Xander Schauffele menjadi pegolf ketiga yang mencatatkan skor terendah pada panggung Olimpiade dengan skor 63 pada putaran kedua.

”Menjadi atlet Olimpiade merupakan sesuatu yang sangat besar.” Xander Schauffele menyikapi Olimpiade dengan serius, meskipun harus mengalihkan fokusnya dari panggung PGA TOUR. Dan ia jelas memiliki alasan untuk mewujudkan impian sang ayah, Stefan Schauffele, yang bertahun-tahun silam merupakan atlet dekatlon Jerman dan nyaris menjadi atlet Olimpiade.

Impian itu ia wujudkan dengan mewakili Amerika Serikat di Kasumigaseki Country Club pekan ini. Ia bahkan membuka peluang untuk mewujudkan medali emas bagi negaranya setelah mengambil alih puncak klasemen berkat skor total 131, unggul satu stroke dari pegolf Meksiko Carlos Ortiz.

Bagaimana ia mencuri posisi teratas itu, di tengah pertandingan yang harus kembali mengalami penundaan akibat cuaca yang kurang bersahabat siang (30/7) tadi? Schauffele ”hanya” mencatatkan enam birdie, dua eagle, dan dua bogey. Skor 63 itu menjadikannya pegolf ketiga setelah Matt Kuchar (putaran final Olimpiade 2016) dan sehari setelah Sepp Straka mencatatkan skor terendah dalam kompetisi golf pria.

Pada putaran kedua tadi, Schauffele mencatatkan dua birdie dan satu bogey sebelum meraih eagle pertamanya di hole 6. Di hole par 4 pendek yang hanya sepanjang 337 meter itu, Schauffele melakukan pukulan tee yang solid sehingga hanya menyisakan jarak kurang dari 3,5 meter dari pin, yang kemudian ia maksimalkan dalam pukulan keduanya.

Setelah birdie dan satu bogey lagi, Schauffele kembali membukukan eagle di hole 14 par 5, setelah pukulan keduanya menyisakan jarak 13 meter dari lubang. Lalu ia memastikan meraih posisi teratas setelah membukukan tiga birdie berturut-turut di tiga hole terakhir, persis sebelum sirene kembali berbunyi untuk menandakan putaran kedua terpaksa dihentikan pada pukul 17:20 waktu setempat atau pukul 15:20 WIB.

 

Mito Pereira pada putaran kedua Olimpiade Tokyo 2020.
Mito Pereira menjadi salah satu pegolf yang mencatatkan skor rendah untuk berada di jajaran atas klasemen Olimpiade Tokyo 2020. Foto: Ben Jarod/PGA TOUR/IGF.

 

”Saya mendapat bogey di hole pertama setelah kembali bermain lagi,” tutur Schauffele. ”Bola saya tidak berada di spot yang bagus dan kemudian bisa langsung mendapat birdie lagi yang membantu menstabilkan permainan. Jadi, saya senang melihat bagaimana saya menuntaskan putaran ini,” tutur Schauffele.

Ortiz, yang juga merupakan pemain reguler pada PGA TOUR, sempat memuncaki klasemen sementara setelah brmain 3-under di sembilan hole pertamanya, berkat tiga birdie, satu eagle, dan dua bogey. Sayangnya, setelah birdie keempat di hole 11, Ortiz harus puas mencatatkan skor even par di tujuh hole terakhirnya. Dan dalam 36 hole pertamanya di East Course, ia menyadari bahwa ”lebih mudah bermain dari fairway. Saya pikir jika bola Anda berada di fairway, Anda bisa bermain agresif dengan green yang begitu empuk dan sesempurna ini, akan sangat bagus begitu Anada mulai bisa membaca jalur yang tepat, akan mudah juga melakukan putting,” jelasnya.

Dengan hanya terpaut satu stroke dari Schauffele, sangatlah wajar jika Ortiz merasa berada di posisi yang bagus menuju dua putaran terakhir. ”Saya suka berada di posisi sekarang,” imbuhnya.

