Rory Hie akhirnya berhasil memaksimalkan keunggulan yang ia peroleh dalam dua putaran awal Grand Final BNI Indonesian Golf Tour presented by OB Golf & Ancora Sports siang tadi (16/12) dan menjuarai partai pamungkas di Royale Jakarta Golf Club, Jakarta dengan total skor even par 216.

Mengawali putaran terakhir dengan total 5-under, Rory memiliki keunggulan 8 stroke dari pesaing terdekatnya, Adrian Halimi dan Dicky Prionggo. Selisih yang demikian memang membuatnya sangat aman untuk memainkan putaran final.

”Hari ini jauh berbeda dari di Matoa karena lapangannya susah sekali, apalagi ada angin. Dan skornya seperti tak ada yang bakal mengejar lagi sehingga agak ragu antara mau bermain agresif atau tidak,” tutur Rory.

Tak heran jika kemudian ia mendapat dua bogey di sembilan hole awalnya. Birdie yang ia harapkan pun tak kunjung datang dan ia kembali mendapat bogey di hole 14, 16, dan hole terakhir.

Meski demikian, Rory masih mempertahankan keunggulannya, mengingat skor terbaik yang terjadi pada putaran terakhir hanyalah 2-under 70, yang dibukukan Kurnia Herisiandy Santoso dan Danny Masrin.

Menutup dengan skor 77 dan tota skor even par 216, Rory akhirnya berhasil memenangkan gelar ketiganya tahun ini setelah sebelumnya menjuarai IGT Seri V dan PGATI Challenge, sepekan sebelum Grand Final dimainkan.

Meski demikian, Rory mengakui bahwa performanya kemarin memang kurang bagus. ”Putting saya kurang bagus hari ini,” ujarnya lagi. “Mungkin karena ada faktor saya sudah memimpin. Biasanya kalau dalam posisi mengejar biasanya permainannya bisa lebih mantap.

”Hari ini pukulannya banyak yang benar-benar bagus sekali, yang saya rasa right on the spot, jadi hal-hal seperti itu, termasuk chip shot, yang bagus-bagus itu akan saya bawa buat nantinya ke (Qulifying School) Asian Tour.

“Tapi pada akhirnya saya memang bermain dengan pikiran untuk menang,” tandas Rory.

Adapun permainan solid pada putaran final menempatkan Kurnia Herisiandy Santoso dan Danny Masrin masing-masing di posisi kedua dan ketiga.

Sementara itu, Alfred Raja Sitohang sukses menjadi pegolf amatir terbaik. Remaja berusia 14 tahun ini mencatatkan total skor 9-over 225 setelah bermain 74-74-77.

”Di lapangan susah sekali hari ini, jauh lebih sulit daripada kemarin, anginnya juga kencang sekali. Selain itu, posisi pin juga susah sehingga untuk melakukan chipping juga sulit,” ujar Alfred. ”Tapi ya saya bersyukur juga bisa menang karena agak tegang juga mainnya, apalagi hari ini saya dua kali lost ball (di hole 2 dan hole 12).”

Pada putaran akhir kemarin (16/12) Alfred memang harus mewaspadai sahabatnya sendiri, Domenikus Glenn. Keduanya mengawali putaran final dengan selisih satu stroke, Glenn yang berniat untuk bermain agresif malah harus bermain 7-over 79 untuk total skor 228.

Menandai akhir musim 2016, PGA Tour Indonesia tahun ini memberikan penghargaan kepada sejumlah pemain berprestasi. Penghargaan Most Improved Player diraih oleh Rory Hie, sementara Rookie of the Year dimenangkan oleh Adrian Halimi yang beralih pro seusai PON XIX. Adapun Player of the Year dimenangkan Danny Masrin yang memenangkan Order of Merit versi PGA Tour Indonesia. Adapun Ian Andrew menjuarai Order of Merit Indonesian Golf Tour.

Mulai tahun ini, juara partai Grand Final akan memperoleh piala bergilir. Pada piala ini, nama para juara dari seluruh seri mulai dari musim pertama 2014 tertera. Adapun pemenang Order of Merit Indonesian Golf Tour juga mendapatkan piala bergilir.