Pegolf Spanyol Sergio Garcia menuntaskan misi di Singapura dengan menjuarai SMBC Singapore Open pada hari Minggu (21/1) lalu. Ia menunjukkan performa yang luar biasa dengan mencatatkan 3-under 68 pada putaran finalnya untuk keunggulan lima stroke.

Juara The Masters 2017 ini memaksimalkan keunggulan satu stroke ketika mengawali putaran final. Ia berhasil memperlebar selisih dengan para pesaingnya hingga lima stroke ketika menuntaskan sembilan hole pertamanya di Sentosa Golf Club Serapong Course.

Ia langsung mendapatkan momentumnya dengan membukukan birdie di hole pertama. Ia menambah birdie lagi secara berturut-turut di hole7 dan 8. Unggul lima stroke, Garcia benar-benar memegang kendali turnamen dengan bermain sembilan par berturut-turut untuk memastikan gelar pertamanya pada tahun 2018 ini.

Dominasi Garcia ini di antaranya berkat akurasi driving-nya yang mencapai 78,6% dengan rata-rata mencapai 320 yard. Ia juga melakukan approach yang tajam ke green dengan persentase mencapai 90,3% plus rata-rata putt-nya 1,75 putt per hole.

”Kelihatannya mudah, tapi tidak udah. Anda mesti benar-benar melakukan pukulan yang bagus,” ujar Garcia. ”Bisa mengawali musim dengan kemenangan jelas luar biasa, dan bisa melakukannya di lapangan ini menghadapi para pemain tangguh Asia, di kondisi cuaca yang sedemikian, jelas tidak mudah.”

Sepanjang turnamen ini, Garcia hanya membukukan3 bogey dengan sebuah eagle, 15 birdie, dan 53 par. Total skor 14-under 270 membuatnya mengungguli pegolf Jepang Satoshi Kodaira dan pegolf Afrika Selatan Shaun Norris yang harus puas berada di peringkat kedua.

Pegolf Thailand Jazz Janewattananond sempat berpeluang untuk meraih kemenangan pada turnamen kolaborasi Asian Tour dan Japan Golf Tour ini setelah main 68 dan 66 pada putaran dua dan tiga. Sayangnya, pada putaran akhir ia hanya bisa main 71. Meski demikian, ia patut berbangga lantaran finis di posisi T4 otomatis memberinya tempat untuk bermain pada The Open Championship tahun ini—SMBC Singapore Open kali ini menjadi salah satu pintu kualifikasi The Open.

”Bisa bermain pada ajang The Open, bermain pada turnamen Major, benar-benar mimpi yang menjadi kenyataan! Ini akan menjadi penampilan perdana saya dan ini luar biasa karena ada begitu banyak pemain besar yang main di sana. Sebelumnya saya sudah pernah bermain pada Junior Open Championship ketika diadakan di London Links. Sejak saat itu perjalanan saya sudah sangat panjang,” tutur Jazz.

Pegolf Thailand lainnya, Danthai Boonma yang juga finis di peringkat keempat akan menemani Jazz berlaga di Carnoustie.

Dua tempat untuk bermain pada ajang Major tertua itu diraih oleh pegolf Amerika Serikat Sean Crocker dan pegolf Australia Lucas Herbert.

Sementara itu, satu-satunya pegolf Indonesia yang tersisa pada ajang SMBC Singapore Open tahun ini, Danny Masrin, meskipun tidak berhasil mengulangi permainan fenomenalnya dalam putaran dua dan tiga, masih berhasil finis di peringkat T12. Ini menjadi prestasi terbaik Danny selama bermain pada ajang Asian Tour.

”Serapong Course memang lapangan yang cukup panjang dan susah. Apalagi angin selalu berembus dengan kencang,” tutur Danny. ”Tapi kekuatan permainan saya ada pada permainan iron. Saya banyak melakukan pukulan mid dan long iron di hole-hole par 4, jadi mungkin karena itulah saya bisa main bagus.”

Hasil positif ini jelas akan meningkatkan percaya diri Danny untuk melanjutkan kiprahnya pada tahun 2018 ini.