Drama yang menegangkan terjadi di Poly Golf Club pada putaran final Chongqing Championship hari Minggu (31/3) ini. Sempat melepas keunggulan yang telah ia miliki sejak hari pertama, Taihei Sato berhasil menuntaskan ambisinya menjadi pegolf Jepang pertama yang menjuarai sebuah ajang PGA TOUR Series-China setelah pada akhirnya menaklukkan pegolf tuan rumah, Liu Yanwei, lewat babak play-off.

Sato sebenarnya berpeluang menuntaskan turnamen ini dalam 72 hole. Putting-nya di hole 18 hanya menyisakan jarak enam kaki dengan break dari kanan ke kiri. Berhasil memasukkan putt tersebut dan ia akan mencatatkan birdie sekaligus meraih kemenangan. Tapi justru pada momen-momen krusial ini putting-nya itu justru gagal sehingga ia harus puas bermain dengan skor 73 dan menorehkan skor 18-under 274, skor serupa yang juga ditorehkan Liu setelah bermain 69 pada putaran terakhir itu.

Partai play-off sudden death ini sendiri berlangsung seru setelah dalam tiga hole pertama Liu berhasil memaksa Sato untuk melanjutkan hingga hole play-off ketiga. Dalam dua hole pertama, Sato dan Liu sama-sama membukukan par dan birdie. Setelah dalam dua hole keduanya bermain di hole 18 par 5, hole play-off ketiga pun dipindahkan ke hole 17 par 3.

Meskipun keduanya sama-sama mengirimkan bola ke green, Liu tak berhasil memasukkan putt birdie dari jarak 23 kaki, sedangkan Sato sukses melakukannya dari jarak 11 kaki, yang sekaligus memberinya kemenangan pertama pada Tour ini.

Pegolf tuan rumah Liu Yanwei harus menelan kekecewaan setelah tunduk dari Taihei Sato di hole play-off ketiga. Foto: PGA TOUR Series-China/Liu Zhuang.

“Ini bukanlah gelar pertama dalam karier saya, tapi kemenangan ini mungkin menjadi yang terbaik,” ujar Sato. “Saya sangat gembira bisa menang dalam ajang pertama, terutama ketika ada begitu banyak peserta yang bermain bagus.”

Sato yang selama sepekan ini berhasil menampilkan permainan yang sangat bagus, memang sangat berambisi untuk bisa menang.

“Sepanjang pekan ini saya sudah bermain dengan sangat baik, jadi saya sangat ingin bisa menang. Saya gembira akhirnya bisa mewujudkan kemenangan tersebut,” ujarnya.

Sato sendiri mengaku kalau ia tidak yakin bisa menang ketika harus memainkan babak play-off dengan Liu. Ia mengakui permainan Liu pada putaran final sebenarnya jauh lebih baik daripada permainannya sendiri. Namun, pada akhirnya kemenangan itu menjadi miliknya.

“Dalam babak play-off seperti ini, Anda tidak akan pernah tahu hasilnya. Di hole pertama saya bisa melakukan birdie, dan saya melakukan chipping hingga bola mendekati lubang. Di hole play-off kedua, putting saya bagus, tapi malah tidak masuk. Jadi, saya memberinya peluang dan sebaliknya, ia pun memberi saya peluang. Tapi justru dialah yang bisa menang. Salut untuk dia,” puji Liu.

David Kocher menuntaskan debutnya pada ajang PGA TOUR Series-China dengan finis sendirian di peringkat 3. Foto: PGA TOUR Series-China/Liu Zhuang.

Kemenangan Sato ini sebelumnya nyaris tidak terjadi lantaran Liu sendiri berhasil menampilkan permainan yang sangat baik. Setelah menorehkan eagle di hole 15 par 5, dengan chipping dari jarak 80 kaki, sepertinya justru Liulah yang bakal menerima sorotan akhir. Namun, di hole 17 ia justru menorehkan bogey dan nyaris langsung tersingkir kalau saja Sato tak melakukan kesalahan di hole 18.

“(Bogey di hole 17) itu benar-benar menjadi batu sandungan. Kalau saja bogey itu tidak terjadi, saya bakal memenangkan turnamen ini dengan keunggulan satu stroke di hole terakhir,” tutur Liu yang layak merasa kecewa. “Secara keseluruhan, ini pekan yang sangat bagus, tapi saya merasa cukup kecewa. Saya senang dengan permainan saya, tapi jelas hasilnya sedikit mengecewakan.”

David Kocher, yang mengakhiri turnamen pertamanya pada PGA TOUR Series-China ini dengan empat birdie di lima hole terakhirnya, berhasil finis di tempat ketiga sendirian. Skor totalnya, 17-under 274 hanya selisih satu stroke untuk bisa meramaikan play-off. Sementara rekan senegaranya asal AS Max McGreevy finis sendirian di tempat keempat dengan 16-under 275.

Bintang masa depan China Jin Cheng, yang melakoni turnamen PGA TOUR Series-China pertamanya sebagai pegolf profesional harus menjalani debut dengan permainan yang beragam. Toh ia akhirnya berhasil menuntaskan putaran final dengan permainan yang sangat meyakinkan, mencatatkan 8-under 65. Skor ini membuatnya berhasil finis di peringkat T22 dengan skor total 10-under 282.

Leave a comment