Dua skor 64 dari Neil Schietekat dan Toshiumi Kushioka menempatkan keduanya di posisi teratas.

Pegolf Afrika Selatan Neil Schietekat dan pegolf Jepang Toshiumi Kushioka mengawali Qualifying School Final Stage dengan sama-sama membukukan skor 7-under 64 dalam 18 hole pertama yang mereka mainkan di lapangan A&B Lake View Resort and Golf Club. Keduanya kini memegang keunggulan satu stroke dari pesain terdekat mereka.

Schietekat, yang telah mengoleksi tiga gelar Sunshine Tour, bermain tanpa bogey. Pegolf berusia 36 tahun ini menikmati performa wedge yang mengagumkan, yang turut diimbangi dengan ketajaman putting yang mumpuni.

Bermain untuk kedua kalinya pada Qualifying School, Schietekat mengakui pentingnya bermain sabar dan memaksimalkan tiap pukulan wedge untuk bisa membukukan hasil positif pada putaran pertama.

“Musim lalu saya hanya mengikuti sedikit turnamen dengan memanfaatkan slot undangan. Cukup bagus dan saya cukup terbiasa dengan jenis rumput, yang sebenarnya tidak terlalu akrab buat saya. Saya menikmati bermain pada dua turnamen yang diadakan di Indonesia dan India,” tuturnya.

“Justin Harding bermain dengan sangat baik pada Asian Tour tahun 2018. Sebelumnya dia bermain dengan kami pada Sunshine Tour dan sulit melakukan prestasi luar biasa sampai kemudian ia ke sini. Saya juga berasal dari Afrika Selatan, jadi kuncinya ialah membiasakan diri dengan cuaca di sini. Tapi, buat saya, kunci perbedaannya ada di green.”

Sementara itu, Kushioka berhasil mengimbangi permainan Schietekat dengan catatan skor yang sama. Ia sendiri melakukan debutnya pada Qualifying School Asian Tour dan melangkah ke tahap akhir berkat finis di peringkat 13 pada Section A First Stage Qualifying School, yang juga dimainkan di lapangan yang sama.

 

Toshiumi Kushioka tak ingin kegagalannya pada Qualifying School Jpaan Golf Tour terjadi lagi. Dan ia memulai Qualifying School Final Stage Asian Tour ini dengan menyamai skor Neil Schietekat dengan 7-under 64. Foto: Asian Tour.

“Sulit sekali bermain di lapangan lantaran angin kencang, tapi saya berusaha sebaik mungkin dan senang dengan skor saya, apalagi ini pertama kalinya saya bermain pada Qualifying School Asian Tour. Tapi menurut saya, lapangan A&B hari ini memang lebih mudah. Saya harus bermain lebih cermat lagi ketika memainkan lapangan C&D besok,” ujarnya.

Kushioka sendiri memutuskan untuk menuju kualifikasi Asian Tour tahun ini setelah gagal menembus Qualifying School Japan Golf Tour, yang diadakan pada tahun lalu.

Hari Pertama bagi Andrew dan Elki
Kedua wakil Indonesia pekan ini, Joshua Andrew Wirawan dan Elki Kow, memulai upaya mereka untuk meraih kartu Asian Tour dengan bermain di lapangan C&D. Dalam putaran pertama ini, keduanya mencatatkan hasil berbeda, yang hanya terpaut satu stroke.

Andrew, sapaan Joshua Andrew Wirawan, membukukan skor total even par 71. Ia menorehkan tiga birdie dan tiga bogey dan untuk sementara menempati peringkat T93. Ada 29 pegolf lain yang menempati posisi serupa dengan Andrew. Peraih gelar Asian Tour, Rikard Karlberg dari Swedia, Himmat Rai dari India, dan Arnond Vongvanij dari Thailand turut berada di jajaran yang sama.

Elki sendiri sempat membukukan eagle di hole 8 di lapangan C&D, namun ia harus mendapat tiga bogey sehingga harus mengakhiri putaran pertama dengan skor 1-over 72. Ia pun harus berbagi peringkat ke-123 bersama 35 pegolf lainnya. Bersama Elki ada Khalin Joshi dari India dan Kim Bio dari Korea yang harus menerima skorsing keras selama tiga tahun dari Korean Golf Tour usai mengekspresikan emosinya terhadap penonton pada salah satu turnamen di Korea.

Pada putaran kedua, para peserta harus memainkan lapangan yang berbeda. Putaran kedua nanti sekaligus menjadi penentuan untuk mendapatkan 140 peserta terbaik, berikut ties, yang berhak tampil dalam dua putaran berikutnya. Lalu pada akhir putaran keempat, jumlah peserta akan dirampingkan lagi menjadi 70 pegolf teratas, termasuk ties, yang akan memainkan 18 hole terakhir. Dan 35 pegolf terbaik, berikut ties, akan mendapatkan kartu Asian Tour untunk musim ini.