Pemain asal Australia, Scott Hend, akhirnya menjuarai Queen’s Cup hari ini. Pemain yang terkenal dengan pukulan jauhnya ini berhasil mengatasi defisit dua pukulan dari putaran ketiga untuk bermain 4-under 67 pada hari ini, sekaligus menyalib Gunn Charoenkul.

Sementara itu, Prom Meesawat yang memimpin pada putaran ketiga harus mengalami kekecewaan lantaran bermain 1-over 72 dan harus puas berada di posisi T3 dengan pemain Amerika, Paul Peterson, pemain Korea Wang Jeung-hun, dan rekan senegaranya Pavit Tangkamolprasert.

”Saya kalah di Wentworth (BMW PGA Championship), kalah di Mauritius (AfrAsia Bank Mauritius Open), dan punya peluang juara di China (Shenzhen International). Artinya ada empat peluang tahun ini dan saya tak menang juga. Entah ini lapangan yang sesuai dengan gaya saya atau tidak, yang jelas saya main dengan sangat bagus dan berusaha tidak gagal lagi. Senang bisa menang lagi,” ujar Hend, yang awal tahun ini juga menjuarai True Thailand Classic.

Hend berhasil menyamai skor Prom dengan birdie di hole 11 dan 12. Ia bahkan berbalik unggul ketika kembali mendapatkan birdie di hole 14, ketika pemain berjuluk ”Big Dolphin” itu justru harus mendapat bogey. Dengan unggul 2 stroke, Hend cukup bermain par di hole terakhir untuk menjadi pegolf non-Thailand kedua yang menjuarai turnamen ini, sejak ajang ini masuk kalender Asian Tour tahun 2009 silam.

”Saya bermain agresif di hole 11 dan memukul driver untuk mengantar bola mendekati green. Saya memutuskan main begitu karena saya mesti mengambil langkah agresif. Prom memimpin dan saya melakukan chipping hingga empat kaki dari lubang, lalu mendapat birdie. Dan di hole 12, saya memukul driver lagi dan memukul bola lagi hingga berjarak 6 kaki dari lubang untuk kembali mendapat bridie,” tutur Hend.

”Celakanya bagi Prom, ia melakukan kesalahan di hole 14 ketika saya malah mendapat bridie dan ini menjadi titik baliknya. Saya melihat peluang, memimpin 2 stroke hingga ke hole terakhir dan saya tak mau melakukan hal yang bodoh atau konyol.”

Dengan kemenangan ini, Hend bakal mengambil alih posisi Marcus Fraser di Official World Golf Ranking dan memberinya peluang untuk bermain di Olimpiade.

”Ada tiga pekan lagi untuk kualifikasi Olimpiade. Tahun ini usia saya 43, siapa yang tahu berapa lama saya bisa main, meskipun dari segi usia saya makin matang. Tentu menyenangkan bisa main di Olimpiade dan menjadi pegolf Australia pertama yang main di sana sejak golf kembali dipertandingkan. Hal-hal berbeda seperti inilah yang Anda torehkan dalam karier Anda dan saat pensiun, Anda bisa melihat kembali dan berkata inilah yang saya lakukan,” ujar Hend yang membawa pulang cek senilai US$54.000.