Dua pegolf muda Indonesia, Rinaldi Adiyandono dan Fajar Win Nuryanto akan menjadi dua dari total 27 pegolf Indonesia yang akan berlaga pada ajang Bank BNI Indonesian Masters presented by Bank BTN, PT Lautan Luas Tbk, and Bank Mandiri pada pekan ini. Mereka akan kembali ke Royale Jakarta Golf Club dengan percaya diri penuh, sekaligus berniat memperbaiki catatan performa mereka pada turnamen golf terbesar di Indonesia ini.

Rinaldi menuntaskan musim 2018 dengan berada di peringkat 5 Order of Merit PGA Tour of Indonesia. Meski masih mencari gelar profesional ketiga, performanya pada Indonesian Golf Tour tahun ini tidaklah jelek. Dari delapan seri yang ia mainkan, Rinaldi mencatatkan enam kali finis di sepuluh besar. Empat di antaranya, ia berada di peringkat lima besar dengan dua kali menjadi runner-up.

“Saya mencoba mengurangi ekspektasi pada pekan ini dan berfokus hanya pada permainan saya,” tutur Rinaldi.

Meski demikian, bukan berarti ia sama sekali tidak menargetkan apa-apa.

“Kalau target, saya ingin agar skor saya lebih bagus daripada tahun lalu,” sambungnya lagi.

 

“Saya akan berusaha untuk memukul green in regulation sebanyak mungkin supaya bisa mendapatkan lebih banyak peluang birdie.” – Rinaldi Adiyandono

 

Tahun lalu, Rinaldi mencatatkan finis terbaiknya pada turnamen ini. Untuk pertama kalinya ia berhasil bermain penuh selama empat putaran. Bahkan tahun 2017 itu merupakan tahun terbaik bagi para pegolf Indonesia karena, selain Rinaldi, enam pegolf Indonesia lainnya berhasil lolos cut.

Meski demikian, Rinaldi hanya finis di peringkat 73 setelah mengumpulkan skor total 6-over 294. Ia berhasil lolos cut setelah sempat bermain 4-under 68 pada putaran pertama dan melaju ke putaran akhir pekan, meski pada hari kedua bermain 73. Skor totalnya ini berada satu stroke lebih baik daripada Ramadhan Alwie. Tidak heran jika ia berniat untuk memperbaiki catatan skor tersebut.

Rinaldi jelas punya peluang untuk kembali mengulang prestasi tahun lalu, bahkan memperbaiki catatan skornya. Statistik permainannya pada tahun nii menunjukkan peningkatan yang jelas menjadi modal penting baginya. Dalam beberapa turnamen yang ia ikuti, ia semakin sering bermain under. Dari delapan seri Indonesian Golf Tour, ia juga sukses menuntaskan turnamen dengan bermain under pada lima seri, termasuk ketika ia meraih runner-up pada Seri II dan Seri VII, serta ketika finis di posisi T3 pada Grand Final.

“Strategi saya pada hari pertama dan hari kedua ialah berusaha agar tidak bermain lebih buruk daripada bogey. Saya akan berusaha untuk memukul green in regulation sebanyak mungkin supaya bisa mendapatkan lebih banyak peluang birdie. Dengan demikian, kemungkinan untuk mendapat bogey atau lebih buruk daripada bogey akan berkurang,” tuturnya lagi.

 

Rinaldi Adiyandono menikmati empat putaran penuh pada edisi 2017. Kini ia kembali ke Royale Jakarta Golf Club dan bertekad memperbaiki catatan skornya tahun lalu. Foto: Yulius Martinus/Indonesian Golf Tour.

 

Jelang bertanding pada hari Kamis, 13 Desember 2018 nanti, Rinaldi mengaku perlu lebih beradaptasi lagi, khususnya di atas green.

“Saya pikir saya perlu menyesuaikan permainan saya di green lantaran pada minggu-minggu sebelumnya, green belum selicin sekarang,” tandasnya.

