Ajang Major pertama di dunia siap bergulir kembali di Irlandia Utara mulai besok (18/7).

Rolex akan kembali memainkan peranan penting ketika The Open Championship kembali digelar pada 18-21 Juli 2019 pekan ini. Perusahaan arloji ternama asal Swiss ini akan melakoni peran sebagai Official Timekeeper pada The Open edisi ke-148. Relasi Rolex dengan ajang Major pertama dan tertua di dunia ini sendiri telah terbangun sejak 1981 atau 38 tahun silam.

The Open tahun ini juga menjadi istimewa, lantaran untuk pertama kalinya dalam 68 tahun, ajang Major ini kembali diselenggarakan di Royal Portrush Golf Club, di Irlandia Utara. Sekali lagi kita akan menyaksiikan bakat-bakat golf terbaik di dunia bersaing pada pekan ini untuk meraih status Champion Golfer of the Year, sebutan bagi pemenang kejuaraan Major pertama dan tertua di dunia ini.

Royal Portrush mungkin merupakan salah satu spot terbaik untuk gelaran Major terakhir tahun ini. Posisinya yang ada di pesisir laut memberinya pemandangan yang sangat sempurna untuk The Open Championship kali ini. Lautan Atlantik Utara akan dilengkapi dengan Dunluce Links yang menantang akan menguji para pemain terbaik di dunia demi mendapat hak memegang Claret Jug untuk setahun, dan mendapatkan namanya diukir di trofi legendaris ini.

Selama lebih dari 50 tahun, Rolex telah menjadi sangat identik dengan golf, mengingat komitmen mereka yang berkelanjutan terhadap olahraga ini. Kemitraan golf dan Rolex bahkan telah dimulai pada tahun 1967 melalui sosok Arnold Palmer, Jack Nicklaus, dan Gary Player, trio yang dikenal sebagai The Big Three. Player bahkan akan merayakan 60 tahun kemenangan Major pertamanya pada The Open 1959 pada pekan ini.

Hole 8, The Royal Portrush Golf Course pada The Open Championship 2019, menyuguhkan pemandangan luar biasa ke pesisir laut. Foto: Rolex.

Relasi ini bahkan telah meluas menjadi sebuah jangkauan yang berskala global. Semua ini didasarkan pada kesamaan nilai antara golf dan Rolex, yang sama-sama menghargai warisan dan upaya abadi untuk mencapai kesempurnaan. Rolex kini mendukung golf di berbagai level. Mulai para pegolf legendaris, sampai para pegolf eliter masa kini. Baik pada Kejuaraan Major pria, maupun wanita. Bahkan Rolex turut mendukung sejumlah turnamen terkemuka lainnya, termasuk Rolex Series yang terdiri dari delapan turnamen paling perstisius dalam kalender internasional European Tour. Kemitraan ini juga membawa Rolex untuk turut mendukung berbagai organisasi yang bertanggung jawab untuk menjaga kesinambungan golf di seluruh dunia.

Kembalinya Para Jawara
Champion Golfer of the Year 2018 dan Rolex Testimonee Francesco Molinari akan kembali tampil pada ajang yang telah memberinya gelar Major pertama ini. Tahun lalu ia bermain tanpa bogey dan membukukan skor 69 untuk memastikan kemenangan. Performanya yang gemilang itu bahkan ia hadirkan kembali ketika membantu Tim Ryder Cup Eropa menaklukkan AS di Paris pada tahun itu juga. Ia bahkan berhasil menjadi pegolf pertama dalam sejarah golf Eropa, yang bisa memenangkan lima dari lima partai yang ia mainkan. Ia akhirnya berhasil menjuarai Race to Dubai European Tour dan mendapat predikat European Tour Golfer of the Year 2018.

Tahun ini Molinari juga telah menampilkan performa yang tidak mengecewakan sebelum mulai bersaing mempertahankan gelarnya pekan ini. Ia finis T5 pada The Masters Tournament, lalu finis di tempat ketiga pada World Golf Championships-Dell Technologies Match Play, sebelum kemudian menjuarai Arnold Palmer Invitational presented by Mastercard.

