Layak tidaknya THE PLAYERS Championship sebagai Major kelima tak menghilangkan reputasi turnamen ini sebagai turnamen flagship PGA TOUR, sekaligus standard emas yang diimpikan semua pegolf dunia.

Oleh Chuah Choo Chiang, Senior Director Communications PGA TOUR

Turnamen ini menjadi standard emas PGA TOUR. Statusnya sebagai sebuah kejuaraan diposisikan dengan slogan ”Better than Most”, lebih baik daripada kebanyakan turnamen sehingga terus menuai perdebatan bahwa turnamen ini semestinya menjadi ajang Major kelima bagi golf pria.

Diselenggarakan di sebuah lapangan ikonik yang didesain sang legenda, Pete Dye dan menonjolkan para pemain tertangguh dan hadiah uang sebesar US$15 juta, THE PLAYERS Championship akan kembali diselenggarakan untuk ke-47 kali pada 13-16 Maret mendatang. Pekan tersebut bakal bergelimang sorotan dan prestise sebagai turnamen flagship PGA TOUR.

Bintang asal Irlandia Utara Rory McIlroy akan mempertahankan trofi dengan satu-satunya target menjadi pemain pertama dalam sejarah yang bisa menjadi Juara THE PLAYERS secara berturut-turut. Sejauh ini, prestasi demikian belum pernah dilakukan bahkan oleh para pemain besar sebelumnya.

THE PLAYERS juga selalu menjadi simbol inspirasi bagi banyak bintang golf dari seluruh Asia. Pegolf Korea K.J. Choi, yang membuat terkenal frase ”Untuk menjadi yang terbaik, Anda mesti bermain dengan yang terbaik”, dan Kim Siwoo berhasil menang, masing-masing pada tahun 2011 dan 2017.

 

Kim Siwoo menjadi pegolf Korea kedua setelah K.J. Choi yang meraih sukses di Stadium Course TPC Sawgrass. Kim menjuarai THE PLAYERS Championship tahun 2017. Foto: Getty Images.

 

Choi, pegolf Asia tersukses dengan 8 gelar PGA TOUR pernah berujar, ”Kemenangan pada THE PLAYERS merupakan salah satu momen paling signifikan dan dramatis buat saya. Banyak penggemar Korea yang berseru dan merayakan hari itu dan saya mengingatnya dengan sempurna.”

Berkat kesuksesannya di Amerika, pemain yang berjulukan ”The Tank” lantaran memiliki satu tujuan dalam olahraga ini, berhasil membuka jalan bagi para pegolf Korea dan Asia untuk bermimpi besar. Salah satunya Kim. Tiga tahun lalu, pegolf 24 tahun itu memukau para pemain elit di Stadium Course THE PLAYERS, di TPC Sawgrass berkat kemenangan tiga stroke. ”Saya merasa bangga tiap kali berada di TPC Sawgrass. Lapangan itu merupakan tempat yang istimewa buat saya,” ujar Kim.

Sekelompok bintang tangguh Asia lainnya akan bergabung dengan para pegolf terbaik di dunia pekan depan. Mereka termasuk anggota Tim Internasional Presidents Cup Im Sungjae dan An Byeonghun yang sama-sama dari Korea, C.T. Pan dari China Taipei, dan bintang Jepang Hideki Matsuyama yang dua kali finis di sepuluh besar pada THE PLAYERS 2017 dan 2019. Matsuyama kerap disebut menjadi pemain yang berpotensi menjuarai THE PLAYERS.

Pendapat McIlroy tentang posisi THE PLAYERS dalam olahraga ini jelas layak dipegang. ”Turnamen ini sangatlah berarti karena ini turnamen kami dan saya pikir rekan-rekan akan mengakui Anda dengan kemenangan. Ini turnamen yang ingin dimenangkan semua orang. Sangat bangga rasanya dan sangat terhormat menyebut diri saya sebagai Juara THE PLAYERS,” ujar pegolf 30 tahun, yang kemudian sukses menjuarai FedExCup keduanya berkat kemenangan di sini.

