Rory Hie berhasil mengakhiri BNI Indonesian Masters presented by Zurich sebagai pemain terbaik Indonesia. Selama empat putaran yang dilangsungkan di Royale Jakarta Golf Club itu, ia berhasil mencatatkan total skor 3-under 285 dan finis di peringkat T46.

”Sebenarnya, hari ini saya mau lebih push sedikit, tapi memang swing sedang kurang bagus; bolanya ke kiri dan ke kanan terus,” tutur Rory seusai putaran terakhirnya. ”Saya baru mengganti swing pada putaran kedua, jadi belum sepenuhnya menempel pada saya.”

Perubahan swing ini ia anggap perlu agar ia bisa main under pada pekan ini. ”Untungnya short game saya lagi bagus,” imbuh Rory yang bersiap menuju ke Macau untuk bertanding pada ajang Asian Tour berikutnya, Venetian Macao Open.

Sementara itu, meskipun berhasil lolos cut pada penyelenggaraan keenam tahun ini, Danny Masrin mengaku tidak terlalu puas dengan hasil yang ia peroleh.

”Bisa main under par selama empat hari memang sudah bagus. Tapi target saya main under par setiap hari,” ujar Danny.

Bermain 72-72-75 pada tiga putaran, Danny berhasil tampil sangat solid pada hari terakhir. Hingga lima hole pertama, ia sudah mencatatkan 4 birdie. Sempat mendapat bogey di hole 16, ia mendapat 2 birdie lagi di hole 2 dan 4. Sayangnya, ia harus mengakhiri putaran final ini dengan tambahan bogey di hole terakhirnya dan meraih 8-under 64.

Pegolf Indonesia lainnya, Kurnia Herisiandy Santoso akhirnya harus puas bermain dengan total skor 1-over 289. Ia sempat menjaga peluangnya menembus peringkat 20 besar setelah pada sembilan hole pertamanya ia bermaina 3-under berkat birdie di hole 12, 15, dan 18.

Ia kembali mendapat birdie di hole 2, sayangnya di hole 3 ia justru mendapat double bogey. Kecelakaan ini membuatnya kembali mendapat tiga bogey di hole 5, 6, dan 8. Namun, ia masih berhasil menutup putaran akhir dengan birdie.

Adapun pegolf asal Sawangan, Nasin Surachman mengaku staminanya sudah terkuras habis. Bermain dengan total skor 7-over 295, Nasin harus puas bermain sebagai juru kunci. Meski demikian, pegolf berusia 40 tahun ini mengakui bahwa pencapaiannya pada debutnya pada BNI Indonesian Masters presented by Zurich telah melampaui harapannya.

”Pengalaman bermain di sini mendorong saya untuk bermain lebih disiplin, tidak terburu-buru,” ujarnya lagi.

Keberhasilan Rory Hie, Danny Masrin, Kurnia Herisiandy Santoso, dan Nasin Surachman menjadi prestasi tersendiri, mengingat inilah untuk pertama kalinya Indonesia memiliki empat wakilnya pada putaran final. Tren ini diharapkan kembali terulang lagi ketika Indonesia Open kembali digelar bulan November mendatang.