Putaran kedua ini juga menampilkan sejumlah pergerakan yang penting dengan sejumlah nama besar mulai memperbaiki posisinya. Pegolf Irlandia yang baru melakoni debut Olimpiadenya, Rory McIlroy menjadi salah satu daya pikat pada 18 hole kedua hari ini. Setelah kemarin (29/7) bermain dengan skor 69, McIlroy menorehkan lima birdie dengan satu eagle dan dua bogey untuk skor 5-under 66 dan kini menempati peringkat 7 bersama sesama pegolf Irlandia Shane Lowry dan bintang golf Thailand Jazz Janewattananond.

Jazz sendiri harus rela posisinya merosot setelah tadi hanya bisa bermain even par 71. Meski merasa frustrasi lantaran gagal menciptakan lebih banyak kesempatan, pemegang enam gelar Asian Tour ini masih yakin memiliki peluang pada akhir pekan nanti, sekaligus menjaga asa mempersembahkan medali bagi Thailand. ”Saya pikir saya ada di posisi yang cukup bagus. Bahkan jika sebelum pertandingan ini ada orang yang menanyakan apakah saya mau menerima jika tertinggal dua atau tiga stroke menuju dua hari terakhir, saya jelas akan menerimanya,” tegasnya.

Pegolf tuan rumah yang menjadi andalan untuk meraih medali emas, Hideki Matsuyama, juga melakukan pergerakan berarti, meskipun harus menuntaskan putaran keduanya besok. Matsuyama mencatatkan enam birdie dalam 16 hole yang ia mainkan, termasuk ketika ia meraih birdie di hole 16 par 3. Ia jelas berpeluang untuk menambah catatan birdie-nya dan mempersempit jarak dengan Schauffele, mengingat ia masih harus menyelesaikan dua hole lagi, dengan kini mencatatkan skor total 8-under.

 

Jazz Janewattananond pada putaran kedua Olimpiade Tokyo 2020.
Jazz Janewattananond layak merasa kecewa setelah hanya bermain even par pada putaran kedua Olimpiade Tokyo 2020. Foto: Ben Jared/PGA TOUR/IGF.

 

”Saya pikir saya main bagus hari ini meskipun permainan harus sempat dihentikan,” tutur Matsuyama, Juara Masters Tournament yang telah mengoleksi enam gelar PGA TOUR ini. ”Saya akan tee off lebih awal besok pagi jadi akan mempersiapkan diri sebaik mungkin dan semoga saya bisa bermain sebaik mungkin untuk besok.”

Adapun Straka, yang kemarin menciptakan skor 63, juga masih mempertahankan peluangnya untuk menuntaskan pekan ini di podium dan mempersembahkan medali bagi negaranya, Austria. Meskipun harus puas dengan skor even par 71, Straka kini berada di peringkat ketiga bersama Matsuyama, Alex Noren dari Swedia, dan Mito Pereira dari Chile.

Pereira juga menjadi paket kejutan putaran kedua dengan menjadi satu dari hanya tiga pemain yang berhasil mencatatkan skor 65. Bermain lebih awal, kartu skornya diwarnai dengan enam birdie, sebuah eagle di hole 6 par 4, dan dua bogey, yang cukup membawanya ke jajaran atas sepanjang hari ini.

Sebanyak 16 pegolf harus kembali ke lapangan untuk menuntaskan putaran kedua mereka pada pukul 07:45 atau 05:45 WIB. Beberapa di antaranya termasuk Anirban Lahiri dari India yang bermain even par dalam 16 hole; Yuan Yechun dari China yang telah menorehkan tiga birdie dan satu bogey dan telah memainkan 15 hole; pegolf pegolf China Taipei C.T. Pan, yang tadi mencatatkan lima birdie dan satu bogey dan menyisakan tiga hole; pegolf Malaysia Gavin Green yang dalam 14 hole telah meraih lima birdie dan empat bogey.

Putaran ketiga diperkirakan akan dimainkan dari pukul 09:30 (07:30 WIB) sampai 11:18 (09:18 WIB) dari tee 1 dan 10 dalam grup yang terdiri dari tiga atlet. Putaran ketiga ini juga akan kembali ditayangkan secara langsung melalui aplikasi Vidio dan bisa dinikmati secara gratis.