Justin Rose memanfaatkan momen Tahun Baru 2019 ini dengan memberikan pengumuman bahwa mulai Januari 2019 ini ia resmi menjadi bagian dari Tim Honma. Pengumuman ini menegaskan kabar yang mulai merebak per November 2018 lalu, ketika ia dikabarkan akan meninggalkan TaylorMade.

Pegolf No.2 dunia ini mengumumkan peralihannya ke produsen perangkat golf mewah asal Jepang tersebut melalui akun Twitter dan Instagram miliknya. Dalam pengumuman pribadi tersebut, Rose terlihat memamerkan tas golf Honma dengan logo JR khas miliknya, plus namanya yang dituliskan dengan menggunakan huruf katakana.

Dilansir dari Golf Digest, kontrak ini dikabarkan berlangsung untuk periode 10 tahun ke depan, yang akan mencakup driver, iron, dan wedge. Sampai berita ini diturunkan, Rose telah memamerkan iron dan wedge yang akan ia gunakan pada tahun ini. Iron dan wedge yang ia pamerkan itu merupakan iron prototipe seri Tour World yang dikembangkan khusus untuk Rose.

Konon keputusan Rose untuk beralih ke Honma didorong oleh faktor Mark King. King merupakan mantan Presiden dan CEO TaylorMade yang bergabung dengan Honma pada pertengahan tahun 2018 lalu. Sosok yang menjadi instrumen penting TaylorMade selama 34 tahun ini memiliki peranan penting sebagai konsultan bagi Honma, dan dikabarkan bertanggung jawab untuk mengembangkan merek legendaris asal Sakata, Jepang ini di Amerika Utara.

“Saya sangat bersemangat untuk bergabung dengan Honma,” ujar Rose. “Berangkat dari salah satu periode terbaik saya secarap profesional, saya berniat untuk membuatnya sebagai titik untuk menjadi lebih baik lagi. Saya akin perangkat Honma dan pengerjaan legendaris Honma bisa membantu saya untuk menjadi lebih baik.”

Sepanjang 20 tahun karier profesionalnya, Rose telah bersama TaylorMade. Dalam periode ini ia juga telah meraih banyak prestasi membanggakan. Dari menjuarai U.S. Open 2013, memenangkan dua ajang World Golf Championships (Cadillac Championship 2012 dan HSBC Champions 2017), meraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016, mencapai peringkat 1 dunia, dan terakhir menjuarai FedExCup 2018. Total 23 gelar profesional ia raih hingga akhir 2018 lalu.

Honma sendiri sejauh ini telah memiliki sederet pegolf papan atas yang turut mengibarkan bendera mereka. Dengan sejumlah pegolf top Jepang, seperti Hideto Tanihara sebagai duta merek mereka, dua mantan pegolf nomor satu dunia wanita Feng Shanshan dan Ryu So-yeon menjadi dua nama terdepan yang telah meraih Major dan sejauh ini menjadi pemain terkemuka yang menjadi bagian Tim Honma. Total 42 gelar profesional telah mereka menangkan hingga saat ini.

Bergabungnya Rose dengan merek mewah legendaris asal Sakata ini menjadikan pegolf berusia 38 tahun asal Inggris tersebut sebagai pemain terkemuka yang pernah dikontrak oleh Honma. Dan sosok Rose ini diyakini akan lebih mendongkrak popularitas Honma di Eropa maupun Amerika.

Meskipun Rose tampak antusias dengan kemitraan barunya ini, publik golf sendiri memiliki penilaian beragam. Sepanjang sejarah, peralihan perangkat seperti ini sering mendatangkan bencana. Johnny Miller pernah mengalaminya ketika mengikat kontrak perangkat dengan sebuah merek pada 1975, yang memaksanya harus menggudangkan set iron Tommy Armour miliknya. Dan ia menyesali keputusan itu.

“Itu kesalahan besar. Apa pun yang saya lakukan, saya tak bisa membuat club baru itu melakukan perform seperti club lama. Kalau Anda mendapat satu set iron yang sangat Anda sukai, pikir-pikir dulu sebelum beralih ke set yang baru,” ujar Miller.

Sementara Anda juga tentu masih ingat bagaimana performa Rory McIlroy harus menderita sebagai bagian dari kontrak eksklusifnya dengan Nike pada 2013 lalu, yang kemudian memberikan pelajaran berharga terhadap kontrak eksklusif.

Meski teknologi perangkat golf masa kini sudah jauh lebih baik ketimbang lima tahun lalu, tak pelak lagi kenyamanan personal saat mengayunkan club menjadi kunci penting untuk menampilkan performa di lapangan. Itu berarti, kita mesti menunggu bagaimana permainan Rose dengan senjata barunya ini.

Dengan kepastian bergabungnya Rose dengan Honma, praktis Indonesian Masters 2018 lalu menjadi turnamen terakhirnya dengan atribut dan perangkat dari TaylorMade. Meski akan memainkan driver, iron, dan wedge Honma, belum jelas putter dan bola yang akan ia mainkan untuk tahun 2019 ini.

Rose sendiri dijadwalkan akan turun dan bertanding untuk pertama kalinya dengan Honma pada ajang PGA TOUR, Desert Classic di Palm Springs pada 17-20 Januari 2019 mendatang.

Leave a comment