Rory Hie melanjutkan tren positifnya di BNI Indonesian Masters presented by Zurich dengan finis di 20 besar pada ajang Venetian Macao Open kemarin di Macau (16/10).

Sepekan sebelumnya, Rory berhasil mencatatkan total skor 3-under 285 dan menjadi pemain Indonesia dengan posisi terbaik pada BNI Indonesian Masters presented by Zurich.

Tampil sebagi satu-satunya pegolf Indonesia pada ajang Asian Tour yang dimainkan di Macau Golf & Country Club ini, Rory sempat mengalami kesulitan ketika memainkan putaran pertamanya. Bermain dari hole 1, ia mendapat bogey di hole 5. Di sembilan hole kedua, ia malah dua kali mendapat triple bogey di hole 10 dan 12. Dengan mendapatkan hanya satu birdie di hole 11, Rory harus puas mengakhiri putaran awalnya dengan catatan 6-over 77.

Beruntung pada putaran kedua permainannya berubah 180 derajat. Sembilan hole pertama ia mainkan dengan torehan 3 birdie dan sebuah eagle di hole 4. Ia kembali mendapatkan birdie di hole 2 dan mengakhiri hari kedua dengan catatan 6-under 65. Bermain total even par 142 cukup membawanya menuju dua putaran final.

Putaran ketiga, Rory seolah akan mengulangi performanya pada hari kedua. Ia sudah bermain 3-under di sembilan hole pertamanya. Ia kembali menambah koleksi birdie di hole13. Ia mendapat bogey pertama di hole berikutnya, namun berhasil mengakhiri putaran ketiga ini dengan meyakinkan, 4-under 67 setelah mendapat birdie kelima di hole 17.

Hari terakhir mungkin menjadi salah satu hari yang paling istimewa baginya. Dengan total skor 4-under 209, ia memainkan putaran finalnya dengan mantan bintang Ryder Cup asal Inggris, Ian Poulter.

Meskipun mendapat bogey di dua hole pembuka, Rory lekas membalikkan keadaan dan mencatatkan tiga birdie. Sayang di sembilan hole terakhirnya, ia harus puas bermain even par. Namun, catatan 5-under 279 membuatnya finis di peringkat 18, berbagi posisi dengan enam pegolf lainnya.

Pegolf asal Thailand, yang berstatus sebagai pemain undangan, Pavit Tangkamolprasert akhirnya berhasil memenangkan ajang ini setelah menempuh babak play-off dengan Anirban Lahiri. Bermain dalam suasana duka setelah Raja Bhumibol Adulyadej meninggal dunia, Pavit mendedikasikan kemenangannya bagi almarhum.

Lahiri sendiri menampilkan salah satu permainan terbaiknya sepanjang kariernya. Ia berhasil mencatatkan tujuh birdie berturut-turut dari hole 12 untuk memainkan play-off. Meskipun akhirnya harus menerima kekalahan, ia mengaku puas dengan performanya pada hari terakhir tersebut.