Sanusi kian mendekati gelar perdananya setelah pada putaran kedua (31/1) Top Skor Golf Invitational mempertahankan keunggulannya di puncak klasemen sementara di Padang Golf Matoa Nasional. Sanusi bermain dengan 1-under 71 dan mengumpulkan total skor 6-under 138.

Bermain dengan strategi menyerang, sesuai dengan rencananya, Sanusi harus berjuang keras karena mendapat hasil yang berbeda dengan yang diharapkan. Meski sempat unggul 7-under hingga sembilan hole pertama, double bogey di hole 12 menahan lajunya. Ia berhasil menebus dengan birdie di hole 13, namun harus kembali mendapat double bogey di hole 14. Beruntung ia berhasil menutup putaran kedua dengan eagle sehingga bisa tetap mempertahankan posisinya.

Rinaldi Adiyandono sempat mengambil alih pimpinan ketika ia berhasil bermain 6-under. Ia berpeluang untuk setidaknya berbagi tempat teratas dengan Sanusi, namun bogey di hole 17 membuatnya harus puas berada di bawah Sanusi dengan selisih satu angka.

Meski bermain tidak sebaik putaran pertama, Sanusi mengaku gembira dengan hasil yang ia dapatkan.

”Saya justru senang bisa bermain dengan yang muda-muda. Besok akan semakin seru lagi. Strategi saya tetap sama. Saya akan bermain menyerang,” katanya. ”Hari ini saya nggak tegang sama sekali. Tetapi saya tidak bermain terlalu baik. Meski demikian, saya tetap akan bermain menyerang.”

Meski masih unggu di posisi teratas, peluang bagi pegolf lain untuk menyalib Sanusi masih terbuka. Selain Rinaldi, ada I Ketut Sugiarta, Ramadhan Alwie, dan Syukrizal yang sama-sama membuntuti dengan selisih satu angka. Mereka sama-sama membukukan total skor 139.

”Saya selalu memiliki keinginan untuk menjadi juara, tetapi itu tidak menjadi ambisi yang membebani saya.  Sejak cedera, saya sudah lama tidak bermain di flight terakhir (pada putaran final) tahun lalu sempat bermain di flight terakhir bersama Rory, dan saya merasakan tekanan yang sangat besar . Tapi saya pikir kalau sekali sudah mengalami, berikutnya harusnya bisa lebih baik,” ujar pegolf yang terkenal berkat keahlian melakukan trick shot ini.

Sementara itu, Syukrizal memberikan sinyal bahwa sebagai pendatang baru dirinya perlu diperhitungkan. Bertahan di posisi elite leaderboard selama dua hari di luar perkiraan Syukrizal, pegolf berusia 25 tahun hanya menargetkan untuk masuk 10 besar saja.

”Target saya masuk 10 besar di Top Skor Golf Invitational. Alhamdulillah hasil dua hari ini melebihi ekspetasi saya,” ujar mantan atlet PON 2016 asal Nanggroe Aceh Darussalam ini.

Setelah memutuskan untuk berstatus profesional pada awal Oktober 2016, Syukrizal mengevaluasi permainan selama sisa seri IGT musim lalu. ”Saya banyak berlatih short game dan second shot-nya. Persaingan di profesional lebih ketat ketimbang amatir dan saya harus siap bersaing untuk itu,” kata Syukrizal.

Adapun Almay Rayhan Yaqutah makin berpeluang memenangkan Lowest Amateur setelah mempertahankan posisinya di sepuluh besar. Dengan total skor 4-under 140, pesaing terdekatnya hanyalah Bradley Taslim yang memiliki selisih skor 5 pukulan.

Top Skor Golf Invitational menjadi seri pertama dari Indonesian Golf Tour musim 2017. Ini menjadi partisipasi pertama harian bola nasional Top Skor untuk mendukung perkembangan golf di Indonesia. Putaran final berlangsung hari ini. Silakan mengikuti live scoring melalui www.indonesiangolftour.com atau www.pgatourindonesia.com.