Pegolf remaja sensasional asal Thailand Phachara Khongwatmai siap bersaing ketika memainkan putaran awal Leopalace21 Myanmar Open besok (26/1). Pegolf berusia 17 tahun yang telah memastikan tempatnya untuk berlaga pada ajang The Open Championship setelah melewati Qualifying Series di Singapura pekan lalu berniat untuk tidak berpikir muluk ketika memulai kampanyenya di Pun Hlaing Golf Club, Yangon.

Pekan lalu Phachara berhasil finis di posisi kedua di belakang pegolf senior asal Thailand Prayad Marksaeng pada ajang SMBC Singapore Open. Meskipun prestasi tersebut menjadi salah satu prestasi yang membanggakan, toh ia tidak ingin berpikir muluk ketika menghadapi putaran pertama besok.

”Permainan saya sedang bagus, semuanya tampak berjalan dengan baik,” ujar Phachara. ”Saya sangat gembira bisa finis di posisi kedua di Singapura. Saya hanya berpikir untuk lolos cut, jadi ketika bisa finis runner-up saya menjadi sangat gembira.

”Saya tak ingin berpikir terlalu jauh ke depan. Kalau berpikir untuk menang dan malah tidak menang, saya bakal merasa sangat sedih. Kalau menetapkan ekspektasi saya lebih rendah, saya takkan merasa tertekan sama sekali.”

Meski demikian, prestasi masuk lima besar dalam empat dari enam turnamen terakhir menjadikan Phachara sebagai salah satu pemain yang patut dicermati sepanjang pekan ini. Sejauh ini ia juga menjadi pegolf amatir termuda di dunia yang pernah menjuarai turnamen profesional ketika ia berusia 14 tahun.

Bintang India Chikkarangappa S. meyakini bahwa dirinya terbilang cukup perlahan untuk bisa mencapai performa puncaknya. Pekan lalu di Singapura ia gagal lolos cut. Tapi di Pun Hlaing Golf Club ia yakin bisa bermain bagus mengingat lapangan ini sangat cocok dengan karakter permainannya.

”Lapangan ini berada dalam kondisi yang top. Layout-nya juga sangat bagus. Mungkin inilah lapangan dengan layout terbaik yang saya lihat dan sangat mirip dengan lapangan Royal Calcutta di India. Saya suka fairway dan kondisi di sini,” tuturnya.

Ia merasa permainannya saat ini lebih baik setelah melakuan sejumlah penyesuaian dalam permainannya.

Seperti halnya Chikkarangappa S., pegolf senior asal Singapura, Mardan Mamat mengaku lapangan ini dalam kondisi yang bagus.

”Lapangan ini sudah berbeda dengan ketika saya bermain di sini dulu. Green di sini sudah dibuat lebih lebar,” ujarnya. ”Tapi cuma pukulan yang terarah saja yang bisa memberi peluang birdie.”

Pemain tuan rumah Zaw Moe juga akan memainkan turnamen nasional terbukanya untuk yang ke-12 kalinya dalam kariernya sebagai pegolf. Ia mengaku bermain pada ajang ini sudah menjadi tugas tersendiri baginya.

”Mardan dan saya membahas bagaimana Prayad menang di Singapura dan betapa keberhasilannya memberi peluang bagi kami para pemain yang lebih tua. Prayad tidak merokok atau minum sehingga kondisi fisiknya masih sangat bagus. Ia juga tidak terlalu banyak berlatih jadi mungkin karena itulah fisiknya bisa lebih tahan lama. Mardan dan saya banyak berlatih, jadi saya kira kami mesti mengubah rencana dan mulai fokus pada kebugaran,” papar Moe.

Leopalace21 Myanmar Open merupakan ajang kerja sama Asian Tour dan Japan Golf Tour dan menjadi turnamen kedua bagi dua Tour tersebut untuk musim 2017. Para pegolf dari kedua Tour tersebut akan memperebutkan total hadiah sebesar US$750.000.