Rattanon Wannasrichan berhasil memenuhi harapan publik Thailand dengan memenangkan Thailand Open dan memastikan trofi tersebut berada di Negeri Gajah Putih. Keberhasilan pegolf muda berusia 21 tahun ini sekaligus menjadi terobosan besar dalam kariernya, mengingat ini merupakan gelar Asian Tour pertama dalam kariernya.

Rattanon berhasil menunjukkan kematangan permainannya ketika berhasil mencatatkan lima birdie dan hanya satu bogey pada putaran final kemarin (21/5) dan mencatatkan skor kemenangan 21-under 263 di Thai Country Club.

Pencapaian ini sendiri terbilang luar biasa, terutama mengingat sejumlah pemain top seperti Shiv Kapur dan Gaganjeet Bhullar berhasil ia singirkan.

Kapur sendiri tengah berusaha memenangkan dua turnamen berturut-turut setelah sebelumnya menjadi juara pada Yeangder Heritage di Taiwan. Ia bermain dengan skor 63, skor terendah hari itu, yang pada akhirnya harus terpaut dua pukulan dari sang juara.

Adapun Bhullar, yang tak pernah lepas dari posisi lima besar sepanjang pekan kemarin mengakhiri putaran final dengan catatan skor 67 dan total skor yang sama dengan Kapur, 19-under 265.

”Saya sangat gembira bisa memenangkan gelar Asian Tour pertama saya pada ajang nasional terbuka saya. Saya main solid lagi hari ini (kemarin) dan hanya fokus satu pukulan demi satu pukulan. Tak ada yang berbeda dari tiga putaran sebelumnya,” ujar Rattanon yang harus menanti lima tahun sejak beralih pro sampai meraih kemenangan yang membanggakan ini.

”Saya kira putting menjadi kunci kemenangan saya pekan ini. Putting saya benar-benar bagus,” sambung Rattanon. Ia sekaligus menjadi pegolf Thailand keempat yang menjuarai Thailand Open setelah Suthep Meesawat (1991), Boonchu Ruangkit (1992 dan 2004), dan Prayad Marksaeng (2013).

Sementara itu, pegolf Indonesia Rory Hie, bermain dengan cukup baik setelah pada putaran final mencatatkan 2-under 69. Dengan total skor 276, ia finis di peringkat T32 bersama tujuh pemain lain, di antaranya Jeev Milkha Singh.

Thailand Open ini sekaligus menjadi turnamen pertama yang menjadi rangkaian Panasonic Swing. Inisiatif yang didukung penuh oleh Panasonic Corporation ini memberikan hadiah uang yang besar bagi tiga pemain yang finis di posisi teratas, di mana peringkat pertama mendapat US$70.000, peringkat kedua US$50.000, dan peringkat ketiga US$30.000.

Panasonic Swing ini akan hadir dalam lima turnamen. Setelah Thailand Open, ada Panasonic Open India 2017, dan satu ajang Asian Tour di Malaysia dan Indonesia pada 2017, dan Panasonic Open Japan 2018. Pemenang dari Panasonic Swing akan mendapat exemption pada satu turnamen European Tour tahun 2018. Sementara pemain lokal berperingkat terbaik pada ajang di Malaysia, Thailand, Indonesia, dan India akan lolos menuju final Panasonic Swing di Jepang.