Jika George Gandranata tidak mengundurkan diri seusai putaran kedua. Jika Elki Kow tidak mendapat bogey di hole 18. Dan sejumlah jika lainnya, publik golf Indonesia mungkin akan mendapat juara berbeda pada hari terakhir Indonesian Golf Tour Grand Final 2018. Tapi faktanya, Danny Masrin sukses menegaskan posisinya sebagai yang terbaik, tak hanya pada perhelatan pamungkas tersebut, tapi juga sepanjang sejarah Indonesian Golf Tour.

Semuanya berawal dari keyakinan bahwa tidak ada yang mustahil dalam olahraga golf. Dengan tersisa 18 hole untuk dimainkan di Damai Indah Golf Pantai Indah Kapuk Course, Elki memang memiliki keunggulan lima stroke, yang tampaknya bakal sulit dilewati. Jika Elki maupun para pesaingnya memiliki fokus dan konsentrasi yang seimbang, sudah dipastikan ia akan kembali mengangkat trofi, seperti yang dilakukannya pada Seri VII.

Tapi secara praktik, mempertahankan fokus dan konsentrasi dari satu hole ke hole lainnya adalah hal yang tidak mudah. Terutama ketika pesaing terdekat Anda memberikan tekanan.

“Saya harus mencoba memberi tekanan kepada Elki di sembilan hole pertama. Dengan begitu, dia harus membuat birdie untuk mengatasinya.” Itulah tekad Danny Masrin menjelang putaran final kemarin (23/11). Dan persis seperti itu pulalah yang ia lakukan. Dua birdie di dua hole pertama berhasil memangkas selisih skornya dengan Elki menjadi hanya tiga stroke.

Meski belum mendapat birdie sama sekali di sejumlah hole awalnya, Elki seakan tidak termakan provokasi tersebut dan tidak memaksa melakukan pukulan yang justru merugikannya. Dalam bahasanya, Elki masih dapat menghindari melakukan “kesalahan bodoh” dan berhasil menuai hasilnya di hole 6, persis ketika Danny juga melakukan tekanan dengan membukukan eagle di hole tersebut.

Kemenangan kali ini mengukuhkan posisi Danny Masrin sebagai pegolf tersukses dalam sejarah lima tahun penyelenggaraan Indonesian Golf Tour.

Selisih skor keduanya sempat menjadi hanya dua stroke, namun birdie yang Elki catatkan di hole 8 kembali memperbesar selisih skor keduanya. Tapi rasanya tidak ada yang mengira bahwa skenarionya akan segera berubah ketka mereka memasuki sembilan hole terakhir.

Double bogey di hole 10 membuat persaingan kian seru lantaran selisih keduanya hanya satu stroke. Namun, Elki masih berhasil mempertahankan fokusnya dan sepertinya arah pertandingan masih berpihak kepadanya. Ketika Danny menorehkan birdie di hole 13, Elki juga mencatatkan skor yang sama. Dan ketika Danny mendapat bogey di hole 16, Elki seakan kian dekat dengan gelar Indonesian Golf Tour ketiganya.

Pernyataan bahwa olahraga golf sangat sulit ditebak kembali terbukti di sini. Hole 17 terbukti menjadi klimaks dari narasi kali ini. Danny membukukan eagle yang kemudian menyamakan kedudukan dan memaksa pertandingan harus ditentukan di hole 18. Dan ternyata eagle tersebut menjadi kunci kemenangan bagi Danny kali ini, lantaran di hole terakhir Elki justru mendapat bogey, yang ia di antaranya ia peroleh lantaran penalti yang ia dapatkan di hole tersebut lantaran bolanya melewati patok merah.

“Karena selisih skor dengan Elki cukup besar, strategi saya sejak memulai putaran akhir ini adalah meraih skor under sebanyak mungkin dalam sembilan hole pertama, dan strategi itu berhasil saya lakukan,” ujar Danny seusai menerima trofi dan membawa pulang hadiah uang senilai Rp51 juta. “Sebenarnya, saya sudah siap untuk play-off, tapi penalti untuk Elki membuat semuanya berubah.”

