Rory Hie mempertahankan posisi teratas pada ajang Classic Golf and Country Club International Championship dan berpeluang meraih gelar Asian Tour pertamanya.

Keputusan Rory Hie untuk kembali kepada hal-hal mendasar dalam permainannya membuahkan hasil positif. Pegolf berusia 31 tahun ini berhasil mempertahankan keunggulannya di puncak klasemen setelah pada putaran ketiga Classic Golf and Country Club International Championship ia bermain dengan skor 5-under 67. Skor total 17-under 199 miliknya memberinya keunggulan tipis dari pemain tuan rumah, Rashid Khan.

Rory yang memainkan putaran ketiga hari ini (14/9) sebagai pimpinan klasemen, juga dengan keunggulan satu stroke, sempat tertinggal dari Abhijit Chadha, yang bermain dengan tak kalah baiknya pada sembilan hole pertama. Dengan Chadha membukukan skor 3-under, sementara Rory menorehkan tiga birdie dan bogey di hole 8.

Bogey di hole 8 itu kemudian menjadi satu-satunya bogey yang ia bukukan. Dan di sembilan hole berikutnya, Rory menampilkkan permainan yang sangat baik dengan menorehkan tiga birdie di empat hole terakhirnya, yang sekaligus mengembalikannya ke puncak klasemen.

“Buat saya pekan ini sangat menyenangkan karean saya berhasil menerapkan apa yang saya diskusikan dengan Lawrie Montague (pelatih nasional Indonesia). Saya kesulitan ketika bertanding pada Indonesia Open dan kemudian ia mengingatkan saya tentang bagaimana saya memainkan golf ketika masih kecil, ketika masih junior,” tutur Rory.

“Jadi, pada dasarnya saya memperlakukan turnamen ini seperti ketika saya masih kecil. Saya hanya bermain golf, tidak memikirkan swing dan semuanya pun berjalan dengan sangat positif, saya mencari tempat di mana saya harus menaruh bola.”

Mentalitas demikian kemudian membantu Rory untuk menghadapi tiap putt yang mesti ia lakukan dengan positif, yang kemudian membuahkan enam birdie pada putaran ketiga ini.

“Sekarang saya sangat senang dengan permainan yang saya miliki. Tapi hal ini juga menunjukkan bahwa saya masih memiliki permainan (yang cukup untuk bersaing),” tandasnya.

Sejauh ini prestasi terbaik Rory pada ajang Asian Tour ialah ketika ia berhasil finis T4 pada ajang SAIL-SBI Open tahun 2017. Sementara tahun ini, ia berhasil menembus lima besar pada ajang Asian Development Tour ketika finis T5 pada OB Golf Invitational.

Pesaing terdekat Rory kali ini adalah Rashid Khan. Pemegang dua gelar Asian Tour ini hanya berjarak satu stroke dari mantan mahasiswa University of Southern California tersebut setelah membukukan skor 68-66-66 dalam tiga putaran.

“Saya harus bersabar memainkan putaran ini. Pukulan dan putting saya bagus, sayangnya ada beberapa putt yang tidak masuk. Birdie pertama saya di hole 7 dan kemudian di hole 9 dan 10. Sempat mendapat bogey di hole 11, tapi bisa bangkit di hole berikutnya dengan dua putt untuk birdie,” tutur Rashid, yang sebelumnya menjuarai Chiangmai Golf Classic dan SAIL-SBI Open pada tahun 2014.

“Saat ini saya tidak ingin memikirkan apa-apa untuk besok. Kita lihat saja dalam sembilan hole terakhir besok.”

Pada pekan ini, Indonesia memang tidak hanya diwakili oleh Rory saja. Danny Masrin juga turut membawa bendera Indonesia pada ajang Asian Tour yang memperebutkan total hadiah senilai US$300.000 ini. Dalam tiga putaran yang ia mainkan, Danny untuk sementara berada di peringkat T69, bermain dengan skor 71-72-73.

Leave a comment