C.T. Pan menikmati debutnya pada Masters Tournament dengan finis di peringkat sepuluh besar.

Masters Tournament bulan November ini akan menjadi kenangan berharga bagi Pan Cheng-tsung alias C.T. Pan. Ia tak hanya berhasil mengikuti jejak seniornya, Lin Wen-tang, untuk bertanding di Augusta National Golf Club, tapi juga finis di peringkat T7 dalam debutnya ini. Prestasi ini sekaligus menjamin dirinya kembali mendapat undangan ketika ajang Major ini kembali digelar pada bulan April 2021, sekitar lima bulan ke depan.

Pan, yang genap berusia 29 tahun pada putaran pertama, menorehkan skor mengesankan, 4-under 68. Ia, di antaranya, mencatatkan empat birdie di enam hole terakhirnya untuk mengoleksi skor total 10-under 278. Prestasi ini menjadi catatan terbaik baginya dalam 10 penampilannya pada ajang Major. Hasil ini sekaligus menjadi sepuluh besar pertama dalam karier PGA TOUR-nya dalam 18 bulan terakhir.

Permainannya sepanjang putaran final itu terlihat sangat terkendali. Selain itu permainan putter-nya juga terbilang jitu sehingga Pan terlihat tampak mahir memainkan Augusta National. Ia mendapat birdie di seluruh hole par 5, termasuk ketika mencatatkan rangkaian birdie untuk menutup putaran finalnya. Salah satu performa memukaunya terlihat ketika memasukkan putt dari jarak 8,5 meter di hole 17. Putt birdie di hole pamungkas yang gagal masuk pun tak dapat menghapus debutnya yang cemerlang ini.

”Saya hanya melihat banyak pukulan bagus di lapangan dan saya bermain dengan konservatif dan semuanya berhasil. Di hole 16 saya memasukkan putt dari jarak jauh, putt menurun sejauh 4,5 meter untuk birdie, dan di hole 17 melakukan putt jarak jauh lagi, jadi putting saya jelas sangat membantu di sembilan hole terakhir.

”Green-nya jelas sangat licin, sekitar 30 atau 60 cm lebih licin daripada putaran-putaran sebelumnya. Bahkan meskipun green ini sudah cukup lembut, tapi masih sangat sulit untuk main agresif, dan Anda jelas akan membutuhkan putting yang jitu di sini.”

”Saya sangat menikmatinya, T7 dalam debut Masters saya. Ini artinya saya bisa kembali ke Augusta National bulan April.”

Keberhasilannya finis di sepuluh besar sekaligus memastikan Pan kembali ke Augusta National dalam waktu kurang dari satu semester.

”Luar biasa. Saya mengalami kesulitan sepanjang tahun, jadi prestasi ini jelas menjadi langkah besar dan meningkatkan percaya diri. Selain ini merupakan Masters pertama buat saya, saya sangat menikmatinya, T7 dalam debut Masters saya. Ini artinya saya bisa kembali ke Augusta National bulan April. Tak sabar untuk bisa melintasi Magnolia Lane dalam lima bulan lagi,” tuturnya.

Wajar jika ia merasa puas dengan performanya pekan ini. Setelah meraih gelar PGA TOUR pertamanya pada RBC Heritage 2019, Pan memang kesulitan untuk menemukan permainan terbaiknya. Kemenangan itu memang sempat membuatnya menjadi pegolf China Taipei pertama yang tampil dalam Presidents Cup. Ia sempat menyumbangkan dua poin untuk Tim Internasional, namun setelah itu performanya mulai terganggu dan ia harus finis di peringkat 178 pada klasemen FedExCup.

Pengalaman di Augusta National ini jelas sangat berkesan bagi Pan dan Michelle, sang istri.

”Saya suka makanan di sini. Saya dan istri sangat suka semua menu santap malamnya, semua sandwich yang disediakan. Luar biasa. Saya ingin berterima kasih kepada Augusta National untuk semuanya. Saya sempat berdebat panjang dengan istri saya sampai akhirnya saya bisa memilih sandwich salad telur itu sebagai favorit saya. Saya mencoba semua menunya,” tutur Pan.