Tiger Woods menargetkan tiga hal dalam waktu dekat ini: mulai dari menyamai rekor Sam Snead, Presidents Cup, sampai Olimpiade.

Seiring kembalinya Tiger Woods usai jeda selama sembilan pekan, ia menegaskan targetnya dalam waktu dekat ini. Hal pertama ialah menyamai rekor kemenangan sepanjang masa yang sampai saat ini dipegang oleh Sam Snead. Snead tercatat memenangkan 82 gelar resmi PGA TOUR.

Ketika menjuarai The Masters Tournament bulan April 2019 lalu, Woods telah mengoleksi 81 gelar. Kemenangannya kala itu tak hanya memberinya gelar Major ke-15 dalam kariernya, tapi juga meramaikan perbincangan mengenai kemungkinan ia menyamai rekor 18 Major milik Jack Nicklaus.

Saat ini Woods hanya terpaut tujuh hole lagi untuk menyamai pencapaian Snead tersebut. Posisinya di puncak klasemen ZOZO CHAMPIONSHIP hingga hari Minggu (27/10) ini telah memberinya keunggulan tiga stroke.

Woods juga memiliki catatan prestasi yang mengagumkan ketika menguasai pimpinan klasemen dalma 54 hole. Statistik menunjukkan bahwa ia menjuarai 43 dari 45 turnamen ketika ia menjadi satu-satuunya pimpinan klasemen dalam 54 hole. Tingkat keberhasilannya ialah 95,6%.

ZOZO CHAMPIONSHIP juga menjadi turnamen ke-59 di mana Woods menjadi pimpinan klasemen atau berbagi posisi teratas. Dan untuk kategori ini, ia telah menjuarai 54 dari 58 turnamen ketika ia menjadi satu-satunya pimpinan klasemen, atau menjadi salah satu pimpinan klasemen, dengan rasio keberhasilan mencapai 93,1%.

“Sang pimpinan klasemen (Woods) memiliki peluang yang sangat besar untuk meraih kemenangan ketika ia menjadi satu-satunya pimpinan klasemen dalam 54 hole,” ujar Hideki Matsuyama, yang saat ini ada di tempat kedua dengan terpaut tiga stroke, dan menyisakan enam hole lagi. “Saya harus melakukan yang terbaik (jika ingin mengejarnya).”

Tiger Woods dan salah satu wakil kaptennya untuk Presidents Cup bulan Desember 2019 ini, Fred Couples. Woods bakal mengumumkan empat pemain pilihannya pada bulan November 2019 ini. Foto: Getty Images.

Dengan Matsuyama terpaut tiga stroke dan hanya menyisakan enam hole lagi, peluang Woods memang jauh lebih besar untuk menyamai rekor Sam Snead ini.

Menuju Presidents Cup
ZOZO CHAMPIONSHIP berada dua pekan sebelum Woods, yang juga merupakan Kapten Tim AS untuk Presidents Cup menentukan empat pemain pilihan, melengkapi delapan nama pertama yang sudah menjadi anggota tim.

Sejauh ini, banyak pihak yang menilai, jika ia berhasil menjuarai turnamen di Jepang ini, Woods bakal memiliki alasan yang cukup kuat untuk menempatkan dirinya sebagai salah satu dari empat pemain pilihan tersebut.

Sebelumnya, Woods sendiri tak pernah menutup peluang tersebut. Ia sempat mengutarakan, keputusan apakah ia akan memilih dirinya untuk Presidents Cup akan didasarkan pada performanya pada ZOZO CHAMPIONSHIP pekan ini.

“Saya cukup mencurahkan perhatian saya untuk Presidents Cup. Ini proses yang sangat menyenangkan. Sejauh ini saya sudah menjadi bagian dari ajang ini selama beberapa tahun sebagai wakil kapten, dan sekarang saya memiliki tiga wakil kapten yang luar biasa. Dan bisa berkomunikasi dengan seluruh delapan pemain, tentang siapa yang mereka inginkan ada di dalam tim dan siapa yang menurut mereka cocok berada di dalam tim,” ujar Woods pada jumpa pers jelang ZOZO CHAMPIONSHIP.

Ia juga menegaskan bahwa ia ingin tetap bugar hingga akhir tahun ini, sesuatu yang bisa dianggap sebagai keinginan kuatnya untuk bisa menjadi kapten sekaligus pemain.

Tiger Woods menilai Olimpiade sebagai salah satu aspek penting bagi golf dan pertumbuhannya. Olimpiade 2020 juga menjadi peluang terakhirnya untuk bisa mewakili Amerika. Foto: Rolex.

Mengejar Impian Olimpiade
Salah satu target Woods lainnya ialah mewakili Amerika pada Olimpiade 2020 di Jepang tahun depan. Bagi Woods, hal ini menjadi suatu hal yang sangat istimewa. Salah satu alasannya ialah sepanjang kariernya, bahkan ketika ia masih berada dalam kondisi yang paling prima sebagai seorang pegolf, ia belum berkesempatan untuk bermain pada ajang empat tahunan ini.

Komentar positif dari para pegolf profesional yang berpartisipasi pada ajang Olimpiade di Rio de Janeiro tahun 2016 lalu jelas ikut memberinya motivasi untuk bisa mewakili negaranya.

Tapi Woods juga memiliki alasan kuat lain mengapa Olimpiade tahun depan menjadi kesempatan terbaik dan, kemungkinan, terakhir baginya.

“Menjadi bagian dari tim menuju Olimpiade merupakan target besar bagi saya,” ujarnya kepada Reuters. “Saya tak memiliki banyak kesempatan selain tahun depan. Pada Olimpiade empat tahun kemudian, saya akan berusia 48 tahun. Menjadi salah satu olahragawan top Amerika pada usia seperti itu jelas sangat sulit.

Woods menilai Olimpiade bisa menjadi salah satu aspek penting dari golf dan pertumbuhannya.

“Golf telah menjadi begitu mendunia. Dengan mempertimbangkan bahwa Olimpiade menjadi perpanjangan lebih luas lagi untuk golf, saya ingin menjadi bagian dari ajang empat tahunan tersebut,” tandas Woods.