Rory Hie berhasil mempertahankan tren positif yang ia peroleh dalam beberapa pekan terakhir dan bermain luar biasa dalam Grand Final BNI Indonesian Golf Tour presented by OB Golf & Ancora Sports. Dengan skor 68 yang ia bukukan di Royale Jakarta Golf Club pada hari ini (15/12), ia berpeluang memenangkan gelar ketiga dalam tahun ini, sekaligus menutup tahun 2016 dengan gemilang.

Mengawali putaran kedua dengan catatan 1-under 71, Rory berhasil mengambil alih pimpinan pertama dari Dicky Prionggo, yang hari ini justru bermain 5-over 77. Setelah di sembilan hole pertama sudah bermain 2-under, Rory kembali menambah koleksi birdie-nya di hole 13 dan memantapkan posisinya di puncak klasemen dengan birdie di hole terakhir.

”Sebenarnya hari ini bisa bogey free. Sayangnya, saya mendapat bogey di hole 5 lantaran melakukan tiga putt,” tutur Rory.

”Anginnya kencang sekali tadi. Saya juga tidak mengira bisa bermain bagus. Dalam hal ball striking sebenarnya hampir sama dengan kemarin (13/12), tapi mungkin timing-nya lebih tepat saja. Ketika pukulan tee saya jelek, chipping-nya bagus. Jadi hasil hari ini karena perpaduan yang bagus itu,” sambungnya.

Rory yang sebelumnya sempat melakukan perubahan swing, perlahan-lahan memang menunjukkan permainan yang jauh lebih meyakinkan. Setelah menjuarai PGATI Challenge di Padang Golf Matoa Nasional sepekan sebelumnya, grafik permainannya memang terlihat mengalami peningkatan.

Prestasi terbaik Rory di Royale Jakarta Golf Club sejauh ini ialah ketika ia berhasil finis di peringkat T9 pada ajang Indonesian Masters 2011. Kala itu ia mencatatkan total skor 9-under 279. Selain menjuarai PGATI Challenge pekan lalu, Rory juga telah menjuarai IGT Seri III bulan Mei lalu. Kali ini dengan selisih hingga sembilan stroke dengan Adrian Halimi dan Dicky Prionggo yang berada di peringkat kedua, peluangnya untuk kembali menjadi juara jelas sangat terbuka luas.

”Saya berharap bisa mengakhiri tahun ini dengan hasil terbaik,” ujar Rory yang berniat untuk mengikuti Qualifying School Asian Tour pada Januari 2017 mendatang.

Sementara itu, di kelas amatir, persaingan sengit antara dua pegolf remaja Alfred Raja Sitohang dan Domenikus Glenn rasanya takkan bisa dielakkan. Keduanya hanya berselisih satu stroke dan masih sama-sama berpeluang untuk menjadi pemain amatir terbaik, setelah hari ini keduanya sama-sama bermain 2 over 74.

”Sebenarnya, ketika melakukan putaran latihan, saya berpikir lapangan ini panjang sekali. Tapi ketika main mendadak bisa,” tutur Alfred. ”Karena ini turnamen, jadi saya lebih semangat, apalagi ini merupakan turnamen IGT terakhir, jadi saya sangat ingin bisa menang.”

Alfred sempat bermain 1-under hingga memasuki hole 17. Sayangnya, ia justru mendapat bogey di hole 17, dan kemudian mendapat double bogey di hole 18.

Dengan total skor 4-over 148, Alfred hanya berselisih satu stroke dari pesaing terdekatnnya, Domenikus Glenn yang mengoleksi 5-over 149.

”Besok saya berniat untuk bermain lebih agresif,” tutur Glenn

Grand Final IGT ini sendiri memang hanya menyertakan 30 pemain profesional dengan peringkat terbaik berdasarkan poin IGT yang dikumpulkan selama tujuh seri terdahulu. Selain itu, sebanyak 12 pemain amatir ikut ambil bagian.