Xander Schauffele tampil prima dengan skor 64 untuk mengudeta Tyrrell Hatton dan memimpin dengan keunggulan 3 stroke.

Performa Xander Schauffele pada putaran kedua THE CJ CUP @ SHADOW CREEK memang luar biasa. Permainan putter-nya yang sangat tajam ikut membantunya mencatatkan skor terendah, 8-under 64, yang sekaligus mengudeta Tyrrell Hatton dari puncak klasemen. Kini pegolf Amerika ini memegang keunggulan tiga stroke dari pesaing terdekatnya yang asal Inggris tersebut.

Permainan luar biasa Schauffele sudah terlihat dalam sembilan hole pertamanya. Ia mencatatkan skor sembilan hole terendah dalam kariernya ketika mencatatkan angka 29 pada kartu skornya. Ada tujuh birdie yang ia bukukan, dengan enam di antaranya ia bukukan secara berturut-turut dari hole 13. Ia memasukkan total 40,5 meter putt pada hari kedua ini—23 meter pada hari pertama—dan kini ia berada di peringkat ketiga untuk kategori Strokes Gained: Putting. Dengan skor total 14-under 130, inilah kedua kalinya Schauffele menjadi pimpinan klasemen pada akhir putaran kedua dalam sebuah ajang PGA TOUR.

Bermain dari hole 10, Schauffele mencatatkan birdie pertamanya di hole 11, sebelum kemudian mencatatkan rangkaian enam birdie dari hole 13. Ia memasukkan birdie dari jarak 8 meter dan 11 meter di hole 14 dan 15, lalu memasukkan birdie dari jarak sekitar 2 meter di hole 16, sebelum melakukan chip-in dari luar green di hole 17. Dan terakhir ia memasukkan bola dari jarak 4 meter di hole 18 untuk birdie ke-7, plus mencatatkan skor 29 di sembilan hole pertamanya itu. Dalam dua putaran ini, ia mencatatkan total 15 birdie, yang artinya ia menyamai rekor birdie terbanyaknya dalam 36 hole, yang ia raih pada ajang BMW Championship 2018.

”Ketika Anda bisa main dengan skor 29, segalanya mengalir, segalanya menjadi mudah, Anda tak lagi memikirkan banyak hal,” ujar Schauffele, yang finis di tempat kedua pada klasemen akhir FedExCup musim lalu. ”Menyenangkan. Anda tak perlu benar-benar berusaha mendapat birdie di beberapa hole di sana, Anda hanya perlu menyisakan jarak 10-11 meter menanjak dan untungnya saya berhasil melakukannya di beberapa hole. Namun, saya juga merasa sedikit lelah di sembilan hole berikutnya. Agak kesal juga karena tak mendapat lebih banyak birdie, tapi cukup puas juga karena saya tidak mendapat bogey … cukup senang mendapat par di hole terakhir.”

 

 

Sementara itu, setelah pada putaran pertama mencatatkan skor 65, Tyrrell Hatton harus puas dengan skor 68 pada hari kedua. Dua birdie di dua hole terakhir itu membantunya untuk mempertanankan peluang kemenangan pada ajang yang memperebutkan total hadiah sebesar US$9,75 juta ini.

Masih hangat dari kemenangan sensasionalnya pada ajang BMW PGA Championship, yang memberinya gelar European Tour kelima dalam kariernya, Hatton mengaku bermain kurang konsisten pada putaran kedua ini. Di sembilan hole terakhirnya ia memang mendapat empat birdie, tapi juga mencatatkan tiga bogey.

”Jelas saya merasa kecewa dengan bogey di hole 15 dan 16. Saya melakukan beberapa pukulan yang buruk di kedua hole tersebut, satu yang paling mengecewakan saya ialah ketika saya melakukan lay-up denagn 6-iron di hole 16 dan kami sepertinya malah gagal mencapai fairway. Jadi, itu kesalahan yang konyol, tapi yang jelas saya cukup senang bisa bangkit. Finis dengan birdie dan birdie sudah bagus,” jelas Hatton, yang mencatatkan skor total 133.

Russell Henley menempati peringkat ketiga setelah bermain dengan skor 68 dan membukukan skor total 134, sementara Talor Gooch berada satu stroke di belakangnya berkat skor 7-under 65.

Juara PGA Championship Collin Morikawa juga mencatatkan skor 65 dan akan memulai putaran akhir pekan dengan berada enam stroke di belakang Schauffele. Pegolf yang telah menjuarai tiga gelar PGA TOUR, termasuk Major, dalam usia 23 tahun ini membukukan tujuh birdie dan tanpa bogey, untuk mempertahankan peluangnya.

”Saya pikir saya berhasil bangkit, tapi Xander bermain luar biasa hari ini, jadi persaingan menjadi sedikit lebih berat.” — Justin Thomas.

”Kemarin (pada putaran pertama) saya melakukan beberapa swing yang buruk. Kalau tak salah saya memasukkan bola ke air di hole 15 (dan mendapat double bogey). Hari ini (kemarin) saya berusaha meminimalisasi kesalahan-kesalahan tersebut. Bola saya memang masuk air lagi di hole 18, tapi saya masih bisa mempertahankan skor dan putting saya mulai masuk lagi. Dan begitu mendapat momentum seperti ini, Anda pasti ingin terus mempertahankannya,” ujar Morikawa.

Juara bertahan Justin Thomas mengoleksi skor total 138 setelah bermain tanpa bogey dan membukukan skor 66. Setelah dua kali menang di Korea pada 2017 dan 2019 lalu, ia jelas ingin bisa mempertahankan gelarnya pada ajang yang terpaksa dipindahkan ke lapangan karya Tom Fazio di Vegas ini. Pada putaran kedua kemarin ia mencatatkan 16 green in regulation, yang merupakan peningkatan dari hari pertama, ketika hanya mencatatkan 9 green in regulation dan berbuntut pada skor even par 72.

”Memang, pukulan saya kali ini lebih baik. Ada banyak yang meleset, tapi ada banyak juga putting yang masuk. Saya pikir saya berhasil bangkit, tapi Xander bermain luar biasa hari ini, jadi persaingan menjadi sedikit lebih berat,” tutur pemegang 13 gelar PGA TOUR ini.

Hideki Matsuyama kini tampil sebagai wakil Asia terdepan setelah bermain dengan skor 68. Kini ia berada di peringkat T8, bersama Thomas. Adapun Kim Hanbyeol dan Kim Siwoo akan memulai putaran ketiga dari peringkat T33.

Adapun pegolf No.2 Dunia Jon Rahm harus bermain dengan skor 73 dan kini ada di posisi T15, sedang Juara THE CJ CUP 2018 Brooks Koepka, yang baru kembali dari cedera, mengakhiri putaran kedua dengan skor 68 dan kini ada di posisi T26 bersama Rory McIlroy, yang mencatatkan skor 69.