Keunggulan delapan stroke membuat Naoki Sekito kian dekat dengan gelar Asian Development Tour kedua pada musim ini.

East Course di Gunung Geulis Country Club tampaknya menjadi lapangan yang sangat ideal bagi permainan pegolf Jepang Naoki Sekito. Hingga putaran ketiga hari ini (1/8), pimpinan Order of Merit Asian Development Tour ini telah membukukan 22 birdie dengan hanya 5 bogey untuk menguasai puncak klasemen.

Permainan gemilang di sembilan hole kedua dengan skor 31, yang diwarnai dengan lima birdie berturut-turut memastikan Sekito memegang keunggulan delapan stroke menuju putaran final Gunung Geulis Invitational supported by Nomura besok (2/8).

Sejak awal putaran ketiga tadi, ia sepertinya tidak berniat untuk melepas keunggulannya. Hal ini terlihat dari torehan skornya yang luar biasa, 6-under 64, yang sekaligus menjadi skor terendah pada hari ketiga dan mengukuhkan dominasinya.

Pegolf berusia 21 tahun ini menunjukkan permainan primanya sejak hole pertama. Ia menorehkan birdie dari jarak 30 kaki di hole 1 par 4, lalu menambah satu birdie lagi di hole 7, sebelum mencatatkan satu-satunya bogey di hole 9. Memasuki sembilan hole keduanya, permainan Sekito seakan makin panas. Ia pun membukukan lima birdie berturut-turut dari hole 10.

“Saya mengawali putaran hari ini dengan baik dan (birdie) itu meningkatkan percaya diri saya memainkan putaran ketiga ini.” – Naoki Sekito

“Saya mengawali putaran hari ini dengan baik dan (birdie) itu meningkatkan percaya diri saya memainkan putaran ketiga ini. Sebenarnya, pukulan kedua saya tidak bagus, tapi saya sangat senang bisa memasukkan birdie dari jarak jauh di hole itu,” tutur Sekito.

Ia benar-benar memaksimalkan permainan short game yang tajam dengan memasukkan birdie dari jarak dekat di hole 10 dan putt downhill 8 kaki di hole 11, sebelum chipping-nya di hole 12 memudahkannya untuk mendapat birdie. Di hole 13 par 5, ia berhasil mencapai green dalam dua pukulan, sebelum kemudian melakukan dua putt untuk birdie. Lalu ia memasukkan birdie kelimanya secara berturut-turut di hole berikutnya dari jarak 10 kaki.

Dengan keunggulan delapan stroke, sebelah tangan Sekito seakan telah memegang trofi untuk kemenangan ADT keduanya musim ini. Permainannya pekan ini membuatnya tak ubahnya seorang pemain musiman, padahal ia baru beralih profesional pada awal 2018 lalu. Kala itu ia berusaha meraih kartu Asian Tour melalui Qualifying School. Gagal mewujudkan impian itu, ia pun mulai berfokus ke ADT, di mana ia hanya tiga kali gagal lolos cut dari 13 turnamen dan sekali finis di lima besar.

Upayanya untuk menembus Asian Tour pada Qualifying School 2019 kembali menemui kegagalan. Sampai undangan bermain pada PGM UMW ADT Championship bulan Maret lalu mengubah jalan kariernya. Pada ajang tersebut, Sekito finis T2 dalam ajang ADT pertamanya musim ini.

Ia kemudian melanjutkan permainannya yang mengagumkan dengan menjuarai PGM ADT Penang Championship pada bulan April. Ia menang dengan keunggulan satu stroke untuk gelar ADT perdananya. Sepekan kemudian, pada Butra Heidelberg Cement Brunei Championship, ia finis sendirian di tempat kedua.

Rory Hie menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berada di jajaran 15 besar. Hingga tiga putaran Gunung Geulis Invitational supported by Nomura, ia berada di posisi T12 dengan 2-under 208. Foto: Golfin’STYLE.

Performanya di sirkuit pengembangan Asian Tour ini masih berlanjut dengan finis T2 di Malaysia bulan lalu untuk menjadi pimpinan Order of Merit. Maka kemenangan pada pekan ini menjadi sangat penting bagi Sekito untuk mengukuhkan statusnya di puncak Order of Merit itu, sekaligus mengamankan peluangnya untuk meraih kartu Asian Tour.

Dari kubu tuan rumah, Rory Hie berhasil kembali bermain under setelah mencatatkan empat birdie dan tiga bogey. Dengan bermain 69 untuk kedua kalinya, Rory kini berada di posisi T12 dengan skor total 2-under 208.

Adapun George kembali mencatatkan skor 75 dan kini berbagi tempat ke-40 bersama Sorachut Hansapiban dan wakil Indonesia lainnya, Rinaldi Adiyandono. Rinaldi sendiri berhasil memperbaiki permainannya. Setelah membukukan 71 dan 74 pada dua putaran awal, ia berhasil main even par 70.

Sementara itu, Adrian Halimi harus berada di peringkat 51 setelah membukukan skor total 219.

Leave a comment