Pegolf Kanada Justin Shin melanjutkan performa cemerlangnya pada ajang Macau Championship, turnamen terakhir dari rangkaian PGA TOUR Series-China musim ini, dengan skor 62. Permainan luar biasanya ini membawanya kukuh di puncak klasemen dengan 17-under 125.

Pada putaran di Caesar’s Golf Club Macau hari ini, Shin mencatatkan delapan birdie, sebuah eagle dan satu bogey. Raihannya saat ini menempatkannya unggul lima stroke dari pesaing terdekatnya, Charlie Netzel asal AS, sekaligus memberinya peluang untuk meraih gelar pertama sejak menjuarai United Investment Real Estate Wuhan Open tahun 2015 silam.

Permainan gemilang dalam dua putaran pertama kali ini tak terlepas dari keputusannya untuk mengganti putter pada bulan September lalu. Ia bahkan mencatatkan dua hasil positif di kancah Korean Tour, yang turut memulihkan rasa percaya dirinya.

Bermain dari hole 10, ia mencatatkan enam birdie di sembilan hole pertamanya itu, namun menilai eagle di hole 11 par 4 sebagai momen paling berkesan baginya pada putaran kedua ini.

Charlie Netzel bakal bermain lepas lantaran sudah mengamankan tempat pada Korn Ferry Qualifying Tournament. Foto: PGA TOUR Series-China/Liu Zhuang.

“Angin sedikit berembus dari belakang dan jarak saya sekitar 134 yard, jadi saya menggunakan wedge 52, dan ternyata jaraknya sebenarnya cukup jauh. Saya bahkan mengira bolanya takkan sampai ke green. Namun, setelah memantul dua kali, bolanya malah bergulir masuk, dan saya memukul dengan jarak pukul yang tepat. Mungkin itulah bagian terbaik pada hari ini,” tuturnya gembira.

Setelah empat par berturut-turut, ia langsung bangkit usai bogey di hole 16 dengan birdie di hole 17, sebelum akhirnya mendapat enam birdie lagi di sembilan hole terakhirnya.

“Di par 3 hole 16 itu saya mendapat bogey dan sempat kehilangan fokus akibat tiga putt di sana,” ujar Shin. “Untungnya, saya bisa langsung bangkit dengan birdie di hole 17, dan birdie itu membantu saya untuk menuntaskan putaran ini dengan sangat baik.”

Meskipun memiliki keunggulan yang cukup besar, Shin mengaku tidak ingin lekas merasa aman dan berniat untuk mengoleksi lebih banyak birdie lagi. Pasalnya, pada ajang Cadillac Championship pada PGA TOUR Series-China musim 2016, ia berada di posisi yang sama sebelum akhirnya posisinya dicuri pemain lain.

“Saya sudah mengalaminya sebelumnya. Dua tahun lalu, ketika Alex Kang menang, saya sudah main 18-under dalam dua putaran, kemudian dia main 10-under dan 5-under pada akhir pekan lalu finis dengan 29-under dan mengalahkan saya. Saya hanya ingin seperti itu dan berusaha finis dengan 26 atau 27-under. Itu target saya akhir pekan ini,” tegasnya.

Adapun Netzel, yang kini berada di peringkat 23 Order of Merit diprediksi bisa memperbaiki peringkatnya ke posisi 10 Order of Merit jika posisinya saat ini sebagai pemain di peringkat kedua bisa bertahan hingga hari Minggu. Meski demikian, ia tak ingin berpikir terlalu jauh.

“Saya sudah masuk ke tahap kedua (pada Korn Ferry Qualifying Tournament), jadi saya hanya akan main lepas dan apa yang terjadi, biarlah terjadi. Anda memainkan tiap turnamen dengan usaha untuk memenangkannya, jadi rencana saya masih seperti itu. Tapi kalau saya bisa menang atau finis meyakinkan dan menembus 10 besar, hal ini bakal menjadi suatu bonus,” sambungnya lagi.

Leave a comment