Shubhankar Sharma melanjutkan perburuan gelar pada ajang Joburg Open hingga ke hari Senin (11/12) ini. Turnamen tri-sanction dari Sunshine Tour, European Tour, dan Asian Tour ini terpaksa dilanjutkan ke hari Senin lantaran ancaman petir.

Sampai turnamen dihentikan, Sharma sudah membukukan total 22-under sampai hole ketujuh yang ia mainkan. Namun, badai di atas Randpark Golf Club membuat panitia menghentikan turnamen pada pukul 13:00 waktu setempat. Kondisi cuaca yang tak kunjung membaik membuat panitia memutuskan melanjutkan putaran final pada hari Senin pukul 07:30 waktu setempat.

Sharma yang tengah mencari gelar pertamanya memegang deposit empat stroke. Namun, pegolf tuan rumah Erik Van Rooyen mengejar perolehan nilai Sharma. Sharma yang baru berusia 21 tahun ini membukukan birdie di hole 2 dan 6, namun Van Rooyen tampil luar biasa dengan membukukan empat birdie di delapan hole.

Van Rooyen jelas akan menjadi penantang bagi Sharma. Pegolf asal Johannesburg ini telah menjalani tahun 2017 dengan sangat baik. Ia sudah meraih dua kemenangan tahun ini, Eye of Africa PGA Championship dan Hainan Open pada kancah Challenge Tour.

”Saya melihat awan gelap datang saat memainkan hole 7 dan saya berdoa semoga kami bisa menyelesaikan turnamen. Tapi itu memang di luar kuasa kami. Mungkin akan lebih berat kalau kami hanya bisa memainkan beberapa hole saja hari ini,” tutur Sharma.

Sharma mengaku berusaha menenangkan dirinya selama penundaan berlangsung. Namun, ketika hujan mulai turun, ia mendapati mengobrol dengan beberapa orang bakal membantu.

”Saya mengobrol dengan Gavin (Green) dan menelepon ayah saya. Saya harus membatalkan tiket pesawat saya hari ini (kemarin), tapi ini bukan hal yang sulit, mengingat posisi saya tengah berpeluang juara seperti ini,” ujarnya lagi.

Sepanjang kariernya bermain pada ajang Asian Tour, Sharma belum pernah memainkan putaran final dalam posisi memimpin. Dengan sementara ini unggul empat stroke dari pesaing terdekatnya, Sharma memang sangat berpeluang untuk menjadi pegolf Asia pertama yang menjuarai Joburg Open dalam debutnya di Afrika Selatan ini.

Joburg Open 2017 ini merupakan turnamen kesembilan dalam agenda Asian Tour yang mesti dituntaskan pada hari Senin. Tahun lalu dua turnamen bahkan mengalami nasib serupa, yaitu SMBC Singapore Open dan BANK BRI-JCB Indonesia Open. Turnamen lain yang mesti dituntaskan pada hari Senin ialah BMW Asian Open 2005, Hero Honda Indian Open 2006, HSBC Champions 2008, Barclays Singapore Open 2010 dan 2011, dan CIMB Classic 2013.