Pemegang tiga gelar PGA TOUR dari Italia, Francesco Molinari, akan mempertahankan gelarnya pada ajang Arnold Palmer Invitational presented by Mastercard di Bay Hill pekan ini. Dalam seri blog terbaru ini, ia mengenang pekan istimewa kala menjuarai turnamen yang erat ikatannya dengan legenda golf, Arnold Palmer, dan merenungkan pelajaran yang ia dapat dari golf sepanjang kariernya.

Oleh Francesco Molinari

Hampir setahun yang lalu, bersama kedi saya, kami duduk di sebuah restoran cepat saji di pinggir jalan antara Orlando dan Jacksonville. Waktu itu kami mengunyang dua burger besar sambil tertawa-tawa. Itulah perayaan kami setelah menjalani pekan yang sulit dan perjuangan terus-menerus selama kompetisi empat hari.

Saya tahu, beberapa lebih suka merayakan dengan menggelar pesta-pesta besar dan sampanye, tapi buat saya, penting sekali membagikan beberapa momen kepuasan yang didapat dari golf dengan orang-orang yang berkontribusi pada kesuksesan Anda.

Tahun lalu saya tiba untuk bermain pada Arnold Palmer Invitational setelah mendapat hasil yang bagus di Meksiko. Saya main bagus pekan sebelumnya sehingga datang dengan perasaan yang positif, meskipun turnamen itu adalah turnamen kedua buat saya pada tahun lalu.

Meski begitu, saya justru melakukan beberapa kesalahan dini. Pada hari pertama, saya memukul bola ke semak-semak di hole keempat. Saya berusaha mengeluarkan bola dari sana, tapi bolanya malah tidak mau keluar. Dan setelah double bogey di hole par 5 itu, saya memasukkan hole-in-one di par 3 untuk memperbaiki permainan pada turnamen itu.

Pada hari Sabtu, saya malah kesulitan mengendalikan jarak pukul dan putting. Akhirnya, saya malah bermain 73 pada hari itu dan saya ingat diskusi sore itu memberi kami target untuk kami kejar pada hari Minggu, dan kami mengingatkan untuk sedikit lebih memiliki sikap yang positif, lebih sering mengobrol di lapangan, dan sedikit lebih tegas pada pemilihan iron. Lalu pada hari Minggu itu saya memulainya dengan baik dan secara tidak langsung kami memainkan putaran yang sempurna. Saya memulai hari itu dengan ketinggalan lima stroke, tapi berhasil main tanpa bogey dengan skor 64 untuk menyusul dan menang.

“… kekalahan adalah progres yang tak terelakkan dalam golf. Saya pikir, lebih daripada olahraga lainnya, golf mengajarkan bagaimana memisahkan sisi emosi dari sisi rasional.”

Sebagai pegolf, tiap kali Anda bersaing dengan tersisa satu putaran, Anda berharap ada sedikit peluang pada hari Minggu. Tahu kan? Kalau bisa memainkan sebuah putaran dengan sempurna, pimpinan klasemen pun akan sulit untuk main bagus, dan Anda bisa bangkit. Kami memiliki sedikit rasa optimis, tapi kami jelas tidak mengira bisa menang. Dan, entah kenapa, kami berhasil memaksimalkan semuanya dan menjuarai turnamen Arnie ini. Ini kemenangan keempat saya di seluruh dunia dalam 10 bulan, yang dimulai dengan BMW PGA Championship di London, dilanjutkan dengan Quicken Loans National di Washington, dan klimaksnya pada Open Championship di Carnoustie, di mana kami membuka beberapa botol wine untuk merayakannya!

Rasanya menyenangkan bisa membagikan kepuasan yang sangat jarang terjadi di golf dengan orang-orang terdekat Anda. Ada lebih banyak kekalahan ketimbang kemenangan dan saya rasa melalui momen-momen tersebut sangatlah penting, tapi menganalisisnya untuk mengetahui hal mana yang tidak bermanfaat dan mana yang harus ditingkatkan.

Meskipun kesannya tidak seperti itu, kekalahan yang sangat telak juga dibutuhkan dan saya pikir itulah salah satu alasan mengapa saya bisa berada di posisi saat ini. Kekalahan-kekalahan itu memberi dorongan utuk terus berlatih demi meraih kesuksesan. Ketika saya tak peduli tentang hal-hal yang salah, berarti saya sudah kehilangan minat untuk golf.

Di Italia ada pepatah, volente or nolente (entah engkau menginginkannya atau tidak), kekalahan adalah progres yang tak terelakkan dalam golf. Rahasia bagi saya ialah menyingkirkan sisi emosional dan sedikit lebih pragmatik, realistik, dan menganalisis situasi dengan kepala dingin. Saya pikir, lebih daripada olahraga lainnya, golf mengajarkan bagaimana memisahkan sisi emosi dari sisi rasional.

 


Francesco Molinari akan mempertahankan gelarnya ketika memulai Arnold Palmer Invitational presented by Mastercard pekan ini. Foto: Getty Images.

 

Golf adalah sekolah kehidupan yang luar biasa. Anda tak selalu bisa mencapainya. Ada banyak cara untuk meraih sukses. Golf juga mengajarkan Anda untuk bertanggung jawab penuh untuk menghormati peraturan dan mengendalikan apa yang terjadi di sekitar Anda.

Selain itu, golf juga memberi kesempatan berkeliling dunia dari sejak muda dan membagikan pengalaman itu dengan istri dan anak-anak saya. Saya pikir itu juga sebabnya putra saya, Tommaso, sangat menggemari geografi.

Saya menyimpan kenangan yang sangat menyenangkan ketika melakukan perjalanan pertama kalinya ke Asia, bermain di Kuala Lumpur, Malaysia, di mana saya bisa mengenall dunia yang sepenuhnya berbeda. Setelah 10 tahun tinggal di London, kota yang fantastis di mana Anda bisa bertemu orang dari seluruh dunia, saya masih merindukan kafe-kafe pada pagi hari, menikmati santapan dengan sahabat, dan budaya Italia.

Pada awal karier saya sebagai pemain amatir, saya banyak menghabiskan waktu di Spanyol dan Perancis, di mana saya mendapat banyak teman dan mengenal tempat-tempat yang indah. Sekarang, setelah lebih dari satu dekade di PGA TOUR, saya berkesempatan mengunjungi banyak sudut di Amerika Utara.

Di PGA TOUR, Anda bermain menghadapi para pegolf terbaik di dunia dan di lapangan-lapangan terbaik di dunia dengan kondisi yang sempurna. Kalau ada yang ingin mencapai puncak profesi ini, mereka tak bisa mengelak untuk datang dan bermain di Amerika Serikat.


CATATAN || Francesco Molinari adalah pemegang tiga gelar PGA TOUR. Pastikan Anda menyaksikan upayanya mempertahankan gelar pada pekan ini, dan aksi-aksi golf PGA TOUR lainnya melalui GOLFTV powered by PGA TOUR.