Ajang Women’s Amateur Asia-Pacific menjanjikan persaingan sengit memasuki putaran final yang dilangsungkan hari ini (24/1). Dengan putaran ketiga yang tak sepenuhnya berhasil dimainkan hingga tuntas dan menyisakan beberapa hole lagi, drama diperkirakan akan terjadi pada hari terakhir.

Turnamen ini terpaksa dihentikan pada pukul 19:20 waktu setempat, atau pukul 18:20 WIB , lantaran hari telah gelap. Ketika turnamen dihentikan, pegolf Korea Selatan Cho Ayean berhasil mengambil alih posisi teratas. Pegolf berusia 17 tahun ini membukukan total 7-under dengan menyisakan tiga hole.

Sementara itu, pegolf putri fenomenal asal Thailand Atthaya Thitikul kemarin (23/2) membukukan skor 6-under bersama pegolf Jepang Yuna Nishimura yang bermain satu grup di depan Thitikul.

Cho, Thitikul, dan Nishimura masih sama-sama berpeluang menjuarai turnamen 72 hole ini untuk memastikan tempat pada dua ajang Major tahun ini, ANA Inspiration dan Ricoh Women’s British Open, plus HSBC Women’s World Championships yang juga digelar di lapangan yang sama dengan ajang ini, Sentosa Golf Club.

”Melihat nama saya ada di peringkat teratas tidak berarti banyak karena kami belum menuntaskan putaran ketiga. Saya merasa sedih lantaran irama dan pukulan saya sedang bagus-bagusnya, jadi sebenarnya saya tidak ingin berhenti,” ujar Cho.

Cho telah berpartisipasi dalam sejumlah turnamen profesional, termasuk LPGA Volvik Championship. Ia bahkan meraih predikat amatir terbaik pada ajang LPGA Tour, New Zealand Women’s Open bulan Oktober 2017 lalu. Bulan lalu ia bahkan menjuarai Danny Lee Springfield Open di Selandia Baru dan finis di peringkat kedua pada Australian Women’s Amateur. Namun, ia belum pernah main pada ajang Major.

”Kalau saya bisa memenangkan turnamen (pekan) ini, ini akan menjadi pencapaian yang besar dalam karier saya. Malah dengan fakta bahwa saya bisa menang dan berlaga pada dua ajang Major, rasanya seperti terbang!” ujar Cho.

Sementara Thitikul sendiri telah bermain pada dua ajang Major terakhir tahun lalu, yaitu Ricoh Women’s British Open dan The Evian Championship. Tak heran jika ia pun berhasrat untuk bisa kembali berlaga pada ajang Major.

”Kalau saya menang di sini, rasanya tentu senang sekali bisa kembali ke Ricoh Women’s British Open. Target saya kali ini ialah loloscut dan mempelajari pengalaman baru,” ujar peraih medali emas SEA Games untuk nomor beregu dan individual ini.

Adapun pegolf amatir putri terbaik kedua di Jepang, Nishimura juga menunjukkan semangatnya untuk bisa menang dan melakoni debutnya pada ajang Major.

”Hari ini main saya cukup bagus, hanya saja putt jarak pendek saya kurang bagus. Saya senang jarak dengan pimpinan klasemen hanya satu stroke, tapi hari ini (kemarin) memang berat dan terasa sangat panjang, banyak penundaan, tapi kami harus tetap bermain,” ujar Nishimura, yang mencatatkan lima birdie dengan tiga bogey dalam 15 hole yang telah ia mainkan.

”Tentu saja ada peluang untuk menang. Saya belum pernah main dalam ajang Major, jadi sudah impian saya untuk bisa main di Major,” imbuhnya lagi.

Sementara itu, harapan Callista Chen untuk mencapai targetnya finis di 20 besar masih terbuka, meskipun untuk sementara ia berada di posisi T21. Pegolf top amatir Singapura ini mengaku permainan wedge-nya lebih baik dan merasa terbantu oleh fairway yang lebar, mengingat driving-nya pada putaran ketiga itu kurang memuaskan.

Adapun dua wakil Indonesia yang tersisa, Rivani Adelia Sihotang dan Patricia Sinolungan sama-sama masih melanjutkan upaya mereka untuk memperbaiki posisi mereka. Rivani berhasil menuntaskan putaran ketiganya, namun Patricia harus kembali lagi menuntaskan satu hole lagi pada pukul 07:20 atau pukul 06:20 WIB hari ini.

Rivani masih menorehkan pencapaian lebih baik daripada Patricia setelah kemarin bermain dengan skor 76 berkat 1 birdie dan 6 bogey dan untuk sementara berada di peringkat T40. Adapun Patricia kemarin membukukan 1 birdie, 5 bogey, dan 1 double bogey.

Ajang perdana yang diprakarsai R&A dan Asia Pacific Golf Confederation ini awalnya diikuti oleh 83 pemain dari 18 negara. Sebanyak 48 pegolf di antaranya merupakan pegolf berusia 18 tahun ke bawah. Setelah cut off, 53 pemain berhasil melaju ke dua putaran final. Dua di antaranya merupakan pegolf berusia 13 tahun, yaitu Shannon Tan dari Singapura dan Wu Chia-yen dari China Taipei yang sempat menembus semi-final US Amateur dan menjadi pegolf termuda yang pernah mencapai babak tersebut.