Berbeda dari Rinaldi, Fajar belum sekalipun berhasil menembus putaran akhir pekan pada turnamen ini. Namun, hal itu tak menyurutkan langkahnya untuk mencoba membuat gebrakan pada gelaran tahun ini. Ia menyebut kesalahan yang ia lakukan tahun lalu menjadi catatan penting untuk ia perbaiki tahun ini.

“Mental dan fisik saya sudah lebih siap kali ini. Saya akan lebih memperbaiki course management setelah melihat kesalahan-kesalahan tahun lalu. Tahun lalu itu saya terlalu banyak mengulangi kesalahan yang sebenarnya sederhana, tapi dampaknya menjadi bencana. ” jelas Fajar.

 

“Dari beberapa turnamen terakhir yang saya ikuti, saya sudah mulai melihat perkembangan positif permainan saya. ….¬†Saya yakin bisa melakukan gebrakan tahun ini.” – Fajar Win Nuryanto

 

Selain berlatih untuk meminimalisasi kesalahan, Fajar juga melakukan sedikit perubahan dalam permainannya, termasuk sedikit memperbaiki swing.

“Dari beberapa turnamen terakhir yang saya ikuti saya sudah mulai melihat perkembangan positif permainan saya. Jadi, saya yakin akan menampilkan performa yang lebih baik tahun ini. Saya yakin bisa melakukan gebrakan tahun ini,” tegasnya penuh percaya diri.

Fajar menambahkan bahwa Royale Jakarta Golf Club akan kembali memberi tantangan ekstra pada tahun ini. Selain menyebut rough yang sudah makin tebal, ia menyebut cuaca akan memainkan peranan besar, seperti halnya tahun-tahun sebelumnya.

“Turnamen ini diadakan pada bulan Desember dan belakangan sudah mulai sering hujan. Selain itu, embusan angin juga menjadi tidak menentu,” ujar pegolf yang menempati peringkat 6 Order of Merit PGA Tour of Indonesia ini.

 

Tampil dengan status peringkat 6 pada Order of Merit PGA Tour of Indonesia, Fajar Win Nuryanto akan bermain dengan percaya diri penuh untuk melakukan gebrakan. Foto: Golfin’STYLE.

 

Performa Fajar tahun ini memang cukup positif. Dari sirkuit lokal, ia sempat bersaing memperebutkan gelar dalam beberapa seri Indonesian Golf Tour. Setidaknya, dalam lima seri ia berhasil finis di peringkat 10 besar, dengan tiga di antaranya finis di peringkat 4 atau peringkat T4.

Selain itu, performanya ketika bermain pada ajang Asian Development Tour juga cukup positif. Ia sempat menembus 20 besar, finis T19, pada ajang PGM Labuan Championship. Meski itu menjadi catatan terbaiknya pada turnamen batu loncatan menuju Asian Tour tersebut, skor terbaik ia bukukan ketika bermain pada ajang Ciputra Golfpreneur Tournament presented by Panasonic. Meski ia finis di posisi T38, ia membukukan skor total 5-under 283 dalam empat putaran.

Bank BNI Indonesian Masters presented by Bank BTN, PT Lautan Luas Tbk, and Bank Mandiri kali ini menjadi sebuah persembahan istimewa bagi para penggemar golf di Indonesia. Selain menghadirkan para bintang top dunia, di antaranya sang juara bertahan dan pegolf No.2 Dunia Justin Rose, juara The Open 2016 Henrik Stenson, pegolf yang baru saja menjadi No.1 Asian Tour Shubhankar Sharma, dan juara edisi 2014 Anirban Lahiri, panitia juga memberi kebebasan bagi masyarakat untuk menikmati golf kelas dunia dengan menggratiskan tiket masuk ke Royale Jakarta Golf Club. Ini berarti masyarakat tak perlu dibatasi oleh layar kaca untuk melihat aksi kelas dunia, yang dimulai pada 13-16 Desember 2018 ini.

Leave a comment