Taihei Sato mempertahankan jalur yang ideal untuk menciptakan sejarah baru pada kancah PGA TOUR Series-China. Pegolf Jepang ini berhasil mempertahankan keunggulannya di puncak klasemen ajang Chongqing Championship setelah pada putaran ketiga tadi membukukan skor 5-under 68 dan mengumpulkan skor total 18-under 201.

Sato baru saja memainkan satu hole di Poly Golf Club ketika hujan deras dan cuaca yang membahayakan memaksa panitia untuk menghentikan permainan pada pukul 10:35 pagi waktu setempat. Sekitar tiga jam kemudian, turnamen kembali dimainkan, tapi kondisi yang basah itu ternyata tidak menghambat permainan Sato. Pada hari ketiga ini, ia menorehkan lima birdie untuk memegang keunggulan tiga stroke dari pesaing terdekatnya, David Kocher asal Amerika.

Pengalamannya bermain di lapangan yang sama pada musim lalu tampaknya memang menjadi salah satu faktor yang membantunya tampil prima kali ini. Tahun lalu, ketika Chongqing Championship dimainkan sebagai turnamen kedua pada musim 2018, Sato berhasil finis di posisi T6. Pada musim itu, ia juga berhasil finis di sepuluh besar dalam tiga turnamen lainnya, sebelum akhirnya finis di peringkat 18 Order of Merit.

Percaya diri yang tinggi kini mengalir dalam dirinya, terutama setelah pegolf berusia 25 tahun ini nyaris mencatatkan eagle di hole 18 par 5.

Mendapat hak bermain setelah menjuarai kualifikasi pada hari Senin, David Kocher kini menjadi pesaing terdekat bagi Taihei Sato. Foto: PGA TOUR Series-China/Liu Zhuang.

“Hole terakhir saya merupakan yang terbaik. Di sana saya nyaris mendapat eagle. Saya melakukan dua pukulan yang bagus ke fairway dan pukulan ketiga saya berhenti di dekat lubang, hanya berjarak sekitar satu atau dua kaki, dan kemudian saya berhasil memasukkannya untuk birdie,” tutur Sato.

Meskipun demikian, ia juga mengaku sedikit kecewa karena performa putting-nya tidak seprima putaran sebelumnya.

“Kemarin putting saya sangat bagus, tapi hari ini kurang. Mungkin cuaca ikut memengaruhi. Lapangan ini sendiri dimainkan sedikit sulit, tapi saya masih senang dengan skor hari ini. Bisa membuat lima birdie pada kondisi cuaca seperti hari ini jelas merupakan sesuatu yang positif,” imbuh pegolf yang beralih profesional pada 2015 ini.

Hanya ada satu pegolf Jepang yang nyaris menjuarai sebuah ajang PGA TOUR Series-China. Yuwa Kosaihira, yang akhirnya finis di tempat keempat Order of Merit musim lalu, mencatatkan dua kali runner-up.

Liu Yanwei mempertahankan peluangnya untuk terus bersaing pada ajang Chongqing Championship setelah bermain dengan skor 7-under 66 pada hari ketiga. Foto: PGA TOUR Series-China/Liu Zhuang.

“Saya tidak tahu kalau sebelumnya belum pernah ada pegolf Jepang yang menang. Sekarang saya sangat ingin untuk menang,” ujar Sato, yang menjadi satu-satunya pemain yang berhasil main di bawah 70 pada pekan ini. “Saya pikir kalau saya bisa terus bermain seperti beberapa hari terakhir dan memperbaiki beberapa hal kecil, saya berpeluang melakukannya.”

Pesaing terdekat Sato, David Kocher, merupakan pemain yang berhasil mengikuti turnamen ini setelah menjuarai kualifikasi pada hari Senin. Ia berhasil mendaki ke peringkat kedua setelah bermain dengan skor 69 dan kini hanya berjarak tiga stroke dari Sato.

Sementara itu, pegolf tuan rumah Liu Yanwei juga meramaikan persaingan setelah pada hari ketiga membukukan skor 7-under 66. Total skornya, 14-under 205, membuatnya hanya berjarak empat stroke dari Sato.

“Saya melakukan dua putt di hole 1 dan 3 dan setelah itu pukulan saya makin akurat dan bisa memasukkan beberapa putt. Saya bisa main 6-under setelah bermain delapan hole. Setelah hujan menunda pertandingan, saya kembali memainkan hole 4 dan berusaha mempertahankan momentum. Sayangnya di sembilan hole berikutnya, saya tidak berhasil mempertahankan momentum tersebut, tapi saya sangat puas bisa main 7-under,” papar Liu.

Leave a comment