Untuk pertama kalinya, China Taipei menempatkan perwakilannya dalam Tim Internasional Presidents Cup.

Para pegolf China Taipei terkenal memiliki kemampuan yang mumpuni. Pada level Asia, sejumlah nama telah memenangkan berbagai turnamen profesional di negeri ini. Bahkan ajang paling bersejarah di Indonesia, Indonesia Open, telah tujuh kali dimenangkan oleh enam pegolf China Taipei.

Namun, sejak ajang bergengsi dua tahunan Presidents Cup, yang mempertemukan Tim AS dan Tim Internasional (kecuali Eropa) digelar untuk pertama kalinya pada 1994, belum satu pun wakil China Taipei menjadi bagian dari Tim Internasional.

Tren itu kini berubah berkat prestasi gemilang salah satu putra terbaik mereka, Pan Cheng-tsung, atau yang akrab disapa C.T. Pan. Pegolf berusia 27 tahun ini telah meraih gelar PGA TOUR pertama setelah menjuarai RBC Heritage bulan April 2019 lalu dan mengikuti dua turnamen FedExCup Playoff pada musim ini.

Meskipun upayanya untuk bisa tampil pada TOUR Championship, ajang FedExCup Playoff Finale, harus terhenti setelah hanya finis di peringkat T31 di Medinah Country Club, Pan akhirnya bisa terhibur dengan memastikan tempatnya pada Tim Internasional.

“Ya, ini prestasi yang sangat bagus. Memang saya tidak main bagus dalam beberapa pekan terakhir ini. Permainan saya cukup oke, tapi tidak terlalu istimewa, tapi bisa mengamankan spot (untuk Presidents Cup) jelas sangat berarti bagi saya. Artinya, saya bisa memastikan dan merencanakan jadwal saya agar bisa siap saat Presidents Cup nanti,” tutur Pan.

Selain meraih kemenangan pada bulan April 2019 itu, Pan juga telah mengemas enam kali finis di 25 besar dan mengakhiri musim 2018-2019 ini dengan berada di peringkat 37 pada daftar peraih poin FedExCup. Ia sempat berharap bisa bermain pada TOUR Championship, sayangnya ia belum berhasil menjadi salah satu dari hanya 30 pemain teratas.

“Saya ingin memastikan kalau tiap hari saya bisa bermain lebih baik. … Presidents Cup kali ini pasti akal sangat meriah!” – C.T. Pan

“Saya bisa bilang kalau ini tahun yang istimewa. Saya bisa menang, memenuhi impian untuk menjuarai sebuah ajang PGA TOUR dan main bagus dan mendapat tempat dalam Tim Internasional Presidents Cup. Semua itu sangat berarti buat saya, benar-benar tahun yang spesial. Tapi kalau melihat statistik dan target-target saya, ada banyak hal yang masih harus saya kerjakan. Saya ingin memastikan kalau tiap hari saya bisa bermain lebih baik,” Pan melanjutkan.

Usai melalui ketegangan sepanjang pekan pada BMW Championship, ia jelas membutuhkan rehat dari kompetisi. Ini berarti saatnya untuk menyusun persiapan menjelang musim 2019-2020 yang segera dimulai bulan September. Tentu saja dengan Presidents Cup sebagai fokus pikirannya, agar ia siap membantu Tim Internasional merebut trofi dari Tim AS.

“Saya hendak memastikan apakah hendak kembali ke AS setelah tiga turnamen di Asia dan bersiap di AS atau tidak. Dengan Presidents Cup yang dimainkan di Melbourne, saya berpikir untuk berada di zona waktu yang sama dan memastikan tubuh saya bisa menyesuaikannya,” ujar Pan. “(Presidents Cup kali ini) pasti bakal sangat meriah. Kami bakal menerima banyak dukungan dari para penggemar. Saya yakin itu! Pastinya keluarga dan sahabat-sahabat saya juga akan mendukung!”

Tiga pegolf Asia dipastikan menjadi bagian dalam Tim Internasional Presidents Cup tahun ini, menyusul berakhirnya BMW Championship hari Minggu (18/8) kemarin. Dua nama lainnya ialah Hideki Matsuyama dari Jepang dan bintang golf asal China Li Haotong.

Sama seperti Pan, Li juga menjadi pegolf China pertama yang bakal tampil pada ajang bergengsi, yang sama sekali tidak memberikan bayaran apa-apa kepada para pegolf profesional yang bertanding. Sebagai sebuah turnamen dua tahunan dengan format menyerupai Ryder Cup, Presidents Cup benar-benar mempertaruhkan kebanggaan dan kehormatan, yang membuat mereka yang bisa bermain pada ajang ini menganggapnya sebagai sebuah prestasi dan kehormatan besar.

Satu pemain debutan lainnya ialah Abraham Ancer asal Meksiko. Keberhasilan ketiganya untuk menjadi delapan anggota Tim Internasional pertama menunjukkan konsistensi dan kualitas permainan prima yang jelas akan dibutuhkan oleh Kapten Ernie Els. Els akan memilih empat nama lain guna melengkapi 12 anggota Tim Internasional.

Leave a comment