Komisioner PGA TOUR Jay Monahan takkan melewatkan pukulan tee pertama ketika THE PLAYERS Championship dimulai beberapa jam lagi.

Oleh Chris Cox, PGA TOUR

Jay Monahan tak pernah menyaksikan aksi pembuka pada THE PLAYERS Championship 2020, ketika Hideki Matsuyama berhasil memimpin dengan keunggulan dua stroke berkat skor memukau 9-under 63. Sebaliknya, Komisioner PGA TOUR itu menghabiskan putaran pertama dari turnamen flagship organisasinya di dalam ruang rapat di TPC Sawgrass. Ia memikirkan bagaimana jadinya golf dan seluruh dunia.

Pandemi COVID-19 akhirnya mencapai seluruh pesisir Amerika Serikat. Hanya dalam beberapa jam, kehidupan berubah seperti yang ia alami kemudian. THE PLAYERS Championship segera berakhir, sebagaimana halnya dengan tiga bulan jadwal kompetisi PGA TOUR.

”Meskipun kabar tersebut begitu menyayat hati bagi PGA TOUR, para pemain, penggemar, dan masyarakat kami, apa yang kita alami saat itu tidak sebanding dengan apa yang dunia kita alami dalam hari-hari, pekan-pekan, dan bulan-bulan berikutnya,” tutur Monahan. ”Jumat pagi itu, ada beberapa pemikiran yang terlintas, salah satunya ialah meskipun kami tidak tahu apa yang akan terjadi, kami akan mengambil pengalaman yang ada dan menjadikannya sebagai sesuatu yang positif, sesuatu yang saya rasa permainan kita berhasil melakukannya dengan lebih baik ketimbang yang lain.”

Persis 362 hari kemudian, visi Monahan tersebut terbukti.

Komisioner PGA TOUR itu kini tak berniat untuk menghabiskan hari Kamis pada putaran pembuka di TPC Sawgrass kali ini di dalam ruang rapat yang sempit. Kali ini ia bakal berjalan di Stadium Course, menyerap setiap momen yang disuguhkan oleh THE PLAYERS Championship.

”Ada rasa bangga, dan yang terpenting, bisa kembali ke sini setahun kemudian, bangga kepada para pemain, bangga kepada seluruh kedi, semua orang yang bekerja sangat keras untuk mengembalikan kita semua ke saat ini, ….” — Jay Monahan.

Sebagaimana yang kini ia pahami, hari-hari ini tak lagi dijalani secara sia-sia.

”Saya selalu berada di sana tiap tahun untuk menyaksikan pukulan tee pertama sejak saya mulai bertugas sebagai Direktur Eksekutif THE PLAYERS,” tutur Monahan. ”Tahun lalu, untuk alasan yang sudah jelas … merupakan pertama kalinya saya tak berada di sana. Hari Kamis ini saya akan hadir. Saya malah tak sabar. Ada rasa bangga, dan yang terpenting, bisa kembali ke sini setahun kemudian, bangga kepada para pemain, bangga kepada seluruh kedi, semua orang yang bekerja sangat keras untuk mengembalikan kita semua ke saat ini, dan, tanpa terlihat, melakukan semua hal dengan cara yang sangat menginspirasi.

”Saya pikir ini pekan yang penting buat kita semua setiap tahunnya, tapi secara khusus pada tahun ini.”

Hari Selasa kemarin memang terasa seperti biasanya bagi Monahan ketika ia berbicara dari podium, sebagai bagian dari sambutan tahunannya sebelum THE PLAYERS Championship. Namun, seperti yang dipahami oleh mereka yang mengikuti olahraga ini dalam 12 bulan terakhir, suasana tahun ini jelas berbeda daripada biasanya.

”Senang sekali bisa kembali (ke TPC Sawgrass),” ujar sang juara bertahan Rory McIlroy, yang mengangkat trofi THE PLAYERS 2019. ”Sudah setahun berlalu sejak dunia berubah, dan saya pikir semua orang di sini, terutama para pemain yang bertanding, merasa sangat bersyukur bisa kembali melakukan apa yang ingin kami lakukan, yaitu bermain golf dan berusaha memenangkan turnamen.”

”Melihat kehadiran para penggemar dan mendapatkan energi (dari mereka) menjadi sesuatu yang sangat saya rindukan. Saya pikir hal seperti itu (absennya penonton) ikut mengubah turnamen golf” — Justin Thomas.