Kemenangan kali ini menjadi penting bagi Danny lantaran Grand Final kali ini menjadi bagian dari persiapannya untuk mengikuti Bank BNI Indonesian Masters presented by Bank BTN, Lautan Luas, dan Bank Mandiri.

Salah satu sorotan pada Grand Final kali ini ada pada Peter Gunawan, yang berhasil mencatatkan prestasi terbaiknya sejak beralih profesional pada pertengahan tahun ini.

Selain itu, kemenangan ini juga mengukuhkan Danny sebagai pegolf tersukses dalam sejarah lima tahun penyelenggaraan Indonesian Golf Tour. Ini merupakan kemenangan ketujuh yang ia peroleh sejak beralih profesional pada 2015, sekaligus gelar kedua yang ia dapatkan tahun ini, setelah menjuarai Seri II yang digelar di Gunung Geulis Golf & Country Club bulan Maret 2018 lalu.

Uniknya lagi, rangkaian kejadian pada musim ini pada dasarnya merupakan pengulangan dari apa yang terjadi pada musim 2017 lalu. Tahun lalu, Elki juga sukses menjadi juara Indonesian Golf Tour pada Seri VII, sesuatu yang ia ulangi pada tahun ini. Sementara pada Grand Final 2017 lalu, Danny justru menjadi pemenangnya. Dan kali ini Danny kembali mengulangi sejarah tersebut, sekaligus memperbarui catatan sejarah.

Menilik performanya sepanjang musim 2018 ini, Danny memang menunjukkan performa yang sangat solid. Ia menjadi satu dari tiga pemain yang berhasil memenangkan dua turnamen sepanjang tahun ini, selain Indra Hermawan dan Naraajie Emerald Ramadhan Putra.

Meskipun tahun ini ia hanya mengikuti enam turnamen dari delapan seri yang diselenggarakan, termasuk Grand Final, prestasi terburuk Danny ialah ketika ia mencatatkan finis T5 pada Seri IV. Skor 11-under 205 yang ia bukukan pada Grand Final menjadi skor kemenangan terbaik yang ia peroleh tahun ini.

Salah satu sorotan pada Grand Final kali ini ada pada Peter Gunawan. Peter, yang melakoni debut profesionalnya pada Seri V, berhasil mencatatkan prestasi terbaiknya pada ajang pamungkas ini. Meskipun baru terjun pada Seri V, Peter berhasil masuk jajaran 30 besar, di antaranya berkat finis T12 pada Seri VII. Dan pada Grand Final, ia menorehkan skor 3-under 213 (73-70-70) yang menjadi skor terendah yang ia bukukan. Skor tersebut membawanya finis di tempat ketiga bersama Benita Yuniarto Kasiadi, Rinaldi Adiyandono, dan Jordan Surya Irawan.

Sementara itu, Naraajie akhirnya gagal memberikan persaingan yang semula sempat diharapkan ketika ia menjadi salah satu pemimpin klasemen pada Grand Final ini. Permainannya dalam dua putaran terakhir tidak cukup untuk meramaikan persaingan. Meskipun akhirnya masuk sepuluh besar, dua skor 74 pada dua putaran terakhir hanya membuatnya membawa pulang penghargaan Lowest Amateur.

 

Danny Masrin pada Indonesian Golf Tour 2018

SERI I: #2, 3-under 213 – 70-72-71
SERI II: #1, 8-under 205 – 69-71-65
SERI III: Tidak Ikut
SERI IV: T5, even par 216 – 74-71-71
SERI V: #3, 10-under 206 – 69-69-68
SERI VI: Tidak Ikut
SERI VII: T4, 2-under 214 – 71-74-69
GRAND FINAL: #1, 11-under 205 – 69-70-66

Gelar Juara
2018: Seri II dan Grand Final
2017: Seri III dan Grand Final
2016: Seri IV, VI, dan VII

Leave a comment