Ryu So-yeon mengakhiri paceklik gelar di negeri sendiri dan menyumbangkan KRW290 juta untuk membantu penanganan COVID-19.

Lebih dari tiga bulan tanpa kompetisi, absennya gelar nasional terbuka negeri sendiri; jika Anda menanyakan perihal dua hal ini kepada siapa pun juga, sudah tentu mereka akan memiliki motivasi tersendiri untuk kembali berkompetisi dan meraih kemenangan.

Kira-kira begitulah yang dialami Ryu So-yeon, kecuali bahwa ia sama sekali tidak berharap bisa menang ketika tampil pada KIA Motors Korea Women’s Open pekan lalu. Pegolf wanita penyandang predikat No.18 Dunia menurut Rolex Rankings ini mengaku bersyukur bisa kembali berkompetisi, apalagi hal ini ia dapatkan di negaranya sendiri.

“Sudah lama saya tidak mengikuti pertandingan, jadi saya tidak berpikir untuk menang,” ujar Ryu. “Tapi meski berusaha untuk tidak memikirkan hal tersebut, saya mengingatkan diri sendiri untuk melakukan tugas utama saya di lapangan.”

Tapi ketika pada putaran ketiga ia berhasil menjadi pimpinan klasemen dengan keunggulan satu stroke, rasanya sulit untuk menepis harapan untuk main bagus dan meraih gelar yang belum pernah ia menangkan ini.

KIA Motors Korea Women’s Open ini mungkin hanya kompetisi dalam lingkup KLPGA. Namun, sejumlah pegolf Korea anggota LPGA juga ikut meramaikan turnamen yang dimainkan di Bear’s Best CheongNa Golf Club, Incheon. Juara Major, seperti Kim Hyo-joo (yang akhirnya finis di posisi ke-2), Kim Sei-young (T4), dan Lee Jong-eun (Jongeun Lee6, finis T9) ikut meramaikan kompetisi. Bahkan No.1 Dunia Ko Jin-young (6) juga ikut tampil.

“Karena turnamen ini sangat berarti buat saya, dan saya pikir saya bisa bermain lebih baik jika memiliki target yang positif, ide untuk memberi sumbangan ini ini pun muncul semalam.” — Ryu So-yeon.

Memainkan hari terakhir dengan memimpin satu stroke, peraih dua gelar Major ini menuntaskan pekan tersebut dengan kemenangan usai bermain even par 72 dan mengumpulkan skor total 12-under 276.

KIA Motors Korea Women’s Open ini menjadi gelar profesional ke-21 sepanjang kariernya. Kemenangannya ini pun sekaligus menjadi gelar nasional terbuka pertama yang ia raih. Tapi terlepas dari pentingnya pencapaian ini, tak kalah penting ialah komitmennya untuk mendukung penanganan pandemi COVID-19.

Total hadiah uang sebesar KRW29 juta (sekitar Rp2,9 milyar) yang ia raih ia sumbangkan sepenuhnya untuk penanganan COVID-19.

“Saya sudah berpikir untuk memberikan sumbangan sejak semalam. Sebelum seremoni hadiah, saya menelepon ibu saya. Saya memberi tahu beliau bahwa saya akan memberikan pengumuman ini, dan berharap ia tidak terlalu kaget. Tapi dia justru merasa senang. Karena turnamen ini sangat berarti buat saya, dan saya pikir saya bisa bermain lebih baik jika memiliki target yang positif, ide ini pun muncul semalam,” tutur Ryu kepada Korea JoongAng Daily.

Kemenangan ini memberi Ryu gelar profesional pertama setelah terakhir menjuarai ajang LPGA pada Meijer LPGA Classic 2018. Pada tahun yang sama, ia kemudian menjuarai Japan Women’s Open Golf Championship untuk memberinya satu-satunya gelar JLPGA. Selain itu, kemenangan ini juga menjadi gelar KLPGA pertamanya sejak 2015.

Yang tak kalah istimewa ialah Ryu meraih kemenangannya ini tanpa ditemani kedi yang biasa menemaninya. Kini ia memastikan memiliki keanggotaan penuh juga di Tour profesional di negerinya sendiri.

KLPGA masih menggelar kompetisinya, termasuk ajang ini, tanpa dihadiri penonton.