Kembalinya kompetisi golf membuat Trevor Immelman dapat kembali memantau perkembangan para pegolf potensial untuk menjadi kekuatan bagi Tim Internasional.

Oleh: Trevor Immelman

Tanggal 12 Desember menandakan setahun berlalunya kompetisi Presidents Cup di Royal Melbourne. Namun, entah mengapa rasanya ajang tersebut sudah berlalu lama sekali, tapi sekaligus seperti baru kemarin. Kalau melihat pengalaman waktu itu, kami tiba di Australia dengan harapan yang melambung tinggi, tapi dengan ekspektasi yang rendah. Tim kami terdiri dari anggota yang sangat muda, ini tim termuda yang pernah ada dengan diikuti tujuh pemain debutan. Namun, kami semua dipenuhi semangat akan peluang untuk bersaing menghadapi Tim Amerika terkuat yang pernah terhimpun.

Kami sangat mempercayai pemimpin kami, Ernie (Els) dan mendapat rasa percaya diri dari perawakannya, posisinya dalam golf, rekornya di Royal Melbourne, dan dari sepanjang perjalanan kariernya. Dalam pengertian tertentu, Anda tentu bisa melihat betapa bersemangatnya para pemain muda dalam tim kami hanya dengan mendapat akses langsung kepada dia dan hanya dengan berada di sekitarnya. Kalau Anda melihat betapa berat kesulitan yang harus dihadapi Tim Internasional selama bertahun-tahun, bisa mencapai posisi nyaris kembali menang seperti itu jelas memberikan perasaan yang luar biasa.

Pada akhirnya, kami hanya hampir menang. Namun, sebagai satu kesatuan, tim kami mengambil langkah besar menuju arah yang tepat. (Catatan: kala itu Tim AS akhirnya menang 16-14.)

Kami ingin mempertahankan momentum itu dan segera mengadakan pertemuan pada bulan Januari 2020 untuk membahas masa depan tim kami dan cetak biru yang kami lihat untuk melangkah maju. Kami membuat perencanaan, menggabungkan tiap kepingan untuk bersiap menghadapi Presidents Cup 2021. Namun, pandemi kemudian menghantam dunia, dan kami harus menekan tombol jeda.

Sebagai Kapten, saya bisa melihat penundaan ini dengan dua sudut pandang berbeda. Saya bisa menganggapnya sebagai sebuah kerugian, yaitu bahwa kami kehilangan momentum yang kami rasa telah kami raih di Australia. Kami berharap bisa memainkan pekan berikutnya pada 2019 dan sebaliknya kami harus menanti hingga tiga tahun untuk Presidents Cup berikutnya.

 

Louis Oosthuizen (kedua dari kiri) dan Adam Scott (kedua dari kanan) diperkirakan masih akan menjadi salah satu kekuatan inti bagi Tim Internasional pada Presidents Cup 2022. Foto: Getty Images.

 

Namun, ini hanya salah satu sisi koin. Sisi yang saya pilih ialah berfokus pada hal yang saya pikir kaan baik bagi kami, mengingat ada tujuh pemain debutan pada kami, ialah bahwa setahun tambahan akan memberi peluang yang lebih besar bagi kami untuk bersaing dalam ajang-ajang terbesar dan meraih pengalaman menghadapi para pemain terbaik di dunia. Mereka akan mengambil pengalaman tambahan itu dan kemudian menuju Quail Hollow dan memanfaatkannya di sana. Saya pikir itulah hal pentingnya dan sudut pandang yang saya pilih untuk melihat tantangan ini.

Saya melihat kembali Masters Tournament bulan November lalu sebagai contoh yang sangat tepat bagaimana pengalaman dapat diperoleh. Melihat para pemain itu tampil ke permukaan jelas membuat saya sangat bangga. Cam Smith yang membukukan empat putaran dengan skor 60-an untuk meraih prestasi runner-up merupakan sesuatu yang belum pernah terjadii sebelumnya. Antara Im Sungjae, yang finis T2 di Augusta National, dan Joaquin Niemann, Anda mendapatkan dua pemain berusia 22 tahun yang menjadi kekuatan konsisten pada PGA TOUR. Dylan Frittelli dan C.T. Pan juga mencatatkan sepuluh besar pertama mereka dalam kejuaraan Major dan Abraham Ancer bermain dalam grup pamungkas pada hari Minggu. Saya pikir semua performa mereka takkan terjadi tanpa pelajaran yang mereka peroleh di Royal Melbourne.

Saya juga merasa senang melihat rekan senegara saya Christiaan Beizundenhout menjuarai dua gelar European Tour secara berturut-turut di Afrika Selatan dalam beberapa pekan terakhir. Pemain yang sudah berperingkat di jajaran 40 besar dunia ini bisa menjadi pesaing tangguh untuk bergabung dalam Tim Internasional. Jika menambahkan nama-nama tersebut ke dalam bagian inti tim kami, yang saya yakin akan masih menjadi bagian di dalamnya—Matsuyama, Scott, Oosthuizen, Leishman, dan Day—Anda bisa mulai mengumpulkan skuad yang memiliki sensasi yang sangat bagus.

Sudah sembilan bulan berlalu sejak kita menekan tombol jeda. Kami telah menemukan kembali momentum itu sejak PGA TOUR mengembalikan kompetisi golf. Dan saya merasa bersemangat melihat bakat yang akan dibangun pada musim ini. Jika melihat ke bulan-bulan mendatang, saya pun tak sabar untuk mengumumkan kriteria bagi para pemain untuk lolos kualifikasi mewakili Tim Internasional di Quail Hollow Club tahun 2022. Sudah saatnya menekan tombol start itu lagi.

Catatan:
Trevor Immelman merupakan Kapten Tim Internasional untuk Presidents Cup 2022 dan merupakan pemegang dua gelar PGA TOUR. Anda bisa menyaksikan para bintang PGA TOUR di Indonesia melalui GOLFTV powered by PGA TOUR.