Berbagai penanda yang diperlihatkan menunjukkan betapa edisi THE PLAYERS kali ini sangat berbeda daripada musim-musim sebelumnya, yang sekaligus mengingatkan adanya ”kenormalan baru”, seperti menjaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan, yang ditempatkan di seluruh lapangan. Dan alih-alih fasilitas yang ramai, TPC Sawgrass kali ini hanya bisa menerima 20% dari kapasitas maksimalnya. Tiket-tiket selama empat putaran kompetisi pun sudah ludes hanya dalam hitungan jam.

”Melihat kehadiran para penggemar dan mendapatkan energi (dari mereka) menjadi sesuatu yang sangat saya rindukan. Saya pikir hal seperti itu (absennya penonton) ikut mengubah turnamen golf,” tutur Justin Thomas. ”Tekanannya, kegugupannya, segala sesuatu yang muncul karena kehadiran penonton, semua itu benar-benar membuat perbedaan. Rasanya membuat turnamen jauh lebih baik. Mereka memberi atmosfer pada sebuah turnamen, keriuhan, adrenalin. Segala sesuatu yang membuat turnamen menjadi menyenangkan.”

Minat yang sedemikian menjadi pertanda popularitas PGA TOUR dan THE PLAYERS Championship. Namun, semua itu sekaligus menandakan peningkatan popularitas golf semasa pandemi, mengingat para penggemar lama dan baru mulai meramaikan lapangan-lapangan setempat sejak tahun lalu.

”Saya sudah menyampaikannya berkali-kali, namun sembari kita duduk di sini kali ini, ada lebih banyak orang yang memilih golf,” ujar Monahan. ”Entah Anda bermain sembilan hole, atau 18 hole, entah melakukan chipping, putting, entah sekadar bermain PGA TOUR 2K21, permainan itu sendiri telah mengambil peran yang penting. Golf menjadi olahraga yang memberikan jeda. Golf membantu mereka mengatasi kesehatan mental dan kebugarannya, kesehatan fisik mereka.

”Saya pikir ketika melihat apa yang bisa kami lakukan, memainkan 36 turnamen, menunjukkan keindahan alam dari olahraga kita, untuk menginspirasi begitu banyak penggemar, saya pikir dalam banyak hal semua itu ikut membawa pencerahan yang dihadirkan oleh olahraga kita ini.”

”… kami berharap bahwa, ketika akhirnya kami bisa bermain di Asia, kami ada dalam posisi yang memungkinkan untuk melakukannya, ….” — Jay Monahan.

Tentulah, setiap hari kita masih diingatkan bahwa dunia masih belum pulih seperti sedia kala.

Hanya beberapa jam sebelum Monahan melangkah ke panggung, PGA TOUR mengumumkan pembatalan RBC Canadian Open untuk kedua kalinya secara berturut-turut, lantaran kendala logistik terkait dengan pandemi. Dan masih belum pasti apakah perjalanan internasional akan memungkinkan gelaran tiga pekan Asia Swing, yang sebenarnya sangat dinantikan, pada musim gugur tahun ini.

”Kami masih berharap. Sudah tentu masih ada ajang di luar negeri, seperti Open Championship, lalu ada juga Olimpiade, dan kami berharap bahwa, ketika akhirnya kami bisa bermain di Asia, kami ada dalam posisi yang memungkinkan untuk melakukannya,” tutur Monahan lagi. ”Namun, meskipun kami menunjukkan tiap langkah menuju ke sana, kami akan memaksimalkan tiap waktu untuk memastikan ada rencana cadangan.

”Saya pikir, apa yang ZOZO dan CJ lakukan tahun lalu dengan menggelar ajang mereka di Amerika Serikat dan tetap mempertahankan jadwalnya sungguh luar biasa. (Dan untuk) Kanada, kabar tersebut jelas berat karena kami takkan memainkan ajang nasional terbuka mereka untuk dua tahun berturut-turut. Kami akan mencoba mencari solusinya.”

Meski semua upaya yang terus dikerjakan, dan dengan beberapa jam menuju dimulainya THE PLAYERS Championship, Monahan jelas sudah bisa tersenyum. Segala sesuatunya jelas terlihat suram setahun yang lalu. Namun, 48 dari 50 pegolf terbaik dunia, kini sudah berada di Jacksonville pada pekan ini. Masing-masing berharap bisa mengangkat salah satu trofi utama yang bisa ditawarkan oleh golf. Dan bagi Monahan, fakta ini adalah sesuatu yang layak dirayakan.