Chez Reavie mengambil posisi teratas pada putaran pertama THE CJ CUP @ NINE BRIDGES hari ini (18/10). Reavie menorehkan skor terendah dengan 4-under 68 yang memberinya keunggulan satu stroke dari pegolf tuan rumah Kim Siwoo dan juara The Masters 2016 Danny Willett.

The Club @ Nine Bridges langsung memberikan tantangan berarti kepada 78 peserta yang mengikuti ajang ketiga PGA TOUR musim 2018-2019 ini. Tak satu pemain pun yang berhasil bermain tanpa bogey hari ini, termasuk sang pimpinan klasemen. Bermain dari hole 10, Reavie berhasil mencatatkan lima birdie dengan sebuah bogey untuk memberi harapan menorehkan hasil maksimal.

“Hari yang sangat baik, saya berhasil memukul bola dengan sangat baik. Angin berembus sangat kencang sepanjang hari ini dan Anda mesti bisa memukul bola dengan baik dan menghindari angin. Untungnya, saya berhasil melakukan hal tersebut dan mendapatkan jarak pukul yang bagus di fairway dan bisa memukul bola mendekati pin hari ini,” jelas Reavie, yang mencari kemenangan PGA TOUR keduanya sejak pertama dan terakhir kalinya ia menjuarai RBC Canadian Open 2008.

Ajang pekan ini merupakan turnamen ke-231 bagi Reavie sejak ia memenangkan turnamen di Kanada satu dekade silam. Seusai gagal meraih status penuh PGA TOUR pada musim 2015, ia menjuarai Order of Merit Web.com Tour untuk meraih status penuh pada Tour nomor satu di dunia tersebut. Kala itu, ia menjuarai Small Business Connection Championship 2015 di River Run, yang sekaligus merupakan gelar profesional terakhir yang ia raih.

Reavie menjelaskan, kunci permainannya pada hari pertama ini tak lepas dari keberhasilannya untuk banyak memukul bola ke green.

“Makin banyak green yang bisa Anda capai, makin bagus (skor Anda) dan itulah kunci dari permainan saya. Saya tak terlalu banyak meleset dari green. Bahkan kalau meleset, bola saya masih ada di fringe atau saya mesti melakukan chipping menanjak, jadi saya sering berada di titik yang bagus hari ini,” jelas Reavie.

“Makin banyak green yang bisa Anda capai, makin bagus (skor Anda).” – Chez Reavie

Juara THE PLAYERS Championship 2017 Kim Siwoo juga membuka peluang untuk menorehkan hasil terbaiknya pada turnamen ini, di mana tahun lalu ia hanya finis di posisi T44. Pegolf yang kini berada di No.54 dunia ini menyadari bahwa The Club @ Nine Bridges ini bakal memberikan kondisi yang berat bagi seluruh pemain. Dan hal itu membuatnya mencatatkan satu-satunya double bogey di hole 2.

“Saya sudah menduga hari ini bakal menjadi hari yang sulit karena angin sangat kencang dan dingin sejak tee pertama,” ujar Kim. “Saya keliru membaca arah angin di hole 2 dan mendapat double bogey di hole tersebut.”

Meskipun demikian, ia berhasil mengabaikan tekanan skor tersebut dan berhasil bangkit dengan bogey di hole 3, 6, dan 9. Ia masih menambah tiga birdie lagi dan sebuah bogey di sembilan hole terakhirnya untuk menempel Reavie dengan jarak satu stroke.

“Saya pikir saya lebih gugup ketimbang turnamen-turnamen lain dan saya benar-benar ingin main bagus, tapi malah memberi tekanan buat diri saya sendiri. Tahun ini saya berusaha untuk tdiak melakukan hal tersebut, meskipun tidak mudah. Tapi karena saya mengawali dengan baik, saya pikir saya perlu mempertahankan permainan saya,” sambung Kim yang sampai saat ini belum sekalipun memenangkan trofi di Korea.

“Menang di sini bakal jadi sesuatu yang istimewa buat saya dan para penggemar di Korea. Kami baru menyelesaikan putaran pertama, tapi saya akan berusaha keras untuk bisa bersaing pada akhir pekan dan semoga saya menang.”

Pegolf Inggris Dann Willett menyamai pencapaian skor Kim. Jika Kim mengalami kecelakaan skor di hole 2, Willett justru mengalaminya di hole pertama. Tapi ia berhasil menorehkan tiga birdie berturut-turut dari hole 4-6, lalu mencatatkan dua birdie lagi di hole 9 dan 12. Ia kembali mendapat bogey di hole 14, dan menyudahi putaran pertama dengan skor 3-under 69 dan berada di tempat yang sama dengan Kim.

“Anda sudah diberi tahu agar bermain dengan sabar dan banyak-banyak melakukan pukulan yang bagus untuk memberi peluang birdie.” – Danny Willett

“Kami memainkan permainan yang bagus. Saya sudah melatih beberapa hal dan bisa melakukan beberapa pukulan yang sangat bagus. Dari sisi statistik, saya pikir kami hanya meleset dari satu fairway, satu green, dan melakukan tiga putt,” ujar Willett.

Menurutnya, seusai turun pada hari Rabu (17/10) kemarin, dengan angin yang berembus kencang, sudah cukup menanamkan fakta bahwa turnamen pekan ini akan menjadi sangat berat.

“Dari mereka yang bermain di sini tahun lalu, saya diberi tahu kalau sebagian besar tempat ini dimainkan dengan embusan angin. Jadi, sejak awal sudah tertanam di benak Anda bahwa lapangan kali ini akan menjadi sangat sulit. Anda sudah diberi tahu agar bermain dengan sabar dan banyak-banyak melakukan pukulan yang bagus untuk memberi peluang birdie,” papar Willett. “Anda takkan mau bermain dengan par sepanjang hari karena terlalu berisiko.”

Pada akhir putaran pertama ini, ada tujuh pemain yang berada persis di belakang Willett dan Kim dengan skor 2-under 70. Di antaranya ialah An Byeonghun, pegolf No.48 dunia, yang merupakan pegolf Korea dengan peringkat tertinggi pekan ini dan salah satu pahlawan Ryder Cup Ian Poulter.

PGA TOUR Player of the Year 2018 Brooks Koepka tadi mencatatkan skor 1-under 71 setelah mencatatkan empat birdie dan tiga bogey. Untuk sementara, ia berada di peringkat 11 bersama Graeme McDowell, Hideki Matsuyama, dan Paul Casey.

Adapun juara bertahan Justin Thomas gagal mengulangi permainan istimewanya ketika tahun lalu berhasil mencatatkan 9-under 63 pada hari pertama. Hari ini Thomas justru membukukan 1-over 73. Ia membukukan tiga birdie, dengan dua bogey dan sebuah double bogey.

Leave a comment