awal, tapi hari ini (kemarin) sangat bagus. Saya memang kena penalti dua stroke di hole pertama karena kebanyakan membawa club. Tapi setelah itu, saya sadar, mungkin saya memang butuh penalty untuk bisa lebih fokus,” tutur Shin. ”Saya tetap fokus di tiap hole dan berhasil kembali masuk persaingan.”

Meskipun demikian, Shin mengaku memiliki keraguan saat memainkan putaran final tersebut sehingga lebih banyak mempercayai kedinya. Namun, ia mengaku kehabisan kata-kata mengingat kemenangan ini mengubah perjalanan karier profesionalnya.

Shin meraih kartu Asian Tour musim ini setelah lolos Qualifying School pada bulan Januari. Sebelum bermain di Manila, ia selalu berhasil lolos cut dalam sepuluh turnamen sebelumnya. Prestasi terbaiknya sebelum ini ialah finis T15 pada ajang Queen’s Cup.

Kemenangan ini tak hanya menjadi kemenangan perdana bagi Shin, tapi juga menempatkannya sebagai pemain termuda yang meraih gelar Asian Tour pertama pada musim ini.

Adapun unggulan tuan rumah, Miguel Tabuena, harus puas finis di peringkat ketiga bersama Phachara Khongwatmai setelah masing-masing membukuan 67 dan 69 pada ajang yang memperebutkan total hadiah sebesar US$1 juta ini.

Meski gagal, Tabuena mengaku kegagalannya ini merupakan bagian dari proses belajarnya.

”Target saya hari ini (kemarin) ialah bersaing meraih trofi dan saya bangga bisa melakukan hal itu. Memang lebih sulit bermain di negeri sendiri lantaran ada banyak ekspektasi dan orang lain yang menyemangati. Dan Anda tak ingin mengecewakan mereka. Tapi secara keseluruhan, saya bangga pada diri sendiri dan puas dengan cara saya bermain di lapangan,” ujar Tabuena.

Sementara itu, upaya Rory Hie sebagai satu-satunya pegolf Indonesia yang berlaga di Manila pekan kemarin akhirnya berujung pada total 8-under 280. Untuk kedua kalinya Rory membukukan skor 3-under 69 setelah membukukan enam birdie dan tiga bogey. Dengan skor tersebut, Rory harus puas finis di peringkat T39

Resorts World Manila Masters ini merupakan turnamen Asian Tour ke-9 bagi Rory. Dan dengan hasil pekan kemarin, ia berhasil menambah US$6.220 pada pundi-pundi hadiahnya. Meskipun cukup besar, nilai ini belum cukup membawanya memasuki zona 60 besar Order of Merit Asian Tour musim ini. Seusai turnamen ini, praktis Rory mengumpulkan total hadiah uang sebesar US$33.347 dan saat ini berada di peringkat 73. Thaworn Wiratchant dari Thailand saat ini berada di peringkat 60 dengan mengumpulkan total US$49.661 dari 15 turnamen yang ia ikuti.