Rinaldi Adiyandono mengawali putaran pertama Indonesian Masters tahun ini dengan permainan yang solid. Performanya dengan 4-under 68 ini menjadikannya satu-satunya pegolf Indonesia yang berhasil bermain tanpa bogey. Hasil ini sekaligus membawanya berada di peringkat T14.

Bermain dari hole 10 (South Course) di Royale Jakarta Golf Club, Rinaldi mencatatkan birdie pertamanya di hole 11. Ia kembali menambah birdie di hole 14 dan bermain 2-under di sembilan hole pertamanya.

Bermain dengan strategi yang baru berkat konsultasi dengan pelatih dan beberapa pegolf amatir yang sering bermain di Royale Jakarta Golf Club, Rinaldi berhasil menambah koleksi birdie-nya di hole 6 dan 7 dan menutup putaran pertama dengan skor 4-under 68.

Catatan skor ini sekaligus menjadi rekor skor terbaik yang pernah ia bukukan selama mengikuti Indonesian Masters.

”Lapangan ini sebelumnya merupakan lapangan yang belum bisa saya taklukkan. Saya berkonsultasi dengan Kapten IGT (Jubilant Arda) dan pelatih saya untuk mencari cara memainkan lapangan ini, bagaimana agar kalau meleset, jangan sampai lebih dari bogey,” jelas Rinaldi.

Kondisi lapangan dengan green yang lebih lembut lantaran hujan beberapa hari terakhir ia akui sebagai salah satu faktor yang membantu permainannya kali ini.

”Saya mencoba agar tiap putaran yang saya mainkan sama seperti putaran lain, supaya walau bermain di turnamen besar, tidak merasa tekanan kalau ini merupakan turnamen besar dan gugup,” imbuhnya.

Sehari sebelum putaran awalnya ini, Rinaldi memang mengutarakan strateginya untuk lebih memilih meleset dari green dengan posisi up-and-down yang mudah, ketimbang bola mencapai green tapi jauh dari lubang.

”Sebelumnya ada hole yang saya kira sebaiknya memukul kurang saja. Tapi setelah konsultasi sama beberapa orang yang sering main di sini—Om Teddy (Jubilant Arda) dan Om Erik (Suhandinata)—mereka menyarankan untuk melewatkan pukulan. Ternyata memang (setelah lewat) lebih gampang melakukan up-and-down,” tutur Rinaldi lagi.

Meski bermain pada siang hari, Rinaldi mengaku kondisi angin pada hari pertama ini tidak terlalu kencang.

”Kalaupun kencang, saya harus menghitung dengan lebih teliti, misalnya mesti pakai stik yang mana dan mau memukul seperti apa,” ujarnya.

Salah satu kuncinya lagi, lanjut Rinaldi, ialah ia tidak terlalu memikirkan bagaimana perkembangan skornya dan hanya sekadar bermain.

”Kalau sempat sadar (akan skor), ya bersyukur. Tapi setelah itu ya lanjut ke hole berikutnya,” ujar Rinaldi.

Skor 68 miliknya ini sekaligus menjadi rekor performanya. Sebelumnya, Rinaldi hanya membukukan skor 74-76 ketika memainkan Indonesian Masters sebagai pemain amatir. Kala itu ia juga ditemani oleh sahabatnya, Jovi Ocvandio Panggabean. Dan sama seperti ketika lolos cut pada Indonesia Open bulan Oktober 2017 lalu, kali ini Jovi pun menemani Rinaldi untuk mencatatkan rekor ini.

Kini tugasnya ialah menjaga konsistensi performa agar bisa menambah perbendaharaan birdie lagi dan melaju ke putaran akhir pekan.

Pegolf Indonesia lainnya, Clement Erio Kurniawan sempat mencatatkan skor terendah bagi kontingen Indonesia yang berlaga pekan ini. Clement yang melakoni debutnya pada Indonesian Masters bermain 3-under 69 dengan empat birdie dan satu bogey. Sementara Rory Hie membukukan skor 2-under 70, Danny Masrin mengawali kampanye Indonesian Mastersnya dengan 1-under 71.