“… ajang ini memiliki seluruh karakteristik sebuah Major, kalau mau dibilang, tapi buat saya THE PLAYERS adalah THE PLAYERS.” – Justin Thomas

Adapun Jason Day, mantan pegolf No.2 Dunia dan Juara THE PLAYERS 2016, berpendapat turnamen ini layak ditempatkan di posisi yang sama dengan Masters Tournament, PGA Championship, U.S. Open, dan Open Championship. ”Saya berharap turnamen ini mendapat status Major. Pasti bagus. Saat bermain pada ajang seperti ini dan bermain dalalm turnamen berskala besar, rasanya Anda bermain pada ajang Major.”

Mantan komentator NBC Johnny Miller memberi pandangan yang sedikit berbeda. ”Mungkin hanya ada lima kejuaraan dalam golf, PLAYERS Championship dan kemudian keempat Major … dan sisanya hanya bisa disebut turnamen.”

Bahkan bagi para pemain debutan, reputasi THE PLAYERS juga terpancar. Bintang muda Thailand Jazz Janewattananond, yang bakal tampil untuk pertama kalinya ikut berkomentar: ”Semua orang menyebut ajang ini sebagai Major kelima. Ini ajang yang besar. Saya juga dengar kalau lapangan ini sangat sulit. Tapi saya juga bersemangat untuk memainkan hole 17.”

Jazz patut berhati-hati lantaran hole 17 par 3 yang ikonik itu telah menciptakan drama yang luar biasa dan momen-momen penentu sejak THE PLAYERS dimainkan pertama kali di sana tahun 1982. Rekan senegaranya, Kiradech Aphibarnrat menderita di hole tersebut setelah bolanya dua kali masuk air sehingga mendapat quadruple bogey pada putaran final tahun 2018.

 

Putt birdie sejauh 60 kaki pada THE PLAYERS 2001 memberi kemenangan pertama bagi Tiger Woods, sekaligus menciptakan slogan “Better than Most”. Foto: Getty Images.

 

Tapi di green ini jugalah komentator TV lainnya, Garry Koch, mengabadikan momen ajaib yang kemudian dikenal sebagai ”Better than Most” pada THE PLAYERS 2001. Tiger Woods, yang mengejar Jerry Kelly yang kala itu tengah memimpin, menghadapi putt birdie jarak jauh sejauh 60 kaki pada putaran ketiga. Ia harus mengatasi break tiga lapis. Ketika bola bergulir menuju lubang, Koch memulai komentar tiap permainan ini dengan berkata, ”Johnny (Miller, rekan komentatornya) that is … better than most ….”

Ketika bola mencapai slope sekitar 20 kaki dari hole, bola itu berbelok tajam ke kanan dan para penonton di sekitar stadium menciptakan seruan membahana. Koch terus berujar, ”… better than most …” lagi dan ketika bola secara dramatis menghilang ke dalam lubang, ia mengeluarkan seruan terakhirnya, ”… better than most!” seiring dengan Woods memecah suasana dengan selebrasi uppercut-nya. Sang legend aitu kemudian memenangkan gelar PLAYERS pertamanya dengan menang satu stroke.

Entah THE PLAYERS merupakan ajang yang ”lebih baik daripada kebanyakan” turnamen, atau selayaknya mendapat status Major, komentar Justin Thomas, Juara FedExCup 2011 mungkin paling masuk akal.

”Saya tidak peduli apa julukan yang pantas, jika bisa memenangkannya, saya akan puas,” ujarnya. ”Maksud saya, ajang ini memiliki seluruh karakteristik sebuah Major, kalau mau dibilang, tapi buat saya THE PLAYERS adalah THE PLAYERS. Semua orang tahu ini ajang besar, semua tahu ini sebuah Major. Mungkinkah Anda bisa menyebutnya sebagai sesuatu atau justru tidak menyebutnya sebagai sesuatu? THE PLAYERS adalah THE PLAYERS. Semua orang yang bermain bakal merasa sangat, sangat puas bisa mengangkat trofi kemenangan itu pada akhir pekan.”