Jelang penyelenggaraan Queen’s Cup pada 15-18 Juni 2017, pegolf nomor satu Asian Tour Scott Hend siap mempertahankan gelar yang ia peroleh tahun lalu.

Pemukul jauh asal Australia ini menjadi salah satu bintang yang akan meramaikan persaingan ketika Queen’s Cup kembali digelar di Santiburi Samui Counrty Club. Pemain senior tuan rumah, Prayad Marsaeng dan Thaworn Wiratchant, serta para pemain muda, termasuk Phachara Khongwatmai dan Rattanon Wannasrichan yang belum lama ini menjuarai Thailand Open juga akan memberi daya tarik bagi turnamen ini.

”Saya berniat untuk kembali dan mempertahankan gelar saya. Kemenangan tahun lalu sangatlah spesial karena saya mesti berjuang keras di lapangan yang sangat berat dan menantang,” ujar Hend.

”Saya ingat pertarungan dengan Prom (Meesawat) dan Gunn (Charoenkul) pada putaran final, yang sungguh menyenangkan, dan saya harap bisa kembali bersaing pada Minggu sore untuk berpeluang mempertahankan gelar.”

Thailand menjadi ladang perburuan gelar bagi Hend yang telah tiga kali menjadi juara di negeri ini. Sebelumnya, ia menjuarai Chiangmai Classic 2013, Thailand Classic 2016, dan Queen’s Cup tahun lalu, yang turut membantunya memenangkan gelar Order of Merit Asian Tour.

”Menjuarai Queen’s Cup membantu saya menjadi juara Order of Merit Asian Tour yang baru, yang jelas merupakan pencapaian yang selalu saya kenang. Asia sudah menjadi rumah kedua buat saya,” ujar Hend yang telah menjadi pegolf Australia tersukses sepanjang sejarah Asian Tour.

Hend akan mendapat tantangan berarti dari jago Thailand, peraih dua kali Order of Merit Thaworn Wiratchant. Wiratchant sendiri telah dua kali menjuarai turnamen ini, yaitu pada 2012 dan 2014.

”Saya sangat yakin kalau saya berangkat ke Santiburi Samui untuk meraih kemenangan ketiga. Memenangkan trofi ini selalu menjadi impian saya,” ujar pegolf berusia 50 tahun ini. ”Hadiah uang yang lebih besar lagi tentu akan menjadi hal yang bagus bagi para pemain.”

Queen’s Cup yang kini memasuki tahun penyelenggaraan ke-9 secara berturut-turut, dan lapangan di Samui ini telah menjadi salah satu lapangan yang sangat digemari oleh Thaworn.

”Saya selalu suka bermain di Santiburi Samui. Layout-nya cocok dengan permainan saya. Saya akan berusaha menghasilkan performa terbaik saya di sana sekali lagi,” tuturnya.

Sejauh ini, Thaworn memang baru sekali finis di 10 besar, yaitu pada penyelenggaraan Thailand Open bulan Mei lalu. Saat ini memegang rekor kemenangan Asian Tour terbanyak, 18 kali, Thaworn meyakini kemampuannya untuk bersaing dengan para pemain muda, meskipun kini telah berusia 50 tahun.

”Jarak driving saya memang bukan seperti yang saya harapkan. Usia bisa jadi salah satu faktor, tapi saya berlatih keras untuk mempertahankan short game saya,” tuntasnya.