Mardan Mamat harus kembali mengakui ketangguhan para pemain muda.

Partai final Ciputra Golfpreneur Tournament presented by Panasonic pada akhir pekan lalu menjadi sebuah antiklimaks yang menyakitkan bagi Mardan Mamat. Pegolf senior berusia 51 tahun ini telah mendominasi permainan selama tiga hari dengan catatan skor yang sangat meyakinkan. Namun, performa pada hari terakhir terbukti menjadi kunci penting upayanya untuk menuntaskan penantian gelar dalam empat tahun terakhir ini.

Pegolf Korea berusia 17 tahun Kim Joohyung menjadi pemain dengan perolehan skor paling dekat dengan Mardan. Ia paham bahwa ada banyak hal yang dipertaruhkan dalam 18 hole terakhir. Kemenangan berarti ia bisa menempel Naoki Sekito di puncak Order of Merit Asian Development Tour. Kemenangan juga berarti ia akan menyamai raihan gelar Sekito musim ini, dengan dua kemenangan. Tapi kemenangan juga berarti dia berhak untuk tampil pada Indonesia Open yang akan dimulai pada 29 Agustus-1 September pekan ini.

Dengan demikian banyak hal yang dipertaruhkan, plus dengan keuntungan sebagai pemain yang usianya sepertiga dari Mardan, Kim justru tampil luar biasa dan menyaingi pegolf tersukses Singapura tersebut.

Tertinggal lima stroke saat memulai putaran final, Kim mencatatkan empat birdie di sembilan hole pertamanya. Sedangkan Mardan hanya bermain 2-over berkat tiga bogey dan sebuah birdie. Akibatnya, di hole 8, catatan skornya pun disamai Kim, bahkan dilampaui setelah Mardan kembali mendapat bogey di hole 9, untuk memberi keunggulan satu stroke bagi Kim.

Mardan sempat berpeluang untuk mewujudkan harapannya menang setelah mencatatkan dua birdie berturut-turut di hole 12 dan 13, yang sekaligus kembali memberinya keunggulan satu stroke. Sementara Kim hanya sanggup bermain even par hingga hole 17. Di hole terakhir itu, Mardan masih memiliki keunggulan satu stroke, namun ketika ia harusnya bisa menambah satu birdie lagi untuk memastikan kemenangan, ia justru hanya mendapat par di hole terakhir itu. Dengan birdie yang diraih Kim di hole 18, keduanya pun harus memainkan babak play-off.

Mardan Mamat tak bisa mempercayai putting-nya harus kembali meleset, persis ketika ia membutuhkannya di hole play-off pertama. Foto: Golfin’STYLE.

Petaka kembali dialami oleh Mardan pada play-off yang juga dimainkan di hole 18 Damai Indah Golf BSD Course ini. Pukulan keduanya dari tengah fairway justru melayang ke bunker sisi kanan jauh. Ini mengingatkan pada peristiwa dua tahun silam ketika ia akhirnya harus kalah dari Masaru Takahasi, juga karena pukulan keduanya melayang ke bunker. Dengan posisi pin yang ditempatkan lebih dekat ke arah danau, Mardan harus lebih berusaha mengantarkan bola mendekati lubang.

Ia memang berhasil melakukannya, namun tekanan tampak menghantui dirinya sehingga dalam jarak sekitar dua meter, bolanya sekali lagi tak masuk. Dengan Kim hanya cukup mencatatkan par, kemenangan pun akhirnya harus menjadi milik pemain yang lebih muda.

Kemenangan ini menjadi sangat berarti bagi Kim yang terpaksa mundur dari Gunung Geulis Invitational supported by Nomura lantaran cedera.

“Bisa kembali ke Indonesia dan menang setelah cedera benar-benar sangat memuaskan. Saya harus mundur dari ajang di Gunung Geulis karena rasa sakit yang saya alami di antara bahu dan punggung saya. Saya pulang ke Korea untuk melakukan rehabilitasi karena saya sangat ingin bisa kembali dan mengikuti ajang ini.

“Tapi hari ini (Sabtu, 24/8), saya tak mengira bisa menang karena Mardan bermain dengan sangat baik sepanjang pekan ini. Berada lima angka di belakang dia ibarat mendaki gunung yang tejal, jadi saya cuma mengingatkan diri saya untuk melakukan yang terbaik,” tutur Kim.

Kemenangan ini pun melambungkan Kim ke peringkat kedua Order of Merit dengan raihan US$41.227,85. Ini berarti ia juga hanya berjarak US$2.000 di belakang Naoki Sekito.

Danny Masrin mendapatkan tiket mengikuti Panasonic Open Golf Championship untuk ketiga kalinya secara berturut-turut setelah menjadi pegolf profesional terbaik Indonesia. Foto: Golfin’STYLE.

Kim juga kini hanya kurang satu kemenangan lagi untuk memberinya promosi langsung ke Asian Tour. Sebelumnya, ia telah menjuarai PGM ADT Tiara Melaka pada bulan Juni lalu. Selain itu dia juga lima kali finis di sepuluh besar.

Sementara itu, pemain tuan rumah Danny Masrin kembali menjadi pemain Indonesia terbaik, yang memberinya tempat untuk berlaga pada Panasonic Open Golf Championship 2020. Ia finis di peringkat T16 dengan catatan 10-under 278 setelah bermain 2-under 70 pada putaran final.

Adapun Naraajie Emerald Ramadhan Putra menjadi pemain amatir terbaik. Ia bahkan menjadi pemain Indonesia terbaik pada pekan itu setelah mencatatkan skor total 12-under 276 dan berada di peringkat T9.

Bagi para pemain Indonesia, ajang Ciputra Golfpreneur Tournament presented by Panasonic ini menjadi ajang persiapan menjelang Bank BRI Indonesia Open yang segera digelar pada Kamis (29/8) pekan ini.

Ajang ini juga menjadi momen untuk merayakan ulang tahun Ciputra, founder Ciputra Group, yang sekaligus prakarsa turnamen Ciputra Golfpreneur Tournament presented by Panasonic ini. Golfpreneur Indonesia ini merayakan ulang tahun ke-88. Perayaan dilakukan dengan live streaming, mengingat kondisi kesehatannya tidak memungkinkan baginya untuk hadir langsung. Inilah pertama kalinya beliau tidak dapat hadir langsung pada gelaran tahunan ini.

Leave a comment