Taihei Sato berniat untuk menjadi pegolf Jepang pertama yang memenangkan gelar PGA TOUR Series-China. Peluang ini mulai terbuka ketika ia melanjutkan keunggulannya dan mempertahankan posisi teratas klasemen sementara pada ajang Chongqing Championship hari ini (29/3).

Sato menutup putaran keduanya tadi dengan menorehkan skor 6-under 67. Dengan skor total 13-under 133, kini ia memiliki keunggulan dua stroke dari tiga pesaing terdekatnya, yaitu pegolf tuan rumah Huang Wenyi, pegolf Australia Max McCardle, dan pegolf Amerika Trevor Sluman.

Sato sendiri memang tidak merasa asing bermain di Poly Golf Club pekan ini. Ia mencatatkan prestasi yang cukup bagus ketika bermain di lapangan yang sama pada debut turnamen ini tahun lalu. Kala itu ia finis di peringkat T6, yang sekaligus memberinya empat kali finis di sepuluh besar pada musim lalu. Performanya itu juga membantunya berada di peringkat 18 Order of Merit, meskipun kala itu ia hanya memainkan delapan turnamen.

“Saya bermain sangat bagus. Putting saya sebenarnya tidak terlalu menonjol, tapi ball striking saya sangat bagus hari ini. Senang rasanya bisa main bagus lagi. Saya berharap bisa terus bermain sebagus ini pada akhir pekan karena saya ingin memenangkan turnamen ini,” tutur Sato.

Huang Wenyi menjadi bintang pada putaran kedua Chongqing Championship ini setelah membukukan skor terendah dalam karier profesionalnya, yaitu 10-under 63. Foto: PGA TOUR Series-China/Liu Zhuang.

Sejauh ini, prestasi terbaik yang pernah dibukukan pemain Jepang pada kancah PGA TOUR Series-China ditorehkan oleh Yuwa Kosaihira. Pada musim 2018 lalu, Kosaihira dua kali berhasil finis di tempat kedua, yaitu pada ajang Yantai Championship dan Zhuhai Championship.

Meskipun Sato berhasil mempertahankan posisi teratas, justru Huang Wenyilah yang mencuri perhatian dan menjadi bintang pada putaran kedua turnamen ini. Pegolf tuan rumah ini membukukan sepuluh birdie untuk mencatatkan skor 10-under 63. Ini merupakan skor terendah yang pernah ia bukukan dalam karier profesionalnya. Performa istimewa ini pulalah yang kemudian melambungkan posisinya ke peringkat kedua bersama dua pegolf lainnya.

Huang bukanlah pemain kemarin sore karena ia telah memiliki sejumlah pengalaman bermain pada ajang European Tour, Asian Tour, dan PGA TOUR Series-China. Ia sendiri dikenal memiliki kemampuan putting yang jitu jika berhasil menemukan iramanya. Dan sepertinya itulah alasan mengapa ia bisa bermain luar biasa pada hari kedua ini.

Pegolf tuan rumah lainnya, Yang Yinong, berada di peringkat T5 dengan torehan 10-under 136. Foto: PGA TOUR Series-China/Liu Zhuang.

Setelah memulai putaran keduanya dengan birdie di hole 11 par 3, Huang langsung melaju dan menambah empat birdie lagi di sembilan hole pertamanya dengan skor 5-under. Ia kemudian menambah empat birdie lagi di hole 1, 4, 5, 7, dan 9, yang sekaligus menciptakan putaran yang sangat berkesan baginya.

“Dari dua putaran pertama Chongqing Championship ini, saya bisa bisa melihat bahwa keseluruhan level golf di China mulai meningkat lantaran banyak orang yang kini melihat PGA TOUR Series-China sebagai tempat yang sangat bagus untuk bermain. Hal ini membuat semua orang harus berjuang untuk bermain lebih baik lagi,” ujar Huang, yang jelas membuktikan perkataannya sendiri dengan performanya hari ini.

Catatan skor terbaik dalam 18 hole sejauh ini dibukukan oleh tiga pemain, yaitu Gunn Charoenkul, Pariya Junhasavasdikul, dan Alex Kang. Charoenkul dan Junhasavasdikul membukukan skor 11-under 61 pada ajang Yulongwan Yunnan Open 2014. Sementara Kang menorehkan skor serupa ketika bermain pada ajang Cadillac Championship 2016.

Salah satu pemain yang juga menjadi sorotan pada pekan ini ialah pegolf tuan rumah lainnya, Jin Cheng. Jin, yang mendominasi kualifikasi lokal pada awal tahun ini berhasil membayar performa mengecewakannya pada putaran pertama. Setelah membukukan skor 4-over 77, Jin bangkit kembali dengan torehan 6-under 67, yang membantunya lolos cut dan kini berada di peringkat 63.

Leave a comment