Pegolf asal Spanyol, Sergio Garcia meraih Major pertama dalam karier profesionalnya setelah menjuarai The Masters lewat babak play-off dengan peraih medali emas Olimpiade, Justin Rose.

Garcia dan Rose harus menjalankan babak play-off setelah keduanya sama-sama mencatatkan total skor 9-under 279.

Bermain dalam kondisi yang menunjukkan kedewasaan—Garcia menyebut dirinya sangat tenang menjalani putaran final, jauh berbeda daripada sebelum-sebelumnya—pegolf berjuluk El Niño ini sempat kehilangan keunggulan tiga pukulannya pada sembilan hole pertama. Dan ia berbalik tertingal dua pukulan setelah memainkan 12 hole.

Namun, ia membuktikan kematangannya dengan mengamankan par di hole 13 setelah sempat mendapat penalti satu pukulan. Lalu birdie di hole 14 ia lanjutkan dengan eagle dari jara k14 kaki di hole 15.

Memasuki hole terakhir, Garcia dan Rose sama-sama mencatatkan 9-under. Keduanya sama-sama mendapat par di hole terakhir sehingga harus memainkan babak play-off.

Butuh dua putt untuk mendapat par dan meraih kemenangan, Garcia malah mendapat birdie untuk memastikan gelar Major pertamanya.

Kemenangan ini menjadi sangat istimewa lantaran diraih tepat pada peringatan ulang tahun ke-60 legenda Spanyol, Severiano Ballesteros.

Sejak meraih gelar pemain amatir terbaik ketika menjalani debutnya pada The Masters 1999, Sergio disebut-sebut sebagai penerus Seve. Namun, 73 kali tampil pada turnamen Major, pegolf asal Borriol, Castellon ini tak kunjung menjadi juara.

Sebelum ini, pencapaian terbaiknya pada ajang Major ialah ketika finis di peringkat kedua pada US PGA Championship 1999 dan The Open Championship 2007. Ia juga finis T2 pada US PGA Championship 2008 dan The Open 2014.

”Sejak driving pagi tadi hingga bermain di lapangan saya merasa sangat tenang,” ujar Garcia. ”Saya merasakan ketenangan yang belum pernah saya rasakan pada hari Minggu dalam sebuah Major. Bahkan setelah mendapat beberapa bogey, saya masih merasa positif. Saya yakin da banyak hole yang bisa saya kejar. Saya sangat gembira. … Ini penantian yang sudah begitu lama.”

Garcia juga menyebut kemampuannya untuk menunjukkan karakter dan mentalitasnya ketika segalanya tak berjalan dengan baik sebagai kunci terpenting dari kemenangannya kali ini.

Dengan keberhasilannya ini, Garcia menjadi pegolf Spanyol ketiga yang menjuarai The Masters. Sebelumnya, Seve Ballesteros (1980 dan 1983) dan José María Olazábal (1994 dan 1999) juga telah mengenakan Jaket Hijau.1491834013117
Rose, juara US Open 2013, mengakui keunggulan Garcia. ”Sungguh pertarungan yang menyenangkan dengan Sergio,” ujarnya. ”Jika ada orang yang harus diakui keunggulannya, Sergiolah orangnya. Ia pantas mendapat kemenangan ini.”

Sementara itu, Hideki Matsuyama menjadi pegolf Asia terbaik pada The Masters kali ini setelah ia finis di peringkat T11. Ia bermain 76-70-74-67 untuk total skor 1-under 287. Juara The Masters 2014 Jordan Spieth juga berada di tempat yang sama bersama Russel Henley, Brooks Koepka, dan Rickie Fowler.

Adapun juara The Masters 2011 Charl Schwartzel finis di peringkat ketiga dengan catatan 6-under 282. Sedang pegolf Irlandia Utara Rory McIlroy harus menanti hingga tahun depan untuk menggenapi karier Grand Slam-nya setelah berbagi tempat di posisi ke-7 bersama Kevin Chappell dengan 3-under 285.

Stewart Hagestad, juara US Mid-Amateur 2016 meraih gelar Lowest Amateur setelah mencatatkan total skor 6-over 294. Ia berhasil mengungguli juara US Amateur 2016 dan Asia-Pacific Amateur Championship 2016 asal Australia Curtis Luck.