Saatnya untuk lebih mengenal pegolf Korea Lee Kyounghoon, yang belum lama ini mencatatkan prestasi terbaiknya pada ajang PGA TOUR.

Pegolf Korea Lee Kyounghoon akhirnya keluar dari bayang-bayang rekan senegaranya yang lebih dikenal, seperti Im Sungjae, Kim Siwoo, An Byeonghoon, dan Kang Sung ketika berhasil finis T2 pada ajang Waste Management Phoenix Open dua pekan silam. Ia hanya kalah satu stroke dari Brooks Koepka untuk mencatatkan prestasi terbaiknya bermain pada PGA TOUR.

Sembilan hal berikut ini akan membantu Anda untuk lebih mengenali pegolf berusia 29 tahun ini.

Pertama
Lee mulai bermain golf ketika berusia 13 tahun. Tujuannya kala itu ialah untuk menurunkan berat badannya. Ketika masih kecil, ia anak yang tambun dengan berat badan di atas 90 kg. Ia mengaku memiliki berat badan 96 kg ketika berusia 16 tahun. Sekarang beratnya sekitar 79 kg.

Kedua
Ketika full swing pertamanya mencapai jarak sekitar 228 meter, ia mulai tertarik dengan golf. ”Pertama kalinya melakukan full swing dan melihat bola itu lama melayang di udara, saya pikir ini keren sekali,” ujarnya. Ketika masih kecil, Lee menjadi atlet tolak peluru yang tangguh. Meskipun tidak meraih peringkat nasional, ia menjadi atlet terbaik nomor dua di kelompok umurnya di daerah asalnya.

Ketiga
Lee sangat suka karaoke, meskipun bernyanyi di hadapan orang banyak membuatnya gugup. Ia bertemu dengan Psy saat konser di Seoul dan mengagumi bintang Korea yang terkenal dengan lagu ”Gangnam Style” itu. Kalau tidak berprofesi sebagai pegolf profesional, ia bakal menjadi penyanyi.

Keempat
Ia memiliki selera humor yang sangat baik. Pada ajag WinCo Foods Portland Open 2018, ia sempat berujar, ”Ada beberapa target dalam hidup saya. Yang pertama ialah menjadi pegolf No.1 di dunia. Yang kedua ialah menjadi pegolf terseksi No.1 di dunia!”

”Hampir tiap malam saya memimpikan menjuarai ajang PGA TOUR. Pasti menyenangkan bisa mewujudkannya.” — Lee Kyounghoon.

Kelima
Ia membayar pelatih fisik pada bulan Juni 2019 setelah terkesan dengan fisik dan tenaga Brooks Koepka. Yang menarik, ia kemudian finis di belakang Koepka pada Waste Management Phoenix Open. Sebelumnya, prestasi terbaiknya ialah T3 pada ajang Zurich Classic of New Orleans bersama Matt Every, pemain yang ia ajak bermain bersama berkat saran dari kedinya.

Keenam
Ia mengaku sering memimpikan menjuarai ajang PGA TOUR. ”Hampir tiap malam saya memimpikan hal ini,” tuturnya. ”Pasti menyenangkan (bisa mewujudkannya).” Secara rutin ia menghabiskan hampir sepanjang hari, kadang 12-15 jam untu bermain atau berlatih.

Ketujuh
Sejak melakukan debut PGA TOUR pada tahun 2019, ia sudah dua kali menembus FedExCup Playoff. Dari 70 turnamen yang ia ikuti hingga saat ini, ia sudah empat kali masuk sepuluh besar, 11 kali masuk 25 besar, dan telah mengumpulkan hadiah uang lebih dari US$2,6 juta.

Kedelapan
Ia mengadakan turnamen golf junior di Seoul dengan nama Lee Kyoung Hoon Junior Golf Tournament. Turnamen ini diadakan tiap April/Mei. Lee tumbuh dengan mengikuti banyak turnamen golf junior di Seoul dan ingin memberi kontribusi bagi golf.

Kesembilan
Ia berperingkat di luar 100 besar dari seluruh statistik utama pada musim ini, kecuali Strokes Gained: Around the Green, di mana ia berperingkat 27. Di luar Amerika, ia telah dua kali menjuarai Korean Open pada tahun 2015 dan 2016. Ia juga meraih dua kemenangan pada Japan Golf Tour. Karier amatirnya ia nikmati dengan menjuarai medali emas beregu pada Asian Games 2010.