Li Haotong mendapat semangat baru dari PGA Championship meskipun gagal mengikuti jejak Y.E. Yang.

Para penggemar golf Asia harus bersabar menyambut juara Major dari benua sendiri. Satu-satunya wakil Asia yang tampil memukau, Li Haotong akhirnya menuntaskan ajang Major pertama ini dengan finis di posisi T17 setelah pada putaran final kemarin (9/8) ia membukukan skor 69.

Meski demikian, toh penampilannya pekan itu sedikit membanggakan dirinya. Setelah menuntaskan hari kedua sebagai pimpinan klasemen, Li menjadi pegolf China pertama yang pernah menjadi pemimpin klasemen pada sebuah ajang Major.

Usai menuntaskan pekan di TPC Harding Park tersebut, Li kini merasa yakin bahwa pengalamannya kali ini bakal menjadi batu loncatan untuk mencapai level yang lebih tinggi lagi. Skor 67, 65, 73, dan 69 akhirnya menempatkan pegolf berusia 25 tahun ini di peringkat T17. Penampilannya kali ini seklaigus menjadi penampilan terbaiknya selama mengikuti PGA Championship, sejak melakonoi debutnya tahun 2017 lalu.

”Saya hanya mesti tampil lebih konsisten lagi, termasuk lebih siap secara fisik. Saya pikir kalau saya bisa tampil lebih baik, saya bisa mengalahkan mereka. Jadi, sekarang saya hanya ingin berada di level yang sama (dengan mereka),” ujar Li.

Setelah bogey di hole kedua putaran final itu, Li berjuang untuk mendapatkan birdie di hole 5, 7, 10, dan 14 sehingga kembali menempatkan dirinya di jajaran sepuluh besar. Birdie keduanya turut melecutnya, mengingat birdie itu ia raih dari putt sejauh 41 kaki. Sayangnya, usahanya untuk menutup putaran final itu dengan birdie justru membuat pukulannya melenceng dan berdampak pada penalti. Akibatnya, di hole pamungkas itu ia justru mencatatkan double bogey.

”Hari Sabtu kemarin saya bermain dengan penuh tekanan, tapi kali ini rasanya lebih lepas. … Tapi ini pengalaman yang sangat bagus.”

Li mengakui tekanan ketika bermain sebagai pimpinan klasemen pada ajang Major turut memengaruhi performanya pada hari kedua. Meski demikian, ia bertekad memanfaatkan pengalaman ini untuk tampil lebih baik lagi.

”Hari Sabtu kemarin saya bermain dengan penuh tekanan, tapi kali ini rasanya lebih lepas. Saya main sangat bagus hingga hole 16, putt birdie saya meleset di sana, dan di hole 18 saya ingin bermain agresif dan berusaha mendapat birdie lagi. Sayangnya, pukulan saya sedikit terlalu ke kiri (ke area penalti). Tapi ini pengalaman yang sangat bagus,” tutur Li, yang mencatatkan peringkat 3 pada The Open Championship 2017 sebagai prestasi terbaiknya dalam ajang Major.

Juara THE PLAYERS 2017 Kim Siwoo akhirnya tampil sebagai pegolf terbaik Asia pada PGA Championship kali ini. Skor 68 pada hari terakhir menempatkannya di peringkat T13, yang sekaligus menyamai pencapaian terbaiknya pada ajang Major, ketika finis T13 pada U.S. Open 2017.

Kim sempat membuat bogey di hole pembuka dan penutupnya. Namun, empat birdie di hole 2, 7, 10, dan 15 memberinya finis di 20 besar ketiga sejak golf kembali dipertandingkan pada bulan Juni.

Hal positif lainnya ialah Kim berhasil memperbaiki peringkatnya pada daftar peraih poin FedExCup. Kini ia berada di peringkat 121. Jika berhasil mempertahankan posisi ini hingga Wyndham Championship pekan ini berakhir, ia berhak tampil pada FedExCup Playoff pekan depan.