Pegolf asal Thailand Rattanon Wannasrichan berhasil bermain dengan solid pada putaran pertama Leopalace21 Myanmar Open. Ia bermain nyaris sempurna hari ini (25/1) dan membukukan skor 6-under 65 untuk berada di puncak klasemen pada turnamen kolaborasi antara Asian Tour dan Japan Golf Tour ini.

Bermain dari hole 10, pegolf berusia 25 tahun ini memaksimalkan permainannya untuk mematok skor terendah pada putaran pertama.

”Kondisi lapangannya hampir mirip dengan tahun lalu. Green-nya sangat keras dan licin. Jadi, Anda mesti memukul akurat dari tee di sini. Putting saya bagus dan itulah yang menjadi kunci,” ujar Rattanon.

Performa putting-nya itu terbukti dari jumlah putt yang ia lakukan sepanjang hari ini, yaitu 29 putt. Selain itu, ia juga berhasil mencapai 11 dari 14 fairway yang sekaligus membantunya untuk melakukan approach ke green.

Salah satu perubahan dalam permainannya kali ini ialah kemampuannya memukul bola. Rattanon menilai flight bolanya kali ini lebih berbeda dan ia lebih bisa mengontrol bola dengan lebih baik kali ini.

”Tahun lalu saya gagal lolos cut, hanya selisih satu stroke saja. Kali ini saya berharap bisa bermain lebih baik pekan ini. Saya berharap bisa mengakhiri tahun ini dengan finis di peringkat sepuluh besar dalam Order of Merit Asian Tour,” sambungnya.

Skor yang dipatok Rattanon hari ini membuatnya unggul dua stroke dari sejumlah pegolf lainnya, termasuk mantan juara turnamen ini dua tahun lalu, Shaun Norris asal Afrika Selatan. Norris yang juga bermain dari hole 10 hari membukukan skor 4-under 67. Ia memainkan sembilan hole pertama dengan solid dengan membukukan tiga birdie. Ia menambah birdie lagi di hole 4, sebelum kemudian mendapat bogey di hole 6. Ia masih berhasil menuntaskan putaran pertama ini dengan sebuah birdie di hole penutupnya.

”Saya main bagus hari ini. Saya main solid dan saya sangat gembira dengan putaran saya. Saya tak bisa mengeluh dengan kondisi cuaca dan lapangan. Kondisinya sangat sempurna,” ujar Norris.

Salah satu pemain tuan rumah, Naing Naing Lin juga mencatatkan hasil yang membanggakan pada putaran pertama. Untuk sementara, ia menjadi pegolf Myanmar dengan posisi paling tinggi setelah bermain dengan skor 67. Seperti halnya Norris, Lin membukukan lima birdie dengan sebuah bogey.

Meski kartu skornya menunjukkan performanya bagus, Lin mengaku kalau ia juga beruntung.

”Pukulan saya hari ini bagus. Saya memukul 17 green in regulation hari ini dan hanya satu pukulan yang masuk ke bunker, yaitu di hole 6 yang akhirnya berbuah bogey,” ujarnya. ”Myanmar PGA mengatur sejumlah putaran latihan bagi kami sebelum pekan turnamen ini dan saya gembira bisa memaksimalkan sesi-sesi latihan tersebut.”

Salah satu pemenang Myanmar Open asal Australia, Kieran Pratt juga bermain bagus hari ini. Juara pada edisi 2012 silam ini membukukan enam birdie dengan tiga bogey untuk membawanya berada di peringkat T4, tiga stroke di belakang Rattanon.

Permainannya kali ini seakan menandakan ia sudah kembali memiliki permainan yang mampu membawanya bersaing. Untuk beberapa lama, Pratt sempat berhenti dari golf dan bekerja penuh di perusahaan konstruksi di Melbourne, meskipun masih bisa bermain golf pada akhir pekan dengan teman-temannya.

”Saya tak main cukup bagus dan mulai berpikir untuk melakukan hal yang lain. Tapi di dalam hati ini, saya selalu menikmati berada di lapangan golf dan berpikir kalau di situlah saya seharusnya berada. Saya terakhir bekerja di perusahaan konstruksi itu pada 21 Desember tahun lalu karena saya berusaha untuk mengikuti Qualifying School. Sayangnya saya tidak lolos. Semoga saja saya bisa mengembalikan permainan saya dan kembali lagi,” tuturnya.

Juara bertahan asal Australia Todd Sinnott hari ini bermain dengan even par 71. Sempat mengawali hari pertama ini dengan birdie, ia mendapat dua bogey berturut-turut dan double bogey di hole 7. Di sembilan hole pertamanya itu, ia hanya bermain 1-over dengan dua birdie lainnya di hole 6 dan 8. Sayangnya, ia hanya bisa mendapatkan dua birdie lagi di sembilan hole terakhirnya, dan mendapat bogey di hole 16. Meskipun demikian, permainannya kali ini satu stroke lebih baik ketimbang tahun lalu ketika ia bermain 1-over 72.

Adapun bintang asal Jepang Ryo Ishikawa hari ini bermain 1-under 70. Ishikawa yang berupaya untuk kembali ke lingkaran para juara sempat bermain 2-under di sembilan hole pertamanya. Mengawali dengan birdie di hole pertama, ia mendapat bogey di hole 2, namun mendapat birdie lagi di hole 4 dan 9. Koleksi birdie-nya bertambah di hole 12, namun di hole 15 dan 16 ia harus mendapat bogey. Untuk sementara ia berada di peringkat T34, bersama sejumlah pemain, termasuk pegolf asal India Arjun Atwal, Gaganjeet Bhullar, dan Jyoti Randhawa.