Pegolf asal India Shubhankar Sharma mencatatkan skor terendah dalam kariernya, 10-under 61 dan kini masuk dalam persaingan untuk berburu gelar pada ajang Joburg Open. Skornya tersebut memang belum membawanya memimpin klasemen sementara. Namun, dengan total skor 13-under 130, ia berada satu stroke di belakang pimpinan klasemen asal Finlandia, Tapio Pulkkanen.

Pegolf berusia 21 tahun ini memang tengah mengincar gelar Asian Tour perdananya. Bermain di Bushwillow Course 71 par yang pendek di Randpark Golf Club, Sharma mencatatkan 10 birdie. Catatannya ini merupakan skor terbaik pada hari kedua ajang yang disokong juga oleh Sunshine Tour dan European Tour ini.

”Luar biasa. Saya melakukan persis sebagaimana yang saya inginkan. Saya berhasil melakukan pukulan yang cukup bagus dan melakukan sejumlah up-and-down penting,” ujar Sharma. ”Bushwillow memang lebih pendek daripada Firethorn, tapi lapangan ini sempit. Anda mesti benar-benar memukul lurus dari tee kalau mau menyerang green.”

”Setelah main 3-under kemarin saya pulang dan tertidur. Saat bangun, saya sadar ada banyak orang yang main di bawah par. Jadi, saya tak merasa tenang main 3-under dan sangat ingin mendapat birdie pada putaran kedua. Setelah saya main 4-under dalam enam hole, saya merasa relaks karena sudah main bagus,” ujarnya lagi.

Saat ini Sharma berada di peringkat 22 Order of Merit Asian Tour. Musim 2017 merupakan musim yang cukup positif bagi kariernya dengan empat kali finis di peringkat sepuluh besar. Ia bahkan sempat masuk lima besar ketika finis T4 pada ajang Bashundhara Bangladesh Open bulan Februari 2017. Pada turnamen kali ini, ia hanya mendapat dua bogey ketika memainkan Firethorn Course.

Sebagai salah satu rangkaian kualifikasi menuju The Open Championship 2018, tiga pemain yang belum lolos akan mendapat tiket untuk berlaga pada ajang Major tertua tersebut.

”Sudah menjadi impian semua pegolf untuk bisa main pada The Open,” aku Sharma. ”Tapi pada saat yang sama, saya tak ingin berpikir banyak soal peluang itu. Saya baru separuh jalan. Saya ingin menjaga fokus dan tetap bermain. Bisa menang jelas hal yang hebat dan apa pun yang didapat setelah itu adalah bonus.”

Sementara itu, Pulkkanen yang tampil mencolok berkat topi fedoranya berhasil membukukan skor 64 untuk mencatatkan total 14-under 129 dan menjadi pimpinan klasemen sementara. Catatannya ini terbilang sangat baik, mengingat ia belum mendapat bogey sama sekali. Setelah membukukan enam birdie dalam enam hole pertamanya, ia kembali menambah birdie di hole 11 dan 12.

”Enam birdie berturut-turut—sungguh awal yang luar biasa! Saya mulai kesulitan ketika memasuki sembilan hole kedua, tapi berhasil mendapat par dan dua birdie lagi. Jadi, ini putaran yang solid,” ujar Pulkkanen.

”Pukulan driver saya bagus dan merupakan kunci buat saya. Lapangan ini saya pikir sempurna, jadi saya tak mendapat masalah sama sekali. Green-nya sedikit lebih lembut, tapi sempurna,” tambahnya.

Pulkkanen telah menjuarai Road to Oman pada Challenge Tour musim lalu. Turnamen ini sendiri merupakan turnamen kedua baginya setelah gagal lolos cut pada UBS Hong Kong Open dua pekan lalu.

Pemimpin Order of Merit Asian Tour asal Malaysia, Gavin Green berhasil menjaga peluang untuk memperkukuh posisinya di peringkat teratas. Kemarin ia bermain dengan skor 67 dan berhasil lolos cut setelah finis di peringkat T27.

Sebanyak 19 pemain mesti kembali memainkan putaran kedua mereka pada pukul 07:30 waktu setempat untuk menuntaskan sisa hole yang belum mereka mainkan. Cut-off diperkirakan pada skor 4-under.