Sergio Garcia menguasai puncak klasemen putaran pertama THE PLAYERS Championship, ketika wakil Asia masih belum menampilkan permainan terbaiknya.

Sergio Garcia tampaknya sulit menjelaskannya. Toh ia sama sekali tak perlu memberi penjelasan apa-apa.

Pegolf Spanyol ini tampak sangat nyaman bermain di The Stadium Course di TPC Sawgrass. Selama hampir 20 tahun bermain di sini, ia tak pernah gagal lolos cut. Bahkan ia sempat menang di sini pada tahun 2008, selain finis sendirian di tempat kedua pada tahun 2007 dan T2 pada tahun 2015. Tahun ini ia mengawali THE PLAYERS Championship berbekal 24 putaran mencatatkan skor 60-an.

Kali ini ia bahkan menggenapinya menjadi 25.

Garcia menorehkan skor 7-under 65 menyusul eagle dari jarak 2,4 meter di hole terakhir yang memberinya keunggulan dua stroke atas Brian Harman. Sang Juara edisi 2008, yang bermain dari sembilan hole terakhir di The Stadium Course ini menorehkan birdie-birdie-eagle di tiga hole terakhirnya untuk skor 32.

 

 

”Entahlah, saya memang menyukainya,” ujar Garcia. ”Saya selalu mengatakan hal ini: Valderrama dan lapangan ini menjadi beberapa lapangan favorit saya dan untuk alasan tertentu malah cocok di mata saya. Saya bisa melihat apa yang ingin saya lakukan hampir di tiap hole dan tinggal mengeksekusinya saja. Namun, pastinya saya lebih merasa nyaman, dan telah melakukan dengan baik. Jadi, semua hal itu jelas membantu.”

Hari itu jelas menjadi hari yang sempurna bagi Garcia, yang memainkan keempat hole par 5 dengan skor 5-under berkat sepasang eagle dan birdie. Inilah pertama kalinya dalam 77 keikutsertaannya di TPC Sawgrass pegolf Spanyol ini menorehkan lebih dari satu eagle. Skor tersebut sekaligus menjadi putaran pertama dengan skor 65 atau lebih baik yang pernah ia bukukan sejak putaran final tahun 2013.

Menyinggung eagle di hole 9, yang menjadi hole terakhirnya, Garcia mengomentari, ”Saya bisa melakukan pukulan 5-wood yang bagus, di mana bola berhenti dengan sempurna dan bisa menggigit green, sesuatu yang tak pernah mudah dilakukan di sana sehingga menyisakan putt menanjak yang sangat bagus buat saya, cukup lurus, mungkin sedikit ke sisi kiri. Dan saya cukup beruntung bisa memasukkannya.”

Hari yang sangat baik bagi Garcia, namun memberi hasil yang berbeda bagi kubu Asia. Tiga pegolf Korea memulai pekan ini dengan even par. Juara PLAYERS 2017, Kim Siwoo, yang belum lama ini memenangkan The American Express sempat bermain 2-under berkat eagle di hole 16 par 5, namun mendadak kehilangan momentum ketika pukulan tee-nya masuk air di hole 17. Ia terpaksa menuntaskan hole tersebut dengan double bogey. Bogey di hole 1 kemudian membuatnya harus bermain dengan 1-over, sampai akhirnya mendapat birdie di hole 9.

Rekan senegaranya, Im Sungjae, juga mencatatkan skor serupa. Pegolf No.17 Dunia ini langsung mendapat bogey di hole pertamanya, sebelum kemudian meraih birdie perama di hole 9. Hal serupa juga terjadi di sembilan hole terakhirnya. Setelah bogey di hole 13 par 3, ia akhirnya mencatatkan birdie keduanya di green pulau hole 17 setelah pukulan tee-nya menyisakan jarak 1,5 meter dari lubang.

”Skor besar di hole 18 jelas tidak membantu, dan kemudian double bogey di hole pertama juga sama saja.” — Rory McIlroy.

Lee Kyounghoon juga mencatatkan skor even par setelah menuntaskan permainannya pada sore hari. Ia sempat mengawali permainannya dengan dua birdie di hole 10 dan 14, namun harus mendapat dua bogey di tiga hole berikutnya.

Juara bertahan Rory McIlroy justru harus mengalami jalan terjal untuk mempertahankan gelarnya. Double bogey di hole pertama membuatnya harus mengalami putaran pertama yang jauh dari memuaskan. Di hole 13 ia kemudian mendapat bogey, lalu mencatatkan double par di hole 18 lantaran bolanya dua kali masuk air. McIlroy pun harus menuntaskan putaran pertama dengan skor 79.

”Skor besar di hole 18 jelas tidak membantu, dan kemudian double bogey di hole pertama juga sama saja,” tutur McIlroy. ”Sulit sekali untuk bangkit ketika sedang tidak main bagus. Bahkan jika Anda tidak menghitung skor di hole 18, hari ini masih jauh dari positif buat saya.”

McIlroy tidak sendirian. Mantan juara lainnya, Henrik Stenson, menorehkan skor 13-over 85, sedang Tony Finau yang kini ada di peringkat 7 FedExCup bermain dengan skor 6-over 78. Skor yang sama juga dibukukan oleh Anirban Lahiri dan C.T. Pan, yang sudah main 5-over di sembilan hole kedua di TPC Sawgrass, salah satunya berkat double bogey di hole 17.

Zhang Xinjun bermain sedikit lebih baik setelah mengawali pekan ini dengan skor 76 dalam debutnya. Skor serupa juga dibukukan Kang Sung dan Hideki Matsuyama. Bagi Matsuyama, skor hari pertama ini berbanding terbalik dengan ketika ia mencatatkan 9-under 63 pada putaran pertama THE PLAYERS tahun lalu, sebelum akhirnya turnamen dibatalkan.

Pegolf Korea lainnya, An Byeonghun sendiri sempat bermain 1-over dengan menyisakan dua hole, sebelum menemui petaka di green pulau. Di sana bolanya harus empat kali masuk air, yang membuatnya harus mencatatkan skor 11 di hole tersebut. Skor ini menjadi skor terbesar kedua yang pernah dibukukan di hole 17 sejak 1983. Robert Gamez juga mencatatkan skor 11 di hole tersebut pada THE PLAYERS 1990, sedangkan Bob Tway masih memegang rekor terbesar dengan 12 stroke pada putaran ketiga tahun 2005.