Sejumlah catatan tersebut jelas membuatnya menjadi salah satu favorit ketika ia akan bermain pada ajang The Open ke-11 dalam karier profesionalnya. Ia pun jelas berpeluang untuk melakukan pencapaian istimewa berikutnya jika berhasil mempertahankan gelarnya. Jika berhasil, ia akan bergabung bersama sesama Rolex Testimonee lain, seperti Arnold Palmer (1961, 1962), Tom Watson (1982, 1983), Tiger Woods (2005, 2006), dan Padraig Harrington (2007, 2008) yang berhasiil memenangkan The Open dua kali berturut-turut.

Champion Golfer of the Year 2018 Francesco Molinari siap mempertahankan gelarnya pekan ini. Foto: Rolex.

Sementara itu, Tiger Woods, yang telah tiga kali meraih status Champion Golfer of the Year, akan berharap bisa kembali memenangkan Claret Jug, yang terakhir ia menangkan 13 tahun lalu. Woods telah meraih gelar Major ke-15 saat memenangkan Masters Tournament bulan April 2019 lalu, sementara tahun lalu ia hanya menjadi runner-up di belakang Molinari. Kemenangan pada pekan ini bakal membuatnya makin dekat untuk menyamai rekor 18 Major milik Jack Nicklaus.

Rolex New Guard
Generasi baru yang terinspirasi dari nama-nama besar sebelumnya juga bakal menyuguhkan tontonan golf yang menarik pekan ini. Mereka adalah Rolex New Guard, yang menampilkan permainan yang penuh integritas, kematangan, dan respek sebagai wakil dari masa depan olahraga golf. Mereka semua berniat untuk menegaskan eksistensi mereka ketika memulai misi menjadi juara pada pekan ini.

Pegolf No.1 Dunia Brooks Koepka menjadi salah satunya. Pegolf Amerika ini telah menikmati serangkaian sukses ketika bermain dalam ajang Major pada dua tahun terakhir. Prestasinya itu termasuk kemenangan dua kali berturut-turut pada ajang U.S. PGA Championship (2018, 2019) dan U.S. Open (2017, 2018). Ia bahkan nyaris meraih gelar U.S. Open ketiganya pada tahun ini di Pebble Beach, dua bulan setelah meraih runner-up pada The Masters Tournament tahun ini.

Rolex Testimonee Tiger Woods melanjutkan upayanya menyamai rekor 18 Major milik sesama Rolex Testimonee lainnya, Jack Nicklaus. Foto: Rolex.

Dengan bekal bermain dan mematangkan permainannya di ranah Eropa, serta catatan terbaik pada ajang Major tahun ini, Koepka jelas menjadi salah satu pemain unggulan. Pekan ini memberinya kesempatan untuk meraih kemenangan pada satu-satunya ajang Major yang dimainkan di luar Amerika.

Dari antara para Rolex New Guard, sejauh ini baru Jordan Spieth saja yang berhasil menjuarai The Open. Spieth bahkan menjadi satu dari hanya tiga pemain yang berhasil menjuarai tiga gelar Major sebelum genap berusia 24 tahun. Selain menjuarai The Open pada 2017, Spieth telah dua kali finis di sepuluh besar. Ini menunjukkan bahwa Spieth memiliki catatan yang positif pada ajang ini dan ia memiliki bekal penting untuk meraih kemenangan kedua, sekaligus Major keempat baginya.

Sejumlah Rolex New Guard lain juga bakal siap memberi kejutan. Pegolf China Li Haotong, berhasil finis di tempat ketiga pada 2017 dan juga akan kembali bersaing pada pekan ini. Lalu ada juga pegolf Spanyol Jon Rahm yang berniat untuk mengulangi keberhasilannya di Irlandia. Rahm, yang baru berusia 24 tahun, sejauh ini telah mengemas delapan gelar profesional, termasuk tiga Rolex Series. Dua di antaranya ia raih ketika menjuarai Dubai Duty Free Irish Open pada 2017 dan 2019.

Leave a comment